Prabowo: Masa Depan Indonesia Ditentukan Ilmu Pengetahuan, Bukan Sekadar Kekayaan Alam
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sen, 29 Jun 2026
- visibility 52
- comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak lagi cukup bergantung pada melimpahnya sumber daya alam. Kemajuan bangsa, menurutnya, hanya dapat dicapai melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang lahir dari perguruan tinggi serta lembaga riset nasional.
Pesan tersebut disampaikan Presiden saat membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026).
Di hadapan ratusan guru besar, akademisi, peneliti, dan pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, Prabowo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum yang dinilainya menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah pembangunan Indonesia berbasis ilmu pengetahuan.
Presiden mengatakan, sejarah telah membuktikan bahwa setiap lompatan besar dalam peradaban manusia selalu diawali oleh kemajuan sains dan teknologi. Mulai dari revolusi pertanian yang mengubah pola hidup manusia hingga perkembangan industri modern, seluruhnya lahir dari kekuatan riset dan inovasi.
Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan kalangan akademisi dalam menyusun berbagai kebijakan strategis nasional. Menurut Prabowo, kehadiran para ilmuwan di lingkaran pengambilan keputusan merupakan kebutuhan agar setiap kebijakan didasarkan pada data, penelitian, dan kajian ilmiah.
“Kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia yang unggul,” ujar Presiden.
Prabowo menilai perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi tempat mencetak lulusan, tetapi harus tampil sebagai pusat lahirnya solusi atas berbagai persoalan bangsa, mulai dari ketahanan pangan, energi, kesehatan, hingga transformasi industri.
Ia berharap Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 mampu melahirkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan pemerintah dalam mempercepat pembangunan nasional. Sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan komunitas riset diyakini akan memperkuat daya saing Indonesia di tengah kompetisi global yang semakin ketat.
Bagi Prabowo, investasi terbesar bangsa bukan hanya pembangunan infrastruktur fisik, melainkan pembangunan manusia yang cerdas, kreatif, dan mampu menghasilkan inovasi. Dengan fondasi tersebut, Indonesia diyakini mampu menjadi negara maju yang disegani di tingkat dunia. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar