Minggu, 13 Sep 2026
light_mode
Beranda » DPRD Kalteng » DPRD Kalteng Kritik Disdukcapil, Anggaran Terserap Tinggi tapi KTP-el dan Akta Masih Bermasalah

DPRD Kalteng Kritik Disdukcapil, Anggaran Terserap Tinggi tapi KTP-el dan Akta Masih Bermasalah

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
  • visibility 80
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah melontarkan kritik keras terhadap kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalteng dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025.

Meski serapan anggaran dinilai tinggi, DPRD menilai pelayanan administrasi kependudukan belum menunjukkan hasil maksimal. Cakupan kepemilikan KTP elektronik (KTP-el) dan akta pencatatan sipil disebut masih jauh dari harapan, terutama di wilayah pedalaman dan kawasan 3T (terluar, terdepan, tertinggal).

Sorotan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026, Senin (11/5/2026).

Juru Bicara DPRD Kalteng, H. Sudarsono, secara terbuka mengungkapkan bahwa tingginya realisasi anggaran Disdukcapil belum sejalan dengan kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.

“Disdukcapil menunjukkan serapan anggaran yang tinggi, namun sejumlah indikator penting belum tercapai, termasuk cakupan kepemilikan KTP-el dan akta pencatatan sipil,” tegas Sudarsono dalam laporan resmi DPRD.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa DPRD mulai menyoroti pola kerja perangkat daerah yang dinilai terlalu fokus pada administrasi anggaran, namun belum optimal menyelesaikan persoalan pelayanan dasar masyarakat.

Padahal, dokumen kependudukan menjadi syarat utama masyarakat untuk mengakses layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga layanan perbankan.

DPRD menilai persoalan backlog dokumen kependudukan di sejumlah wilayah pedalaman tidak boleh terus dibiarkan berlarut.

Karena itu, DPRD mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah segera melakukan langkah konkret melalui strategi jemput bola yang lebih agresif dan konsisten.

Selain itu, DPRD juga meminta peremajaan alat cetak KTP-el yang dinilai mulai menjadi kendala pelayanan di lapangan.

“Pelayanan administrasi kependudukan tidak cukup hanya selesai di laporan serapan anggaran. Yang dibutuhkan masyarakat adalah dokumen cepat selesai dan pelayanan mudah dijangkau,” ujar Sudarsono.

DPRD juga mengingatkan bahwa lemahnya pelayanan administrasi kependudukan berpotensi memicu persoalan sosial baru, terutama bagi masyarakat desa dan wilayah terpencil yang kesulitan mengakses hak-hak dasarnya akibat belum memiliki dokumen resmi. (mnc-red)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenapa Orang Indonesia Menamai Anak dengan Tokoh Anime?

    Kenapa Orang Indonesia Menamai Anak dengan Tokoh Anime?

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 70
    • 0Komentar

    DAYABORNEO – Bagi sebagian orang, nama bukan sekadar rangkaian kata yang tertulis di kartu identitas. Nama bisa menyimpan kenangan, harapan, bahkan cerita tentang hal yang pernah begitu dekat dengan kehidupan seseorang. Itulah yang membuat fenomena nama tokoh anime di Indonesia menarik perhatian. Di tengah beragamnya nama yang digunakan masyarakat, sejumlah nama karakter anime ternyata masuk […]

  • Produksi Nikel Dipangkas, Penambang Berpeluang Raup Untung

    Produksi Nikel Dipangkas, Penambang Berpeluang Raup Untung

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 131
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Rencana pemerintah memangkas target produksi bijih nikel nasional pada 2026 dinilai berpotensi menjadi titik balik bagi industri pertambangan nikel di Indonesia. Kebijakan tersebut diperkirakan mendorong pemulihan harga nikel global sekaligus memperbaiki profitabilitas penambang lokal yang sempat tertekan akibat kelebihan pasokan. Analis menilai pengurangan target produksi bijih nikel dari 379 juta ton pada […]

  • Andreas Eno Kupas Dinamaika Penegakan Hukum Korupsi: Dari Regulasi Hingga Putusan Pengadilan

    Andreas Eno Kupas Dinamaika Penegakan Hukum Korupsi: Dari Regulasi Hingga Putusan Pengadilan

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 22
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Ponorogo – Perang melawan korupsi di Indonesia ternyata tidak hanya ditentukan oleh kerasnya penegakan hukum. Di balik setiap perkara, terdapat dinamika regulasi, putusan Mahkamah Konstitusi (MK), hingga yurisprudensi Mahkamah Agung yang terus membentuk arah pemberantasan korupsi dari waktu ke waktu. Perspektif itu disampaikan Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sekaligus akademisi, Andreas Eno […]

  • LBH Antang Damang Resmi Berdiri, Jangan Takut Bela Rakyat Kecil

    LBH Antang Damang Resmi Berdiri, Jangan Takut Bela Rakyat Kecil

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pelantikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Antang Damang di Palangka Raya, Rabu (22/04/2026), membawa pesan keras dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah: hukum harus hadir untuk semua, bukan hanya untuk mereka yang punya akses dan kekuatan. Melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa keberadaan LBH […]

  • Hakim Tipikor Turun ke Permukiman Warga, Universitas Pancasila Dorong Kesadaran Hukum dari Akar Rumput

    Hakim Tipikor Turun ke Permukiman Warga, Universitas Pancasila Dorong Kesadaran Hukum dari Akar Rumput

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 46
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta Utara – Upaya membangun masyarakat yang taat hukum tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum di ruang pengadilan. Edukasi langsung kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting agar warga memahami hak dan kewajibannya sebelum persoalan hukum berkembang menjadi konflik. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan Program Studi Magister Ilmu […]

  • Presiden Prabowo Ungkap Selama 10 Tahun Dana Desa Tidak Sampai ke Rakyat

    Presiden Prabowo Ungkap Selama 10 Tahun Dana Desa Tidak Sampai ke Rakyat

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 121
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti persoalan serius penyaluran Dana Desa yang dinilai tidak sepenuhnya sampai ke masyarakat. Prabowo mengakui masalah tersebut telah berlangsung selama satu dekade, saat berada dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Prabowo menyatakan, selama bertahun-tahun pemerintah mengucurkan anggaran besar untuk desa, namun manfaatnya […]

expand_less