Rabu, 29 Jul 2026
light_mode
Beranda » Artikel » Pancasila Sudah Hidup di Tanah Dayak Sebelum Menjadi Dasar Negara

Pancasila Sudah Hidup di Tanah Dayak Sebelum Menjadi Dasar Negara

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
  • visibility 66
  • comment 0 komentar

Huma Betang, Warisan Kalimantan Tengah untuk Indonesia

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum mengenang lahirnya dasar negara yang digagas oleh Presiden Soekarno pada 1945. Namun jauh sebelum Pancasila resmi menjadi fondasi kehidupan berbangsa, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sejatinya telah hidup dan dipraktikkan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.

Nilai persatuan, gotong royong, musyawarah, toleransi, hingga keadilan sosial telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dayak melalui filosofi Huma Betang, sebuah konsep hidup bersama yang diwariskan turun-temurun sejak ratusan tahun lalu.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi bangsa saat ini, mulai dari polarisasi politik, penyebaran hoaks, hingga konflik identitas di ruang digital, falsafah Huma Betang justru semakin relevan untuk menguatkan semangat kebangsaan Indonesia.

Huma Betang, Miniatur Indonesia dari Jantung Borneo

Bagi masyarakat Dayak, Huma Betang bukan sekadar rumah panjang tradisional. Lebih dari itu, Huma Betang merupakan simbol kehidupan bersama yang mengajarkan bagaimana perbedaan dapat hidup berdampingan dalam satu ruang yang sama.

Di dalam satu Huma Betang, puluhan bahkan ratusan orang dapat tinggal bersama meskipun berasal dari latar belakang keluarga, keyakinan, dan kepentingan yang berbeda. Mereka memiliki ruang masing-masing, tetapi tetap menjunjung tinggi kepentingan bersama.

Nilai itulah yang kemudian dikenal sebagai filosofi Huma Betang, sebuah pandangan hidup yang menempatkan kebersamaan, toleransi, kesetaraan, dan musyawarah sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bahkan menjadikan Huma Betang sebagai falsafah pembangunan daerah yang terus dikampanyekan dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Jika ditarik lebih luas, konsep tersebut memiliki kesamaan yang sangat kuat dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Persatuan Indonesia, musyawarah untuk mufakat, penghormatan terhadap perbedaan, hingga keadilan sosial telah hidup dalam praktik masyarakat Dayak jauh sebelum Indonesia merdeka.

Toleransi yang Menjadi Identitas Kalimantan Tengah

Salah satu bukti nyata hidupnya nilai-nilai Pancasila di Kalimantan Tengah dapat dilihat dari kehidupan masyarakat yang multietnis dan multireligius.

Kalimantan Tengah dihuni berbagai kelompok masyarakat, mulai dari Dayak, Banjar, Jawa, Bugis, Sunda, Batak, Madura, Melayu hingga Tionghoa. Beragam agama dan kepercayaan juga hidup berdampingan, mulai dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha hingga Kaharingan yang kini menjadi bagian dari agama Hindu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah menunjukkan jumlah penduduk provinsi ini telah mencapai lebih dari 2,8 juta jiwa dengan komposisi yang sangat beragam dari sisi etnis maupun agama.

Meski memiliki keberagaman tinggi, Kalimantan Tengah relatif mampu menjaga stabilitas sosial dan kerukunan masyarakat. Berbagai perayaan keagamaan berlangsung dalam suasana saling menghormati. Tidak jarang masyarakat berbeda agama ikut membantu pelaksanaan kegiatan keagamaan satu sama lain.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa toleransi di Kalimantan Tengah bukan hanya slogan, melainkan bagian dari budaya hidup masyarakat sehari-hari.

Ketika Pancasila Diuji di Era Digital

Meski demikian, tantangan zaman terus berubah. Jika generasi terdahulu menghadapi ancaman perpecahan secara fisik, generasi saat ini menghadapi ancaman baru yang datang melalui ruang digital.

Media sosial memungkinkan informasi menyebar dengan sangat cepat. Di satu sisi, teknologi membuka akses pengetahuan yang luas. Namun di sisi lain, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi sosial juga semakin mudah terjadi.

Berdasarkan berbagai survei nasional mengenai literasi digital, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi masih menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Dalam konteks tersebut, nilai-nilai Huma Betang menjadi semakin penting. Filosofi menghargai perbedaan, mengedepankan dialog, dan mengutamakan kepentingan bersama dapat menjadi benteng sosial menghadapi perpecahan yang kerap muncul di ruang digital.

Generasi muda Kalimantan Tengah memiliki peran strategis untuk membawa nilai-nilai tersebut ke era modern. Tidak hanya menjaga budaya Dayak, tetapi juga menjadikannya sebagai inspirasi dalam membangun ruang digital yang sehat dan inklusif.

