Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Masa Sidang Berganti, Pekerjaan Besar DPRD Kalteng Sudah Menanti

Masa Sidang Berganti, Pekerjaan Besar DPRD Kalteng Sudah Menanti

  • account_circle fe
  • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar

PALANGKA RAYA, Dayanorneo – Pergantian masa persidangan DPRD Kalimantan Tengah bukan sekadar agenda rutin. Sejumlah pekerjaan besar sudah menunggu DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kalteng, mulai dari regulasi daerah hingga pembahasan anggaran pembangunan.

Hal itu menjadi salah satu pesan yang disampaikan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo saat menghadiri Rapat Paripurna ke-9 DPRD Kalteng, Selasa (1/9/2026).

Rapat tersebut sekaligus menandai berakhirnya Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 dan dimulainya Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026.

Edy hadir mewakili Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. Dalam sambutan gubernur yang dibacakannya, Edy menekankan bahwa agenda legislatif yang akan datang harus dibahas dengan melihat kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.

“Kita berharap seluruh agenda pembahasan tersebut dapat berjalan secara efektif, konstruktif, dan penuh semangat kebersamaan,” kata Edy.

Menurutnya, DPRD dan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab yang saling berkaitan. Kebijakan yang dibahas tidak cukup hanya selesai secara administratif, tetapi harus mampu menghasilkan regulasi dan keputusan anggaran yang berdampak bagi masyarakat.

Pada masa persidangan sebelumnya, DPRD Kalteng bersama Pemprov telah menyelesaikan sejumlah agenda penting. Di antaranya persetujuan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

DPRD juga telah menyepakati Rancangan KUA/PPAS Tahun Anggaran 2027 dan membahas Rancangan KUPA APBD Tahun Anggaran 2026.

Dari sisi legislasi, pembahasan juga menyentuh persoalan yang dekat dengan kepentingan masyarakat, seperti Raperda tentang Sengketa dan Konflik Pertanahan serta Raperda tentang Penyelenggaraan Perpustakaan dan Kearsipan.

Kini pekerjaan baru kembali menanti.

Pemprov Kalteng dan DPRD akan melanjutkan pembahasan Raperda Perpustakaan dan Kearsipan serta Raperda Penyelenggaraan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Raperda Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah, Raperda Perubahan APBD 2026 dan Raperda APBD 2027.

Edy berharap seluruh agenda tersebut dapat dibahas dengan komunikasi yang kuat antara eksekutif dan legislatif.

“Dengan mengedepankan kepentingan masyarakat serta memperhatikan kebutuhan dan dinamika pembangunan Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Bagi Pemprov Kalteng, sinergi dengan DPRD menjadi bagian penting untuk memastikan agenda pemerintahan, legislasi dan penganggaran berjalan searah dengan kebutuhan pembangunan daerah. (fe)

  • Penulis: fe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Refleksi Hari Ibu: Menggagas Peran Generasi Z di Tengah Arus Globalisasi

    Refleksi Hari Ibu: Menggagas Peran Generasi Z di Tengah Arus Globalisasi

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 171
    • 0Komentar

    DAYABORNEO – Setiap tanggal 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu, momen untuk menghormati jasa dan pengorbanan para ibu dalam keluarga maupun masyarakat. Lebih dari sekadar simbol penghormatan, Hari Ibu menjadi refleksi bagi setiap generasi, terutama Generasi Z, tentang nilai-nilai ketahanan, kreativitas, dan tanggung jawab sosial di era globalisasi yang cepat berubah. Hari Ibu: Lebih dari Sekadar […]

  • DPRD Kalteng Bongkar Problem Perkebunan, Konflik Lahan Baru Tertangani 26 Persen

    DPRD Kalteng Bongkar Problem Perkebunan, Konflik Lahan Baru Tertangani 26 Persen

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 108
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – DPRD Provinsi Kalimantan Tengah menyoroti keras carut-marut tata kelola sektor perkebunan di Kalimantan Tengah. Dalam evaluasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025, legislatif menilai penyelesaian konflik perkebunan berjalan lambat, sementara pengawasan terhadap perusahaan besar swasta masih menyisakan banyak persoalan di lapangan. Sorotan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-4 […]

  • Gubernur Agustiar Mulai Pembangunan Huma Betang, Ikon Budaya Dayak Disiapkan Mendunia

    Gubernur Agustiar Mulai Pembangunan Huma Betang, Ikon Budaya Dayak Disiapkan Mendunia

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 77
    • 0Komentar

    MAHARATINEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi memulai pembangunan Huma Betang yang diproyeksikan menjadi pusat pelestarian budaya Dayak sekaligus ikon baru Kalimantan Tengah. Dimulainya pembangunan ditandai dengan pemasangan tiang pertama oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di kawasan eks lahan Dinas Kehutanan, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (23/7/2026). Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan […]

  • Prabowo Tinjau Shelter Nelayan di Gorontalo, Perkuat Hilirisasi Perikanan Rakyat

    Prabowo Tinjau Shelter Nelayan di Gorontalo, Perkuat Hilirisasi Perikanan Rakyat

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 87
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Gorontalo — Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung shelter sortir dan pengepakan ikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat infrastruktur perikanan rakyat sekaligus membangun sistem distribusi hasil laut yang lebih modern dan terintegrasi. Di kawasan shelter nelayan itu, Presiden melihat aktivitas penyortiran hasil […]

  • Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Kalimantan Tengah tidak lahir dari hadiah kekuasaan. Provinsi ini lahir dari tekanan, tuntutan, dan perjuangan panjang masyarakat Dayak yang merasa tanah mereka selama bertahun-tahun hanya menjadi halaman belakang pembangunan di Pulau Kalimantan. Jauh sebelum resmi berdiri pada 23 Mei 1957, suara kemarahan rakyat pedalaman sudah menggema dari Barito, Kapuas, hingga Kotawaringin. Masyarakat Dayak saat itu […]

  • Malam Bakat Jagau Nyai Kalteng 2026 Bergema, Duta Budaya Harus Jadi Wajah Pariwisata Daerah

    Malam Bakat Jagau Nyai Kalteng 2026 Bergema, Duta Budaya Harus Jadi Wajah Pariwisata Daerah

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 62
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Suasana GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya dipenuhi semangat budaya dan kreativitas generasi muda saat Malam Unjuk Bakat Jagau Nyai Kalimantan Tengah Tahun 2026 digelar, Senin (18/5/2026) malam. Ajang yang menjadi bagian dari Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 itu menghadirkan penampilan para finalis dari seluruh daerah di Kalimantan Tengah. Penjabat (Pj.) […]

expand_less