Presiden Prabowo Bangun Sentra Nelayan Modern dari Pesisir Gorontalo
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Ming, 10 Mei 2026
- visibility 75
- comment 0 komentar

Dok. BPMI Setpres.
DAYABORNEO, Gorontalo — Presiden Prabowo Subianto mulai menggerakkan agenda besar transformasi sektor kelautan nasional dari pesisir, saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
Presiden menegaskan pembangunan ekonomi maritim tidak boleh lagi berhenti pada penangkapan ikan, tetapi harus masuk ke tahap industrialisasi dan penguatan rantai distribusi hasil laut.
Di kawasan pesisir itu, pemerintah menyiapkan fasilitas terintegrasi di atas lahan hampir 4.000 meter persegi, mulai dari pabrik es, cold storage, fasilitas distribusi logistik, hingga dukungan sarana operasional nelayan. Model ini dirancang untuk membentuk ekosistem perikanan modern yang efisien, produktif, dan langsung menyentuh kebutuhan nelayan kecil.
Presiden menilai sektor perikanan selama ini menyimpan potensi ekonomi besar, tetapi belum sepenuhnya dikelola dengan pendekatan industri yang kuat. Karena itu, pemerintah ingin memastikan nelayan mendapat akses yang lebih mudah terhadap sarana produksi, logistik, dan pasar.
“Nelayan kita bekerja dalam risiko tinggi, tetapi kontribusinya besar bagi ketahanan pangan nasional. Negara harus hadir dengan sistem yang membuat mereka lebih produktif dan lebih sejahtera,” ujar Presiden Prabowo.
Sebagai penguatan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan 1.582 kapal ikan yang nantinya dikelola melalui koperasi. Skema ini diharapkan membangun model ekonomi pesisir berbasis kelembagaan, di mana nelayan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi tumbuh bersama dalam sistem usaha yang lebih modern dan berkelanjutan.
“Kalau ekosistemnya kuat, kesejahteraan nelayan akan ikut terangkat,” tegas Prabowo.
Dari Leato Selatan, pemerintah memberi pesan jelas: masa depan ekonomi biru Indonesia dimulai dari kampung nelayan yang dibangun dengan visi besar. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar