Kenapa Orang Indonesia Menamai Anak dengan Tokoh Anime?
- account_circle fe
- calendar_month Sen, 10 Agu 2026
- visibility 70
- comment 0 komentar

Dok. Ilustrasi
DAYABORNEO – Bagi sebagian orang, nama bukan sekadar rangkaian kata yang tertulis di kartu identitas. Nama bisa menyimpan kenangan, harapan, bahkan cerita tentang hal yang pernah begitu dekat dengan kehidupan seseorang.
Itulah yang membuat fenomena nama tokoh anime di Indonesia menarik perhatian. Di tengah beragamnya nama yang digunakan masyarakat, sejumlah nama karakter anime ternyata masuk dalam data administrasi kependudukan.
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi mengungkap fenomena tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026 sekaligus Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026.
“Ada nama-nama yang menggunakan tokoh animasi. Ternyata orang tua yang suka animasi, ini serius,” ujar Teguh.
Data Dukcapil mencatat nama Uzumaki digunakan oleh 190 orang. Kemudian Nobita 181 orang, Sasuke 158 orang, Naruto 157 orang dan Uchiha 152 orang.
Nama lain yang tercatat antara lain D. Luffy sebanyak 79 orang, Shinchan 65 orang, Boruto 60 orang, Usopp 37 orang, Inuyasha 23 orang, Doraemon 16 orang dan Suneo delapan orang.
Jika angka tersebut dijumlahkan, terdapat 1.126 penduduk yang menggunakan 12 nama tersebut.
Nama Bisa Menjadi Kenangan
Bagi orang tua yang tumbuh bersama anime, karakter tertentu mungkin memiliki tempat tersendiri dalam ingatan.
Doraemon, misalnya, telah dikenal oleh beberapa generasi penonton Indonesia. Begitu pula Naruto dan One Piece yang memiliki penggemar luas.
Ketika seseorang yang dahulu menikmati anime kemudian menjadi orang tua, karakter yang pernah menemani masa kecil atau masa mudanya bisa menjadi bagian dari cerita keluarga.
Dalam konteks ini, nama bukan hanya tentang karakter fiksi. Nama tersebut dapat menjadi pengingat terhadap sebuah masa yang pernah dilalui orang tua.
Bukan Sekadar Meniru Karakter
Memberikan nama anak dengan nama tokoh anime juga tidak selalu berarti orang tua sekadar meniru karakter yang ada di layar.
Sebuah nama bisa dipilih karena bunyinya dianggap menarik, mudah diingat atau memiliki hubungan emosional tertentu dengan pemberinya.
Selain itu, karakter dalam cerita biasanya memiliki perjalanan hidup yang membuatnya mudah diingat. Ada tokoh yang dikenal karena keberanian, persahabatan, kegigihan, kecerdikan atau kesetiaannya.
Nilai yang melekat pada karakter tersebut bisa saja menjadi salah satu pertimbangan pribadi orang tua ketika memilih sebuah nama.
Namun, alasan tersebut tidak dapat digeneralisasi kepada seluruh pemilik nama anime. Data Dukcapil hanya menunjukkan nama yang tercatat dan tidak menjelaskan alasan masing-masing keluarga.
Anime Sudah Menjadi Bagian dari Budaya Populer
Perubahan teknologi ikut memperluas pengaruh anime di Indonesia.
Jika dahulu anime banyak dikenal melalui tayangan televisi, kini masyarakat dapat menemukan berbagai judul melalui internet dan platform digital. Informasi mengenai karakter, cerita dan komunitas penggemarnya pun semakin mudah ditemukan.
Akibatnya, nama seperti Naruto, Sasuke, Luffy dan Nobita tidak lagi terdengar asing bagi masyarakat Indonesia.
Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana budaya populer dapat bergerak dari layar hiburan menuju kehidupan sehari-hari.
Ketika Nama Menjadi Identitas
Nama yang diberikan kepada seorang anak pada akhirnya akan menjadi bagian dari identitasnya. Karena itu, hubungan seseorang dengan karakter yang menjadi inspirasi nama tersebut belum tentu sama ketika ia dewasa.
Seseorang yang bernama Naruto, misalnya, tidak otomatis menjadi penggemar berat serial Naruto. Begitu pula seseorang bernama Nobita tidak berarti memiliki karakter yang sama dengan tokoh dalam Doraemon.
Nama adalah pemberian dari keluarga, sedangkan identitas seseorang berkembang melalui pengalaman hidupnya sendiri.
Fenomena 1.126 penduduk dengan nama yang berkaitan dengan tokoh anime tersebut menjadi gambaran kecil mengenai bagaimana masyarakat Indonesia memberi makna terhadap sebuah nama.
Di balik nama yang terdengar unik, bisa saja terdapat cerita tentang masa kecil, tontonan favorit, kenangan keluarga atau sekadar pilihan nama yang dianggap menarik.
Pada akhirnya, nama tokoh anime yang muncul dalam data kependudukan bukan hanya soal anime. Fenomena itu juga memperlihatkan bagaimana zaman, budaya populer dan pengalaman pribadi dapat ikut membentuk cara orang tua memilih sebuah nama. (red-fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar