Karhutla Mengintai 2026, BPBD Kalteng Peringatkan Daerah Jangan Lengah Hadapi Musim Kemarau
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Rab, 28 Jan 2026
- visibility 46
- comment 0 komentar

Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah dan BMKG Provinsi Kalimantan Tengah
DAYABORNEO, Palangka Raya – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali membayangi Kalimantan Tengah pada 2026. Menghadapi potensi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla secara daring, sebagai langkah awal memperketat kewaspadaan lintas daerah, Kamis (22/1/2026).
Rapat ini melibatkan Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, BMKG Provinsi Kalimantan Tengah, serta BPJS Ketenagakerjaan. Forum tersebut menjadi sinyal tegas bahwa pemerintah daerah tidak boleh mengulang kelengahan yang berujung pada bencana kabut asap.
Sambutan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Tengah disampaikan Sekretaris BPBD Kalteng, Noor Aswad. Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak boleh bersifat reaktif dan harus dimulai jauh sebelum musim kemarau tiba.
“Kesiapsiagaan harus dilakukan sejak awal. Pencegahan menjadi kunci utama agar kebakaran hutan dan lahan dapat dikendalikan dan tidak menimbulkan dampak luas bagi masyarakat,” tegas Noor Aswad.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat, khususnya di wilayah rawan karhutla. Penguatan posko dan pos lapangan dinilai krusial untuk mempercepat respons di lapangan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalteng, Alpius Patanan, memaparkan langkah konkret penanganan karhutla sesuai Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 24 Tahun 2017.
“Penanganan karhutla dilakukan secara terpadu, mulai dari pengkajian cepat, patroli gabungan, penguatan posko, hingga penegakan hukum,” ujar Alpius. Ia menambahkan, optimalisasi sumur bor, sekat bakar, sekat kanal, sistem peringatan dini, serta mobilisasi relawan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pengendalian.
Dari sisi iklim, BMKG Kalteng mengingatkan potensi El Nino lemah pada 2026. Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Kalteng, Anton Budiyono, menegaskan perlunya peningkatan kesiapsiagaan.
“Musim kemarau berpotensi terjadi dengan sifat sebagian di bawah normal. Ini tetap membutuhkan kewaspadaan penuh,” katanya.
BPBD Kalteng menegaskan, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat demi mencegah karhutla meluas dan memastikan Kalimantan Tengah tidak kembali terjebak dalam krisis kabut asap. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar