Inflasi Kalteng Tembus 4,96 Persen, Kapuas Jadi Daerah dengan Kenaikan Tertinggi
- account_circle fe
- calendar_month Sel, 1 Sep 2026
- visibility 36
- comment 0 komentar

Foto. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, menyampaikan capaian inflasi dalam rilis statistik, Selasa (1/9/2026).
PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Tekanan harga di Kalimantan Tengah masih cukup tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng mencatat inflasi tahunan pada Agustus 2026 mencapai 4,96 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,06.
Angka tersebut menunjukkan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat mengalami kenaikan dibandingkan Agustus 2025.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, menyampaikan capaian inflasi tersebut dalam rilis statistik, Selasa (1/9/2026).
“Pada Agustus 2026, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi tahunan year-on-year sebesar 4,96 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 113,06,” kata Toto.
Yang menarik, tekanan inflasi tidak merata di seluruh wilayah. Kabupaten Kapuas mencatat inflasi tahunan tertinggi, yakni 6,20 persen dengan IHK 114,56.
Sementara itu, Sampit menjadi wilayah dengan inflasi tahunan terendah, yaitu 4,06 persen dengan IHK 111,86.
“Inflasi year-on-year tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 6,20 persen dengan IHK sebesar 114,56. Sedangkan inflasi year-on-year terendah terjadi di Sampit sebesar 4,06 persen dengan IHK sebesar 111,86,” ujar Toto.
BPS mencatat kenaikan harga terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tahunan terbesar dengan angka 9,66 persen.
Berikutnya, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi 7,10 persen, sedangkan kelompok transportasi mencapai 6,73 persen.
Sejumlah kelompok lainnya juga mengalami kenaikan, antara lain penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,94 persen, perlengkapan dan peralatan rumah tangga 2,34 persen, serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,31 persen.
Kelompok pendidikan tercatat mengalami inflasi 2,23 persen, pakaian dan alas kaki 2,03 persen, kesehatan 1,76 persen, serta rekreasi, olahraga dan budaya 1,53 persen. Sementara informasi, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,41 persen.
Untuk pergerakan harga secara bulanan, inflasi Agustus 2026 tercatat 0,17 persen. Sedangkan inflasi sejak awal tahun hingga Agustus atau year-to-date mencapai 2,80 persen.
Data tersebut menjadi gambaran bahwa tekanan harga di Kalteng masih perlu mendapat perhatian, terutama pada kelompok kebutuhan masyarakat yang mencatat kenaikan cukup tinggi. (fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar