Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » Artikel » Pancasila Sudah Hidup di Tanah Dayak Sebelum Menjadi Dasar Negara

Pancasila Sudah Hidup di Tanah Dayak Sebelum Menjadi Dasar Negara

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
  • visibility 65
  • comment 0 komentar

Huma Betang, Warisan Kalimantan Tengah untuk Indonesia

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum mengenang lahirnya dasar negara yang digagas oleh Presiden Soekarno pada 1945. Namun jauh sebelum Pancasila resmi menjadi fondasi kehidupan berbangsa, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sejatinya telah hidup dan dipraktikkan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.

Nilai persatuan, gotong royong, musyawarah, toleransi, hingga keadilan sosial telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dayak melalui filosofi Huma Betang, sebuah konsep hidup bersama yang diwariskan turun-temurun sejak ratusan tahun lalu.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi bangsa saat ini, mulai dari polarisasi politik, penyebaran hoaks, hingga konflik identitas di ruang digital, falsafah Huma Betang justru semakin relevan untuk menguatkan semangat kebangsaan Indonesia.

Huma Betang, Miniatur Indonesia dari Jantung Borneo

Bagi masyarakat Dayak, Huma Betang bukan sekadar rumah panjang tradisional. Lebih dari itu, Huma Betang merupakan simbol kehidupan bersama yang mengajarkan bagaimana perbedaan dapat hidup berdampingan dalam satu ruang yang sama.

Di dalam satu Huma Betang, puluhan bahkan ratusan orang dapat tinggal bersama meskipun berasal dari latar belakang keluarga, keyakinan, dan kepentingan yang berbeda. Mereka memiliki ruang masing-masing, tetapi tetap menjunjung tinggi kepentingan bersama.

Nilai itulah yang kemudian dikenal sebagai filosofi Huma Betang, sebuah pandangan hidup yang menempatkan kebersamaan, toleransi, kesetaraan, dan musyawarah sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bahkan menjadikan Huma Betang sebagai falsafah pembangunan daerah yang terus dikampanyekan dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Jika ditarik lebih luas, konsep tersebut memiliki kesamaan yang sangat kuat dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Persatuan Indonesia, musyawarah untuk mufakat, penghormatan terhadap perbedaan, hingga keadilan sosial telah hidup dalam praktik masyarakat Dayak jauh sebelum Indonesia merdeka.

Toleransi yang Menjadi Identitas Kalimantan Tengah

Salah satu bukti nyata hidupnya nilai-nilai Pancasila di Kalimantan Tengah dapat dilihat dari kehidupan masyarakat yang multietnis dan multireligius.

Kalimantan Tengah dihuni berbagai kelompok masyarakat, mulai dari Dayak, Banjar, Jawa, Bugis, Sunda, Batak, Madura, Melayu hingga Tionghoa. Beragam agama dan kepercayaan juga hidup berdampingan, mulai dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha hingga Kaharingan yang kini menjadi bagian dari agama Hindu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah menunjukkan jumlah penduduk provinsi ini telah mencapai lebih dari 2,8 juta jiwa dengan komposisi yang sangat beragam dari sisi etnis maupun agama.

Meski memiliki keberagaman tinggi, Kalimantan Tengah relatif mampu menjaga stabilitas sosial dan kerukunan masyarakat. Berbagai perayaan keagamaan berlangsung dalam suasana saling menghormati. Tidak jarang masyarakat berbeda agama ikut membantu pelaksanaan kegiatan keagamaan satu sama lain.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa toleransi di Kalimantan Tengah bukan hanya slogan, melainkan bagian dari budaya hidup masyarakat sehari-hari.

Ketika Pancasila Diuji di Era Digital

Meski demikian, tantangan zaman terus berubah. Jika generasi terdahulu menghadapi ancaman perpecahan secara fisik, generasi saat ini menghadapi ancaman baru yang datang melalui ruang digital.

Media sosial memungkinkan informasi menyebar dengan sangat cepat. Di satu sisi, teknologi membuka akses pengetahuan yang luas. Namun di sisi lain, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi sosial juga semakin mudah terjadi.

Berdasarkan berbagai survei nasional mengenai literasi digital, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi masih menjadi tantangan serius dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Dalam konteks tersebut, nilai-nilai Huma Betang menjadi semakin penting. Filosofi menghargai perbedaan, mengedepankan dialog, dan mengutamakan kepentingan bersama dapat menjadi benteng sosial menghadapi perpecahan yang kerap muncul di ruang digital.

Generasi muda Kalimantan Tengah memiliki peran strategis untuk membawa nilai-nilai tersebut ke era modern. Tidak hanya menjaga budaya Dayak, tetapi juga menjadikannya sebagai inspirasi dalam membangun ruang digital yang sehat dan inklusif.