Kebangkitan Pancasila dari Tanah Dayak

Peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum ini perlu dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai yang selama ini menjadi perekat bangsa.

Bagi Kalimantan Tengah, nilai itu bukan sesuatu yang asing. Masyarakat Dayak telah mewariskannya melalui filosofi Huma Betang yang hingga kini tetap hidup di tengah modernisasi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya menjaga warisan tersebut melalui penguatan pendidikan karakter, pelestarian budaya lokal, pengembangan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), hingga berbagai program yang menanamkan nilai Huma Betang kepada generasi muda.

Di tengah dunia yang semakin terhubung namun rentan terpecah oleh perbedaan, Kalimantan Tengah sesungguhnya memiliki pelajaran penting untuk Indonesia.

Bahwa persatuan tidak lahir dari kesamaan, melainkan dari kemampuan menghormati perbedaan.

Dan jauh sebelum Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara, masyarakat Dayak telah membuktikan bahwa nilai-nilai itu dapat hidup, tumbuh, dan menjaga harmoni dalam kehidupan sehari-hari.

Dari jantung Borneo, Huma Betang mengajarkan satu hal sederhana namun sangat penting bagi Indonesia: berbeda bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk tetap bersatu. (red)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OTT Bea Cukai: KPK Kejar Satu Tersangka, Aset Rp40,5 Miliar Disita

    OTT Bea Cukai: KPK Kejar Satu Tersangka, Aset Rp40,5 Miliar Disita

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 212
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkeras sikap dalam pengusutan dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Lembaga antirasuah itu secara terbuka mengultimatum pemilik PT Blueray berinisial JF (John Field) untuk segera menyerahkan diri setelah melarikan diri saat upaya penindakan dilakukan. Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan […]

  • Wagub Edy Pratowo Dorong Pendidikan Siap Kerja, UMPR Jawab Lewat D1 Pertanian

    Wagub Edy Pratowo Dorong Pendidikan Siap Kerja, UMPR Jawab Lewat D1 Pertanian

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mendorong perubahan arah pendidikan tinggi saat menghadiri Wisuda Gelombang I Tahun 2026 di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Kamis (23/4/2026). Momentum wisuda yang meluluskan 723 mahasiswa itu sekaligus diwarnai peluncuran Program D1 Vokasi Pertanian dan peletakan batu pertama pembangunan UMPR Hall. Namun bagi pemerintah […]

  • Ribuan Karyawan PT AKT Terancam, Sirajul Rahman Minta Pemda Jangan Sekadar Menonton

    Ribuan Karyawan PT AKT Terancam, Sirajul Rahman Minta Pemda Jangan Sekadar Menonton

    • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 73
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan tunggakan gaji yang menimpa ribuan karyawan PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) mulai memantik sorotan publik. Di tengah ketidakpastian nasib para pekerja, Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, meminta pemerintah daerah tidak hanya menjadi penonton, tetapi segera mengambil langkah nyata untuk melindungi hak-hak karyawan. Laporan yang […]

  • Agustiar Sabran Minta Orang Tua Jangan Lepas Tanggung Jawab

    Agustiar Sabran Minta Orang Tua Jangan Lepas Tanggung Jawab

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengirim pesan tegas kepada seluruh orang tua di Bumi Tambun Bungai. Di tengah derasnya pengaruh media sosial, narkoba, pergaulan bebas, hingga kekerasan terhadap anak, keluarga diminta tidak lengah dan tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan karakter kepada sekolah. Pesan itu disampaikan Agustiar saat menghadiri puncak peringatan Hari Anak […]

  • PPATK Bongkar Modus Pengemplangan Pajak Tekstil, Omzet Rp12,49 Triliun

    PPATK Bongkar Modus Pengemplangan Pajak Tekstil, Omzet Rp12,49 Triliun

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 68
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Praktik pengemplangan pajak di sektor tekstil kembali terkuak. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap adanya modus penyembunyian omzet dengan memanfaatkan rekening milik karyawan maupun rekening pribadi untuk menghindari kewajiban pajak negara. Kepala Biro Humas PPATK, Natsir Kongah, mengatakan temuan tersebut teridentifikasi sepanjang tahun 2025. Dari hasil analisis PPATK, nilai omzet […]

  • Pemprov Kalteng Pasang Badan untuk MBG: Gizi Anak Tak Boleh Dikorbankan

    Pemprov Kalteng Pasang Badan untuk MBG: Gizi Anak Tak Boleh Dikorbankan

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 107
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan sikap tegas dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan nasional itu ditegaskan tidak boleh berubah menjadi proyek seremonial apalagi ladang kompromi kualitas. Pesan keras ini disampaikan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran melalui Wakil Gubernur Edy Pratowo saat menghadiri Pengarahan dan Evaluasi MBG bersama Badan Gizi […]

expand_less