Kamis, 30 Jul 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Dibalik Pesan Notifikasi, KPK Usut Dugaan Korupsi Rp2 Triliun di BRI-Telkom

Dibalik Pesan Notifikasi, KPK Usut Dugaan Korupsi Rp2 Triliun di BRI-Telkom

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
  • visibility 105
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta — Di era perbankan digital, notifikasi transaksi melalui SMS dan WhatsApp telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas jutaan nasabah. Setiap transfer, penarikan, hingga pembayaran tercatat dan dikirim dalam hitungan detik.

Namun di balik layanan yang tampak sederhana itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini mencium dugaan penyimpangan bernilai fantastis yang melibatkan dua perusahaan pelat merah raksasa, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Telkom Indonesia.

KPK resmi memulai penyidikan dugaan korupsi dalam pengadaan layanan notifikasi perbankan yang digunakan untuk mengirim informasi transaksi kepada nasabah melalui SMS dan WhatsApp. Nilai kerugian negara yang sedang dihitung penyidik disebut mendekati Rp2 triliun.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidikan dilakukan setelah lembaganya menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) umum pada Jumat (5/6/2026).

“Perkara yang sedang diusut berkaitan dengan pengadaan notifikasi perbankan berbasis SMS dan WhatsApp. Sampai saat ini belum ada penetapan tersangka,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya.

Meski belum mengungkap konstruksi perkara secara rinci, langkah KPK menaikkan status penanganan ke tahap penyidikan menunjukkan adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dinilai cukup serius.

Kasus ini menambah daftar persoalan pengadaan yang pernah menghantam kedua BUMN tersebut. Di BRI, KPK sebelumnya menangani perkara pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang menyeret sejumlah petinggi perusahaan dan pihak swasta.

Sementara, Telkom pernah terseret kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat teknologi informasi yang menimbulkan kerugian negara ratusan miliar rupiah.

Penyidik kini diperkirakan akan menelusuri seluruh rantai pengadaan, mulai dari proses perencanaan, pemilihan vendor, penetapan harga, hingga aliran dana yang mengalir dari proyek tersebut.

Dengan nilai dugaan kerugian yang hampir mencapai Rp2 triliun, perkara ini berpotensi menjadi salah satu skandal pengadaan layanan digital terbesar yang pernah diusut KPK di lingkungan BUMN. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Logo 69 Tahun Kalteng Diluncurkan, Menjaga Akar Budaya, Menatap Masa Depan

    Logo 69 Tahun Kalteng Diluncurkan, Menjaga Akar Budaya, Menatap Masa Depan

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 193
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-69 Kalimantan Tengah, sebuah simbol yang bukan hanya menandai usia, tetapi juga memotret perjalanan panjang daerah ini sebagai tanah yang tumbuh di atas warisan adat, kekayaan alam, dan semangat kebersamaan yang terus hidup. Bagi Kalimantan Tengah, usia ke-69 bukan sekadar hitungan waktu. […]

  • Jelang HUT ke-69, Pemprov Kalteng Gelar Operasi Harga Lewat Gerakan Pangan Murah

    Jelang HUT ke-69, Pemprov Kalteng Gelar Operasi Harga Lewat Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 54
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi Kalteng mulai bergerak menahan tekanan harga bahan pokok melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar di Bundaran Besar Palangka Raya, Senin (18/5/2026). Langkah ini dinilai sebagai respons cepat pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi gejolak inflasi yang kerap meningkat menjelang […]

  • Komdigi Siapkan Paket Komunikasi Terjangkau untuk Nataru 2025–2026

    Komdigi Siapkan Paket Komunikasi Terjangkau untuk Nataru 2025–2026

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 175
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil langkah strategis untuk menjamin kelancaran komunikasi publik selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan menggandeng seluruh operator seluler di Indonesia menyediakan paket layanan khusus berbiaya terjangkau. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga konektivitas masyarakat di tengah lonjakan mobilitas dan aktivitas digital pada masa […]

  • Gubernur Kalteng Gelar Pasar Murah, Warga Tebus Sembako Rp10 Ribu

    Gubernur Kalteng Gelar Pasar Murah, Warga Tebus Sembako Rp10 Ribu

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat menekan lonjakan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Gubernur Kalimantan Tengah membuka langsung Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah dengan menyalurkan ribuan paket sembako bersubsidi bagi masyarakat di halaman Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Selasa (10/3/2026). Program ini menjadi langkah konkret pemerintah […]

  • Bupati Fadia Arafiq Diduga Kendalikan Proyek dari Balik Perusahaan Keluarga

    Bupati Fadia Arafiq Diduga Kendalikan Proyek dari Balik Perusahaan Keluarga

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 74
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (FAR) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan FAR diduga memiliki konflik kepentingan karena perusahaan yang memenangkan sejumlah proyek pemerintah merupakan milik keluarganya. “KPK menetapkan FAR selaku Bupati Pekalongan sebagai […]

  • 11 OTT KPK Sepanjang 2025, Kepala Daerah hingga Pejabat Pusat Terseret Korupsi

    11 OTT KPK Sepanjang 2025, Kepala Daerah hingga Pejabat Pusat Terseret Korupsi

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 186
    • 0Komentar

    DAYABORNEO – Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat sepanjang tahun 2025 telah melakukan 11 Operasi Tangkap Tangan (OTT) di berbagai daerah dan instansi pemerintah. Sejumlah kepala daerah, pejabat kementerian, hingga aparat penegak hukum ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai perkara dugaan tindak pidana korupsi. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyampaikan capaian tersebut saat memaparkan kinerja KPK […]

expand_less