Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Logo 69 Tahun Kalteng Diluncurkan, Menjaga Akar Budaya, Menatap Masa Depan

Logo 69 Tahun Kalteng Diluncurkan, Menjaga Akar Budaya, Menatap Masa Depan

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
  • visibility 211
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-69 Kalimantan Tengah, sebuah simbol yang bukan hanya menandai usia, tetapi juga memotret perjalanan panjang daerah ini sebagai tanah yang tumbuh di atas warisan adat, kekayaan alam, dan semangat kebersamaan yang terus hidup.

Bagi Kalimantan Tengah, usia ke-69 bukan sekadar hitungan waktu. Ini adalah penanda kedewasaan sebuah daerah yang terus bergerak, beradaptasi, dan membangun, tanpa tercerabut dari akar budayanya. Logo baru yang diperkenalkan Pemprov Kalteng menangkap pesan itu dengan kuat—merangkai simbol-simbol lokal ke dalam narasi besar tentang identitas, persatuan, dan cita-cita masa depan.

Angka 69 yang menjadi pusat desain dimaknai sebagai perjalanan yang terus berputar, sebagaimana sungai-sungai besar yang menjadi urat nadi kehidupan di Bumi Tambun Bungai. Di dalamnya hadir simbol Huma Betang, rumah panjang yang sejak lama menjadi filosofi hidup masyarakat Dayak: hidup bersama dalam perbedaan, bermusyawarah dalam persoalan, dan bergotong royong dalam membangun kehidupan.

Tak hanya itu, Burung Tingang yang menjadi bagian dari logo mempertegas makna kehormatan, kebijaksanaan, dan harapan yang menjulang tinggi. Sementara perpaduan warna adat menjadi penegas karakter masyarakat Kalimantan Tengah—berani, teguh, subur dalam karya, serta tulus menjaga tanah leluhur.

Peluncuran logo ini juga datang pada momentum penting. Kalimantan Tengah kini berada di persimpangan sejarah pembangunan, ketika modernisasi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan tuntutan menjaga hutan, adat, dan ruang hidup masyarakat.

Di titik inilah slogan Isen Mulang menemukan relevansinya. Pantang mundur bukan hanya semboyan, melainkan sikap kolektif untuk terus melangkah, menjaga marwah budaya, dan memastikan pembangunan memberi manfaat seluas-luasnya bagi rakyat.

Hari jadi ke-69 ini membawa satu pesan yang jelas: Kalimantan Tengah ingin maju, tetapi tetap berdiri tegak di atas identitasnya sendiri—kuat dalam akar, besar dalam langkah. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ESDM Siapkan 313 Izin Tambang Rakyat, Kalimantan Tengah Dominasi Wilayah WPR

    ESDM Siapkan 313 Izin Tambang Rakyat, Kalimantan Tengah Dominasi Wilayah WPR

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 128
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap menerbitkan sekitar 313 Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di sejumlah daerah setelah melakukan konsultasi penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) bersama Komisi XII DPR RI. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan, usulan IPR berasal dari pemerintah daerah melalui para gubernur. Dari 24 provinsi yang mengajukan, baru […]

  • Bupati Gunung Mas Soroti Dampak Kemarau, Bukan Hanya Karhutla yang Mengkhawatirkan

    Bupati Gunung Mas Soroti Dampak Kemarau, Bukan Hanya Karhutla yang Mengkhawatirkan

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 20
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Ancaman musim kemarau di Kabupaten Gunung Mas ternyata tidak hanya datang dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketika titik api masih bisa dikendalikan, persoalan lain mulai muncul: sejumlah sumber air masyarakat perlahan mengering. Kondisi itu menjadi perhatian Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong setelah menghadiri Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla di […]

  • Kartini Tak Cukup Dirayakan, Perempuan Kalteng Harus Jadi Motor Perubahan Nyata

    Kartini Tak Cukup Dirayakan, Perempuan Kalteng Harus Jadi Motor Perubahan Nyata

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 46
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kalimantan Tengah tak berhenti pada seremoni. Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini harus diwujudkan dalam peran nyata perempuan di tengah tantangan zaman. Dalam peringatan yang digelar di Aula Jayang Tingang, Selasa (21/4/2026), Gubernur secara terbuka menyatakan bahwa perempuan kini tidak lagi sekadar […]

  • Resep Wadi Bumbu Rempah, Sajian Tradisional Dayak yang Kaya Cita Rasa

    Resep Wadi Bumbu Rempah, Sajian Tradisional Dayak yang Kaya Cita Rasa

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 28
    • 0Komentar

    PALANGKARAYA, Wadi menjadi salah satu kuliner legendaris masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang hingga kini masih banyak dinikmati. Hidangan ini berasal dari teknik pengawetan ikan melalui proses fermentasi tradisional, sehingga menghasilkan rasa gurih, sedikit asam, dan aroma khas yang menjadi ciri utamanya. Dahulu, wadi dibuat sebagai solusi untuk menyimpan hasil tangkapan ikan air tawar agar […]

  • Dishut Kalteng Bawa Pesan Alam dan Budaya di Karnaval FBIM 2026

    Dishut Kalteng Bawa Pesan Alam dan Budaya di Karnaval FBIM 2026

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah ikut memanaskan atmosfer Karnaval Budaya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 dengan parade bertema budaya Dayak dan pelestarian hutan, Minggu (17/5/2026). Penampilan Dishut Kalteng menjadi simbol bahwa identitas Kalimantan tidak hanya berdiri pada adat, tetapi juga kekayaan alam yang masih terjaga. Rombongan parade Dishut tampil dengan […]

  • Saat Rakyat Tak Lagi Percaya Negara, Bahayanya Bisa Mematikan

    Saat Rakyat Tak Lagi Percaya Negara, Bahayanya Bisa Mematikan

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Delapan puluh satu tahun Indonesia berdiri sebagai negara merdeka. Namun, di balik pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan berbagai pencapaian yang terus dikejar, ada satu fondasi yang tidak boleh runtuh: kepercayaan rakyat kepada negara. Sebab negara tidak selalu hancur karena perang. Tidak selalu pula karena krisis ekonomi. Ada kehancuran yang datang perlahan, dimulai […]

expand_less