Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Artikel » Pancasila Sudah Hidup di Tanah Dayak Sebelum Menjadi Dasar Negara

Pancasila Sudah Hidup di Tanah Dayak Sebelum Menjadi Dasar Negara

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
  • visibility 107
  • comment 0 komentar

Huma Betang, Warisan Kalimantan Tengah untuk Indonesia

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum mengenang lahirnya dasar negara yang digagas oleh Presiden Soekarno pada 1945. Namun jauh sebelum Pancasila resmi menjadi fondasi kehidupan berbangsa, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sejatinya telah hidup dan dipraktikkan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.

Nilai persatuan, gotong royong, musyawarah, toleransi, hingga keadilan sosial telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dayak melalui filosofi Huma Betang, sebuah konsep hidup bersama yang diwariskan turun-temurun sejak ratusan tahun lalu.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi bangsa saat ini, mulai dari polarisasi politik, penyebaran hoaks, hingga konflik identitas di ruang digital, falsafah Huma Betang justru semakin relevan untuk menguatkan semangat kebangsaan Indonesia.

Huma Betang, Miniatur Indonesia dari Jantung Borneo

Bagi masyarakat Dayak, Huma Betang bukan sekadar rumah panjang tradisional. Lebih dari itu, Huma Betang merupakan simbol kehidupan bersama yang mengajarkan bagaimana perbedaan dapat hidup berdampingan dalam satu ruang yang sama.

Di dalam satu Huma Betang, puluhan bahkan ratusan orang dapat tinggal bersama meskipun berasal dari latar belakang keluarga, keyakinan, dan kepentingan yang berbeda. Mereka memiliki ruang masing-masing, tetapi tetap menjunjung tinggi kepentingan bersama.

Nilai itulah yang kemudian dikenal sebagai filosofi Huma Betang, sebuah pandangan hidup yang menempatkan kebersamaan, toleransi, kesetaraan, dan musyawarah sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bahkan menjadikan Huma Betang sebagai falsafah pembangunan daerah yang terus dikampanyekan dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Jika ditarik lebih luas, konsep tersebut memiliki kesamaan yang sangat kuat dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Persatuan Indonesia, musyawarah untuk mufakat, penghormatan terhadap perbedaan, hingga keadilan sosial telah hidup dalam praktik masyarakat Dayak jauh sebelum Indonesia merdeka.

Toleransi yang Menjadi Identitas Kalimantan Tengah

Salah satu bukti nyata hidupnya nilai-nilai Pancasila di Kalimantan Tengah dapat dilihat dari kehidupan masyarakat yang multietnis dan multireligius.

Kalimantan Tengah dihuni berbagai kelompok masyarakat, mulai dari Dayak, Banjar, Jawa, Bugis, Sunda, Batak, Madura, Melayu hingga Tionghoa. Beragam agama dan kepercayaan juga hidup berdampingan, mulai dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha hingga Kaharingan yang kini menjadi bagian dari agama Hindu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah menunjukkan jumlah penduduk provinsi ini telah mencapai lebih dari 2,8 juta jiwa dengan komposisi yang sangat beragam dari sisi etnis maupun agama.

Meski memiliki keberagaman tinggi, Kalimantan Tengah relatif mampu menjaga stabilitas sosial dan kerukunan masyarakat. Berbagai perayaan keagamaan berlangsung dalam suasana saling menghormati. Tidak jarang masyarakat berbeda agama ikut membantu pelaksanaan kegiatan keagamaan satu sama lain.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa toleransi di Kalimantan Tengah bukan hanya slogan, melainkan bagian dari budaya hidup masyarakat sehari-hari.

Ketika Pancasila Diuji di Era Digital

Meski demikian, tantangan zaman terus berubah. Jika generasi terdahulu menghadapi ancaman perpecahan secara fisik, generasi saat ini menghadapi ancaman baru yang datang melalui ruang digital.

Media sosial memungkinkan informasi menyebar dengan sangat cepat. Di satu sisi, teknologi membuka akses pengetahuan yang luas. Namun di sisi lain, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi sosial juga semakin mudah terjadi.

Berdasarkan berbagai survei nasional mengenai literasi digital, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi masih menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Dalam konteks tersebut, nilai-nilai Huma Betang menjadi semakin penting. Filosofi menghargai perbedaan, mengedepankan dialog, dan mengutamakan kepentingan bersama dapat menjadi benteng sosial menghadapi perpecahan yang kerap muncul di ruang digital.

Generasi muda Kalimantan Tengah memiliki peran strategis untuk membawa nilai-nilai tersebut ke era modern. Tidak hanya menjaga budaya Dayak, tetapi juga menjadikannya sebagai inspirasi dalam membangun ruang digital yang sehat dan inklusif.

Kebangkitan Pancasila dari Tanah Dayak

Peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum ini perlu dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai yang selama ini menjadi perekat bangsa.

Bagi Kalimantan Tengah, nilai itu bukan sesuatu yang asing. Masyarakat Dayak telah mewariskannya melalui filosofi Huma Betang yang hingga kini tetap hidup di tengah modernisasi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya menjaga warisan tersebut melalui penguatan pendidikan karakter, pelestarian budaya lokal, pengembangan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), hingga berbagai program yang menanamkan nilai Huma Betang kepada generasi muda.

Di tengah dunia yang semakin terhubung namun rentan terpecah oleh perbedaan, Kalimantan Tengah sesungguhnya memiliki pelajaran penting untuk Indonesia.

Bahwa persatuan tidak lahir dari kesamaan, melainkan dari kemampuan menghormati perbedaan.

Dan jauh sebelum Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara, masyarakat Dayak telah membuktikan bahwa nilai-nilai itu dapat hidup, tumbuh, dan menjaga harmoni dalam kehidupan sehari-hari.

Dari jantung Borneo, Huma Betang mengajarkan satu hal sederhana namun sangat penting bagi Indonesia: berbeda bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk tetap bersatu. (red)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambun Bungai Run Jadi Ruang Aktualisasi Semangat Bela Negara di Kalteng

    Tambun Bungai Run Jadi Ruang Aktualisasi Semangat Bela Negara di Kalteng

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 166
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Semangat Hari Bela Negara dan Hari Juang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Tahun 2025 di Kalimantan Tengah diwujudkan melalui kegiatan Tambun Bungai Run yang berlangsung di Lapangan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XII/Tanjungpura, Minggu (21/12/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama jajaran TNI dan […]

  • Bot Judi Online Kepung Medsos Pemerintah, Kemkomdigi Bongkar Operasi Jaringan Asing

    Bot Judi Online Kepung Medsos Pemerintah, Kemkomdigi Bongkar Operasi Jaringan Asing

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Perang melawan judi online memasuki babak baru. Bukan lagi sekadar menyebar tautan di grup percakapan atau membuat situs ilegal, kini Perang melawan judi online secara terang-terangan membanjiri kolom komentar akun media sosial pemerintah menggunakan ribuan bot otomatis. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkap, sepanjang Januari hingga Juni 2026 terjadi lonjakan hingga 128 […]

  • Presiden Turun Langsung ke Kalteng, Puluhan Ribu Hotspot Jadi Sorotan

    Presiden Turun Langsung ke Kalteng, Puluhan Ribu Hotspot Jadi Sorotan

    • calendar_month Ming, 23 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 44
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (22/8/2026), membawa pesan kuat di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membayangi sejumlah wilayah. Presiden tidak hanya menerima laporan, tetapi turun langsung untuk melihat kebutuhan penanganan karhutla di lapangan. Presiden tiba di Bandara Tjilik Riwut setelah melakukan kunjungan […]

  • Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok 20 Persen

    Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok 20 Persen

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 216
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Kinerja ekspor batu bara Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025 mengalami penurunan tajam. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor komoditas batu bara terkoreksi hingga 20,27 persen secara kumulatif, menjadi US$22,17 miliar atau setara Rp371,3 triliun dengan asumsi kurs Rp16.748 per dolar AS. Angka tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan capaian periode yang […]

  • Pemprov Kalteng Akui Gunakan Dana Reboisasi untuk Tutup Kewajiban APBD 2025

    Pemprov Kalteng Akui Gunakan Dana Reboisasi untuk Tutup Kewajiban APBD 2025

    • calendar_month Sel, 7 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 71
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 mulai memasuki tahap krusial. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Tengah bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membedah penggunaan anggaran, termasuk terungkapnya pemanfaatan sementara Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR) untuk menutup kewajiban pembayaran pemerintah daerah yang telah jatuh tempo. Rapat berlangsung di Ruang Rapat […]

  • Gubernur Agustiar Ultimatum OPD: Jangan Main-Main dengan Data Penerima KHBS

    Gubernur Agustiar Ultimatum OPD: Jangan Main-Main dengan Data Penerima KHBS

    • calendar_month Jum, 20 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 285
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran “memasang alarm” jelang peluncuran Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Dari Aula Serba Guna Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (18/2/2026), ia menekan seluruh OPD, pemerintah kabupaten/kota, hingga relawan agar mengawal distribusi bantuan secara ketat dan bebas manipulasi. “Ini program besar. Jangan main-main dengan data penerima. Kalau koordinasi […]

expand_less