Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » DPRD Kalteng » Ribuan Karyawan PT AKT Terancam, Sirajul Rahman Minta Pemda Jangan Sekadar Menonton

Ribuan Karyawan PT AKT Terancam, Sirajul Rahman Minta Pemda Jangan Sekadar Menonton

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
  • visibility 106
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan tunggakan gaji yang menimpa ribuan karyawan PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) mulai memantik sorotan publik.

Di tengah ketidakpastian nasib para pekerja, Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, meminta pemerintah daerah tidak hanya menjadi penonton, tetapi segera mengambil langkah nyata untuk melindungi hak-hak karyawan.

Laporan yang beredar menyebutkan sejumlah pekerja belum menerima gaji hingga tiga bulan, sementara ribuan lainnya harus menghadapi ancaman kehilangan mata pencaharian akibat kebijakan PHK.

“Kita cukup prihatin dengan kondisi karyawan yang belum menerima gaji hingga tiga bulan. Ini harus segera ditangani,” kata Sirajul Rahman, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, persoalan ini sudah melampaui urusan internal perusahaan. Ketika ribuan pekerja kehilangan penghasilan, dampaknya akan menjalar ke masyarakat luas, mulai dari pedagang kecil, pelaku UMKM, hingga ekonomi keluarga di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Sirajul menilai pemerintah daerah harus segera turun tangan sebelum persoalan berkembang menjadi krisis sosial dan ekonomi, terutama di Kecamatan Laung Tuhup yang selama ini bergantung pada aktivitas pertambangan.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa segera turun tangan agar masalah ini tidak semakin meluas,” ujarnya.

Politisi Partai Keadilan Sosial (PKS) itu mengingatkan bahwa di balik angka ribuan pekerja terdapat ribuan keluarga yang bergantung pada penghasilan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baginya, persoalan utama saat ini bukan hanya PHK, tetapi juga kepastian pembayaran hak-hak pekerja yang hingga kini masih menjadi tanda tanya.

“Jumlahnya ribuan. Tentu ini sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Sirajul juga mendesak instansi yang membidangi ketenagakerjaan, pertambangan, dan aspek hukum untuk segera memanggil manajemen perusahaan serta membuka secara transparan kondisi yang sebenarnya terjadi.

Menurutnya, negara tidak boleh kalah ketika berhadapan dengan persoalan yang menyangkut hak dasar pekerja.

“Pemerintah harus memberi tekanan kepada perusahaan agar hak-hak karyawan dapat dipenuhi. Jangan sampai mereka terus berada dalam ketidakpastian,” katanya.

Bagi Sirajul, kasus PT AKT bukan sekadar persoalan hubungan industrial. Ini adalah ujian bagi keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari roda produksi perusahaan.

Jika tidak segera ditangani, yang terancam bukan hanya nasib ribuan pekerja, tetapi juga denyut ekonomi masyarakat di wilayah sekitar tambang. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • THR Harus Turun Lebih Cepat: DPR Dorong H-14 Demi Lindungi Pekerja dan Gairahkan Ekonomi Lebaran

    THR Harus Turun Lebih Cepat: DPR Dorong H-14 Demi Lindungi Pekerja

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 116
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gelombang mudik belum bergerak, tetapi perdebatan soal Tunjangan Hari Raya sudah memanas. Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menekan pemerintah agar mengubah pola lama pembayaran THR. Ia mendorong agar perusahaan wajib menyalurkan THR minimal dua pekan sebelum Idulfitri, bukan lagi mepet H-7 seperti aturan sekarang. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar […]

  • Inflasi Kalteng Tembus 3,86 Persen, Harga Kebutuhan Pokok Terus Menekan Warga

    Inflasi Kalteng Tembus 3,86 Persen, Harga Kebutuhan Pokok Terus Menekan Warga

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 93
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Tekanan ekonomi mulai terasa nyata di Kalimantan Tengah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Maret 2026 mencapai 3,86 persen, sebuah angka yang menunjukkan kenaikan harga kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya terkendali. Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa lonjakan ini tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang naik menjadi […]

  • RKAB Tambang Dibatasi, DPRD Kalteng Soroti Ancaman Pekerja Dirumahkan hingga PHK

    RKAB Tambang Dibatasi, DPRD Kalteng Soroti Ancaman Pekerja Dirumahkan hingga PHK

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 96
    • 0Komentar

    TAMIANG LAYANG, Dayaborneo – Pembatasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan mulai menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Tengah karena kebijakan tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas perusahaan dan keberlangsungan pekerjaan para karyawan. Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi menyoroti persoalan tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Barito Timur. Kunjungan ini […]

  • Gubernur Agustiar Sabran Panggil Kepala Dinas: Jangan Main-Main dengan Anggaran

    Gubernur Agustiar Sabran Panggil Kepala Dinas: Jangan Main-Main dengan Anggaran

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 151
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Baru selesai menjalani pemulihan pascasakit, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran langsung mengambil alih kendali. Tanpa basa-basi, ia memanggil seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan memasang garis tegas: pembangunan harus jalan, tapi pengelolaan anggaran tidak boleh sembrono. Pertemuan yang digelar di Istana Isen Mulang, Selasa (20/1/2026), menjadi ruang evaluasi sekaligus peringatan […]

  • Ricuh di Depan Kantor Gubernur Kalteng! Mahasiswa Nekat Panjat Pagar, Agustiar Sabran Kemana?

    Ricuh di Depan Kantor Gubernur Kalteng! Mahasiswa Nekat Panjat Pagar, Agustiar Sabran Kemana?

    • calendar_month Sen, 31 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 88
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Situasi memanas di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jalan G. Obos, Palangka Raya, Senin (31/8/2026) sore. Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan menggelar unjuk rasa menuntut pemerintah provinsi bersikap tegas menangani bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung usai. Aksi yang digelar sejak siang […]

  • Evaluasi PSN Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Kalteng Minta OPD Tak Menghindar

    Evaluasi PSN Jadi Alarm Pembenahan, Pemprov Kalteng Minta OPD Tak Menghindar

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 109
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Evaluasi terhadap pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di Kalimantan Tengah menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalteng. Pemerintah daerah mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak sekadar mengejar pemenuhan administrasi, tetapi memastikan setiap program memiliki capaian yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pemenuhan Penilaian Tim Evaluasi Laporan […]

expand_less