Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Wagub Edy Pratowo Dorong Pendidikan Siap Kerja, UMPR Jawab Lewat D1 Pertanian

Wagub Edy Pratowo Dorong Pendidikan Siap Kerja, UMPR Jawab Lewat D1 Pertanian

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
  • visibility 60
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya — Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mendorong perubahan arah pendidikan tinggi saat menghadiri Wisuda Gelombang I Tahun 2026 di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Kamis (23/4/2026).

Momentum wisuda yang meluluskan 723 mahasiswa itu sekaligus diwarnai peluncuran Program D1 Vokasi Pertanian dan peletakan batu pertama pembangunan UMPR Hall. Namun bagi pemerintah daerah, inti dari agenda ini lebih dari sekadar seremoni—yakni menjawab persoalan klasik: tingginya lulusan yang belum siap kerja.

Wagub menegaskan, lulusan perguruan tinggi tidak boleh lagi hanya kuat di teori, tetapi lemah di praktik.

Rektor UMPR, Muhammad Yusuf, mengungkapkan kampusnya kini memiliki 11.600 mahasiswa aktif yang tersebar di 42 program studi dan 15 fakultas. Ia menegaskan komitmen kampus untuk menyesuaikan sistem pendidikan dengan kebutuhan zaman, termasuk memperkuat jalur vokasi.

Edy Pratowo secara terbuka menyebut pendekatan pendidikan lama sudah tidak relevan jika tidak menghasilkan keterampilan nyata. Ia menilai, daerah tidak kekurangan lulusan, tetapi kekurangan tenaga kerja yang siap pakai.

“Kita tidak bisa terus mencetak sarjana tanpa kesiapan kerja. Dunia butuh keterampilan, bukan hanya gelar,” tegasnya.

Peluncuran Program D1 Pertanian menjadi langkah konkret yang langsung menyasar sektor unggulan di Kalimantan Tengah. Program ini dirancang menampung hingga 2.000 lulusan SMA/sederajat untuk dibekali keterampilan praktis di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan melalui Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya.

Pemerintah berharap program ini mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan angka pengangguran terdidik yang selama ini menjadi ironi di daerah dengan potensi sumber daya besar.

Di sisi lain, pembangunan UMPR Hall menandai ekspansi fisik kampus. Namun tantangan sebenarnya ada pada konsistensi: apakah program vokasi ini benar-benar dijalankan secara serius, atau hanya menjadi agenda peluncuran yang kuat di seremoni, tetapi lemah di implementasi.

Jika gagal dieksekusi, kritik lama akan kembali muncul—pendidikan tinggi menghasilkan lulusan, tetapi tidak menjawab kebutuhan nyata di lapangan. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Kilometer Demi Sebuah Mimpi

    Ratusan Kilometer Demi Sebuah Mimpi

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 75
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Tidak semua anak berani meninggalkan rumah demi mengejar masa depan. Namun, bagi Resi Septriasa, mimpi lebih besar daripada rasa takut berpisah dengan kampung halaman. Lulusan SMP Negeri 5 Selat, Kabupaten Kapuas, itu memilih merantau ke Palangka Raya untuk mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 di SMKN 2 Palangka Raya, […]

  • Angka serapan APBD sering dianggap sekadar urusan administrasi pemerintah. Padahal, di balik angka tersebut ada jalan yang belum dibangun

    APBD Kalteng Baru Terserap 30 Persen, Uangnya Ada di Mana?

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Angka serapan APBD sering dianggap sekadar urusan administrasi pemerintah. Padahal, di balik angka tersebut ada jalan yang belum dibangun, program yang belum berjalan, pekerjaan yang belum dimulai, hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang bisa ikut tertahan. Kondisi inilah yang membuat realisasi APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah hingga akhir Juli 2026 menarik perhatian. Dari total pagu sekitar […]

  • Gubernur Agustiar Sabran: Jangan Biarkan Dayak Hanya Jadi Penonton di Tanah Sendiri

    Gubernur Agustiar Sabran: Jangan Biarkan Dayak Hanya Jadi Penonton di Tanah Sendiri

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 130
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 GERDAYAK Indonesia tidak sekadar menjadi ajang seremonial organisasi masyarakat Dayak. Dari panggung peringatan itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengirim pesan yang lebih dalam: masyarakat Dayak harus bersatu, memperkuat kapasitas diri, dan mengambil peran utama dalam pembangunan daerah. Di hadapan pengurus GERDAYAK se-Kalimantan Tengah, unsur Forkopimda, […]

  • Masa Sidang Berganti, Pekerjaan Besar DPRD Kalteng Sudah Menanti

    Masa Sidang Berganti, Pekerjaan Besar DPRD Kalteng Sudah Menanti

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 36
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayanorneo – Pergantian masa persidangan DPRD Kalimantan Tengah bukan sekadar agenda rutin. Sejumlah pekerjaan besar sudah menunggu DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kalteng, mulai dari regulasi daerah hingga pembahasan anggaran pembangunan. Hal itu menjadi salah satu pesan yang disampaikan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo saat menghadiri Rapat Paripurna ke-9 DPRD Kalteng, Selasa (1/9/2026). Rapat […]

  • Publik Pertanyakan Keterbukaan PT GJP dalam Kerja Sama Pengelolaan Pluit Junction

    Publik Pertanyakan Keterbukaan PT GJP dalam Kerja Sama Pengelolaan Pluit Junction

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 67
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Rencana optimalisasi pengelolaan Mal Pluit Junction melalui kerja sama antara PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan PT Grha Jaya Pradana (GJP) memantik diskusi di ruang publik. Sejumlah pihak menilai perlu ada keterbukaan lebih luas, terutama menyangkut profil mitra swasta yang terlibat dalam pengelolaan aset milik daerah. Informasi kerja sama tersebut pertama kali disampaikan […]

  • BPS Kalteng Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Wajib Didukung, Pelaku Usaha Diminta Kooperatif

    BPS Kalteng Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Wajib Didukung, Pelaku Usaha Diminta Kooperatif

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 138
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan menuntut dukungan nyata dari pemerintah daerah dan kepatuhan pelaku usaha. Dalam rapat Tim Pelaksana, BPS menyatakan bahwa kualitas kebijakan pembangunan daerah bergantung langsung pada kejujuran dan kelengkapan data dunia usaha. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, […]

expand_less