Dudung Buka Kartu di Hadapan Dubes Belanda, Investasi hingga Ketahanan Pangan Jadi Sorotan
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 30 Jun 2026
- visibility 64
- comment 0 komentar

Dok. Facebook Kantor Staf Presiden Republik Indonesia.
DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah Indonesia mengirim sinyal kuat kepada dunia internasional. Di hadapan Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman memaparkan langsung arah pembangunan nasional di era Presiden Prabowo Subianto, mulai dari program Makan Bergizi Gratis hingga agenda besar memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (29/6/2026), tidak sekadar menjadi agenda diplomatik. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mempertegas komitmen Indonesia dalam memperluas kerja sama dengan Belanda di berbagai sektor yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.
Hubungan bilateral yang telah terjalin selama 76 tahun itu dibahas dalam perspektif yang lebih luas. Kedua negara menjajaki peluang kolaborasi di bidang investasi, perdagangan, pendidikan, teknologi, lingkungan, kemaritiman, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Dalam kesempatan tersebut, Dudung menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mengakselerasi berbagai program unggulan Presiden Prabowo sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih mandiri dan berdaya saing.
“Program-program prioritas pemerintah diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan nasional melalui penguatan sektor pangan, energi, kesehatan, dan pengelolaan sumber daya air,” ujar Dudung.
Ia menjelaskan, program Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, hingga pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun pemerataan kesejahteraan dari desa hingga perkotaan.
Di hadapan delegasi Belanda, Dudung juga menegaskan bahwa Indonesia tetap membuka ruang kerja sama dengan seluruh negara, selama dilandasi prinsip saling menghormati, saling menguntungkan, dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Pertemuan tersebut memperlihatkan upaya pemerintah memperkuat diplomasi ekonomi sekaligus menarik kepercayaan mitra internasional terhadap berbagai agenda pembangunan nasional. Dengan hubungan Indonesia–Belanda yang terus berkembang, kolaborasi diharapkan tidak berhenti pada tataran diplomasi, tetapi mampu melahirkan investasi, transfer teknologi, serta kerja sama konkret yang memberi manfaat bagi kedua negara. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar