Jumat, 5 Jun 2026
light_mode
Beranda » Artikel » Pancasila Sudah Hidup di Tanah Dayak Sebelum Menjadi Dasar Negara

Pancasila Sudah Hidup di Tanah Dayak Sebelum Menjadi Dasar Negara

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar

Huma Betang, Warisan Kalimantan Tengah untuk Indonesia

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum mengenang lahirnya dasar negara yang digagas oleh Presiden Soekarno pada 1945. Namun jauh sebelum Pancasila resmi menjadi fondasi kehidupan berbangsa, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sejatinya telah hidup dan dipraktikkan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.

Nilai persatuan, gotong royong, musyawarah, toleransi, hingga keadilan sosial telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dayak melalui filosofi Huma Betang, sebuah konsep hidup bersama yang diwariskan turun-temurun sejak ratusan tahun lalu.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi bangsa saat ini, mulai dari polarisasi politik, penyebaran hoaks, hingga konflik identitas di ruang digital, falsafah Huma Betang justru semakin relevan untuk menguatkan semangat kebangsaan Indonesia.

Huma Betang, Miniatur Indonesia dari Jantung Borneo

Bagi masyarakat Dayak, Huma Betang bukan sekadar rumah panjang tradisional. Lebih dari itu, Huma Betang merupakan simbol kehidupan bersama yang mengajarkan bagaimana perbedaan dapat hidup berdampingan dalam satu ruang yang sama.

Di dalam satu Huma Betang, puluhan bahkan ratusan orang dapat tinggal bersama meskipun berasal dari latar belakang keluarga, keyakinan, dan kepentingan yang berbeda. Mereka memiliki ruang masing-masing, tetapi tetap menjunjung tinggi kepentingan bersama.

Nilai itulah yang kemudian dikenal sebagai filosofi Huma Betang, sebuah pandangan hidup yang menempatkan kebersamaan, toleransi, kesetaraan, dan musyawarah sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bahkan menjadikan Huma Betang sebagai falsafah pembangunan daerah yang terus dikampanyekan dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Jika ditarik lebih luas, konsep tersebut memiliki kesamaan yang sangat kuat dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Persatuan Indonesia, musyawarah untuk mufakat, penghormatan terhadap perbedaan, hingga keadilan sosial telah hidup dalam praktik masyarakat Dayak jauh sebelum Indonesia merdeka.

Toleransi yang Menjadi Identitas Kalimantan Tengah

Salah satu bukti nyata hidupnya nilai-nilai Pancasila di Kalimantan Tengah dapat dilihat dari kehidupan masyarakat yang multietnis dan multireligius.

Kalimantan Tengah dihuni berbagai kelompok masyarakat, mulai dari Dayak, Banjar, Jawa, Bugis, Sunda, Batak, Madura, Melayu hingga Tionghoa. Beragam agama dan kepercayaan juga hidup berdampingan, mulai dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha hingga Kaharingan yang kini menjadi bagian dari agama Hindu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah menunjukkan jumlah penduduk provinsi ini telah mencapai lebih dari 2,8 juta jiwa dengan komposisi yang sangat beragam dari sisi etnis maupun agama.

Meski memiliki keberagaman tinggi, Kalimantan Tengah relatif mampu menjaga stabilitas sosial dan kerukunan masyarakat. Berbagai perayaan keagamaan berlangsung dalam suasana saling menghormati. Tidak jarang masyarakat berbeda agama ikut membantu pelaksanaan kegiatan keagamaan satu sama lain.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa toleransi di Kalimantan Tengah bukan hanya slogan, melainkan bagian dari budaya hidup masyarakat sehari-hari.

Ketika Pancasila Diuji di Era Digital

Meski demikian, tantangan zaman terus berubah. Jika generasi terdahulu menghadapi ancaman perpecahan secara fisik, generasi saat ini menghadapi ancaman baru yang datang melalui ruang digital.

Media sosial memungkinkan informasi menyebar dengan sangat cepat. Di satu sisi, teknologi membuka akses pengetahuan yang luas. Namun di sisi lain, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi sosial juga semakin mudah terjadi.

Berdasarkan berbagai survei nasional mengenai literasi digital, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi masih menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Dalam konteks tersebut, nilai-nilai Huma Betang menjadi semakin penting. Filosofi menghargai perbedaan, mengedepankan dialog, dan mengutamakan kepentingan bersama dapat menjadi benteng sosial menghadapi perpecahan yang kerap muncul di ruang digital.

Generasi muda Kalimantan Tengah memiliki peran strategis untuk membawa nilai-nilai tersebut ke era modern. Tidak hanya menjaga budaya Dayak, tetapi juga menjadikannya sebagai inspirasi dalam membangun ruang digital yang sehat dan inklusif.

Kebangkitan Pancasila dari Tanah Dayak

Peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum ini perlu dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai yang selama ini menjadi perekat bangsa.

Bagi Kalimantan Tengah, nilai itu bukan sesuatu yang asing. Masyarakat Dayak telah mewariskannya melalui filosofi Huma Betang yang hingga kini tetap hidup di tengah modernisasi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya menjaga warisan tersebut melalui penguatan pendidikan karakter, pelestarian budaya lokal, pengembangan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), hingga berbagai program yang menanamkan nilai Huma Betang kepada generasi muda.

Di tengah dunia yang semakin terhubung namun rentan terpecah oleh perbedaan, Kalimantan Tengah sesungguhnya memiliki pelajaran penting untuk Indonesia.

Bahwa persatuan tidak lahir dari kesamaan, melainkan dari kemampuan menghormati perbedaan.

Dan jauh sebelum Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara, masyarakat Dayak telah membuktikan bahwa nilai-nilai itu dapat hidup, tumbuh, dan menjaga harmoni dalam kehidupan sehari-hari.

Dari jantung Borneo, Huma Betang mengajarkan satu hal sederhana namun sangat penting bagi Indonesia: berbeda bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk tetap bersatu. (red)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Dorong Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global Di KTT ASEAN ke-48

    Presiden Prabowo Dorong Ketahanan Pangan dan Energi Hadapi Krisis Global Di KTT ASEAN ke-48

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DAYABORNEO — Presiden Prabowo Subianto menuntaskan rangkaian kunjungan kerja ke Filipina dalam agenda Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-48 di Cebu dengan membawa semangat penguatan ketahanan pangan dan energi sebagai prioritas kawasan Asia Tenggara menghadapi ketidakpastian global. Dalam berbagai sesi pertemuan, Presiden Prabowo bersama para pemimpin ASEAN menekankan pentingnya memperkuat kerja sama regional untuk menjaga stabilitas […]

  • Perusahaan Manipulasi CPO Jadi POME di Sumatra, Digeledah!

    Perusahaan Manipulasi CPO Jadi POME di Sumatra, Digeledah!

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 112
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Penyidik Kejaksaan Agung terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi dalam tata niaga ekspor sawit. Sejumlah lokasi di Pekanbaru dan Medan digeledah untuk mengumpulkan bukti terkait dugaan rekayasa kode ekspor Crude Palm Oil (CPO) menjadi Palm Oil Mill Effluent (POME) dan produk turunan lain sepanjang 2022–2024. Langkah ini menjadi bagian dari pendalaman perkara yang […]

  • Jelang Tahun Baru, Bupati Barito Timur Tetapkan Status Darurat Bencana Banjir

    Jelang Tahun Baru, Bupati Barito Timur Tetapkan Status Darurat Bencana Banjir

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 167
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Tamiang Layang – Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Pemerintah Kabupaten Barito Timur mengambil langkah cepat dengan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir. Keputusan ini diambil menyusul meningkatnya intensitas hujan yang menyebabkan genangan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan perbatasan antar kabupaten. Penetapan status darurat tersebut tertuang dalam Instruksi Bupati Barito Timur Nomor 130/187/PEM/XII/2025 tentang Tanggap […]

  • IKA PMII Kalteng Gelar Bukber dan Diskusi: Kaderisasi Wajib Diperkuat, Alumni Diminta Turun Tangan

    IKA PMII Kalteng Gelar Bukber dan Diskusi: Kaderisasi Wajib Diperkuat, Alumni Diminta Turun Tangan

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 46
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kalimantan Tengah menggelar buka puasa bersama sekaligus diskusi konsolidasi bertajuk “Merajut Kiprah IKA PMII Kalteng Masa Kini” di Palangka Raya, Sabtu (28/2/2026) sore. Forum ini memantapkan arah gerak organisasi alumni agar tidak berhenti pada seremoni, tetapi menghasilkan agenda kerja yang terukur. Ketua IKA […]

  • Kejurnas Offroad 2026 Dimulai, Gubernur: Kalteng Siap Jadi Tuan Rumah Event Nasional

    Kejurnas Offroad 2026 Dimulai, Gubernur: Kalteng Siap Jadi Tuan Rumah Event Nasional

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 87
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Aroma lumpur, raungan mesin, dan adrenalin ekstrem membakar kawasan Sirkuit Sukamulya Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, saat Kejuaraan Nasional Adventure Offroad Putaran II Piala Gubernur dan Tangkiling Offroad Extreme 4 Tahun 2026 resmi dibuka, Sabtu (16/5/2026). Gubernur Agustiar Sabran hadir langsung bersama unsur Forkopimda membuka ajang nasional yang mempertemukan offroader dari berbagai […]

  • APBD Kalteng Terjun Bebas 34,71 Persen, Pemprov Dipaksa Pangkas Ambisi Pembangunan 2026

    APBD Kalteng Terjun Bebas 34,71 Persen, Pemprov Dipaksa Pangkas Ambisi Pembangunan 2026

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Realitas pahit fiskal menghantam Kalimantan Tengah pada 2026. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalteng anjlok tajam hingga 34,71 persen. Dari sebelumnya Rp8,3 triliun pada 2025, kini hanya tersisa sekitar Rp5,4 triliun. Kondisi ini memaksa Pemerintah Provinsi Kalteng mengerem ambisi dan mengerucutkan arah pembangunan secara ketat. Penurunan drastis ini bukan […]

expand_less