Kebangkitan Pancasila dari Tanah Dayak

Peringatan Hari Lahir Pancasila seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum ini perlu dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai yang selama ini menjadi perekat bangsa.

Bagi Kalimantan Tengah, nilai itu bukan sesuatu yang asing. Masyarakat Dayak telah mewariskannya melalui filosofi Huma Betang yang hingga kini tetap hidup di tengah modernisasi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya menjaga warisan tersebut melalui penguatan pendidikan karakter, pelestarian budaya lokal, pengembangan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), hingga berbagai program yang menanamkan nilai Huma Betang kepada generasi muda.

Di tengah dunia yang semakin terhubung namun rentan terpecah oleh perbedaan, Kalimantan Tengah sesungguhnya memiliki pelajaran penting untuk Indonesia.

Bahwa persatuan tidak lahir dari kesamaan, melainkan dari kemampuan menghormati perbedaan.

Dan jauh sebelum Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara, masyarakat Dayak telah membuktikan bahwa nilai-nilai itu dapat hidup, tumbuh, dan menjaga harmoni dalam kehidupan sehari-hari.

Dari jantung Borneo, Huma Betang mengajarkan satu hal sederhana namun sangat penting bagi Indonesia: berbeda bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk tetap bersatu. (red)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indonesia Tegaskan Diplomasi Dialog dan Arah Pembangunan Inklusif di WEF Davos 2026

    Indonesia Tegaskan Diplomasi Dialog dan Arah Pembangunan Inklusif di WEF Davos 2026

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 92
    • 0Komentar

    DAYABORNEO — Indonesia menegaskan komitmennya pada diplomasi dialog dan pembangunan inklusif dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Forum global tersebut mengusung tema “A Spirit of Dialogue” sebagai ajakan membangun komunikasi terbuka dan kolaboratif di tengah dinamika geopolitik yang kian kompleks. Dikutip dari akun Facebook nya, Dalam forum itu, Presiden RI Prabowo Subianto […]

  • OTT Bea Cukai: KPK Kejar Satu Tersangka, Aset Rp40,5 Miliar Disita

    OTT Bea Cukai: KPK Kejar Satu Tersangka, Aset Rp40,5 Miliar Disita

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 212
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkeras sikap dalam pengusutan dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Lembaga antirasuah itu secara terbuka mengultimatum pemilik PT Blueray berinisial JF (John Field) untuk segera menyerahkan diri setelah melarikan diri saat upaya penindakan dilakukan. Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan […]

  • Presiden Prabowo Targetkan Kredit Rakyat Kecil di PNM Mekar di Bawah 9 Persen

    Presiden Prabowo Targetkan Kredit Rakyat Kecil di PNM Mekar di Bawah 9 Persen

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas untuk meringankan beban pembiayaan masyarakat kecil dengan menginstruksikan penurunan suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar hingga di bawah 9 persen. Kebijakan itu diumumkan Presiden saat memberikan arahan di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menilai selama ini terjadi ketimpangan besar […]

  • Dinas Kehutanan Kalteng Dihancurkan, Apa yang Ingin Dibangun?

    Dinas Kehutanan Kalteng Dihancurkan, Apa yang Ingin Dibangun?

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 51
    • 0Komentar

    DAYANORNEO, Palangka Raya – Alat berat mulai bekerja. Dinding yang selama puluhan tahun berdiri kokoh kini rata dengan tanah. Gedung Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, yang menjadi saksi lahirnya berbagai kebijakan pengelolaan hutan, kini hanya menyisakan kenangan. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya pembongkaran sebuah bangunan. Namun bagi Kalimantan Tengah, hilangnya gedung tersebut menyimpan pertanyaan […]

  • Bareskrim Sita Rp4 Miliar dan Kendaraan dalam Kasus Dugaan Fraud DSI

    Bareskrim Sita Rp4 Miliar dan Kendaraan dalam Kasus Dugaan Fraud DSI

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 93
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyita uang lebih dari Rp4 miliar dalam penyidikan dugaan tindak pidana kecurangan (fraud) yang menyeret PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Penyitaan dilakukan terhadap puluhan rekening milik perusahaan dan pihak-pihak yang terafiliasi, yang sebelumnya telah diblokir oleh penyidik. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri […]

  • Dishut Kalteng Tegaskan Polhut Garda Terdepan Perlindungan Hutan

    Dishut Kalteng Tegaskan Polhut Garda Terdepan Perlindungan Hutan

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 206
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Komitmen menjaga hutan sebagai penyangga kehidupan kembali ditegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Polisi Kehutanan (Polhut) ke-59 yang digelar di Persemaian Permanen Hiu Putih, Palangka Raya, Senin (29/12/2025) pagi. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi atas peran strategis Polhut di tengah tantangan pengelolaan hutan yang semakin kompleks. […]

expand_less