Gubernur Agustiar Sabran Panggil Kepala Dinas: Jangan Main-Main dengan Anggaran
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Rab, 21 Jan 2026
- visibility 128
- comment 0 komentar

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat menyampaikan arahannya.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Baru selesai menjalani pemulihan pascasakit, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran langsung mengambil alih kendali. Tanpa basa-basi, ia memanggil seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan memasang garis tegas: pembangunan harus jalan, tapi pengelolaan anggaran tidak boleh sembrono.
Pertemuan yang digelar di Istana Isen Mulang, Selasa (20/1/2026), menjadi ruang evaluasi sekaligus peringatan dini. Agustiar menekankan bahwa kondisi efisiensi anggaran menuntut kerja yang lebih disiplin, terukur, dan bebas dari kesalahan prosedural.
“Pertemuan ini bukan seremoni. Ini konsolidasi. Kita harus satu barisan membangun Kalimantan Tengah,” tegas Agustiar di hadapan jajaran OPD.
Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah uang rakyat harus dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kelalaian dalam perencanaan dan eksekusi anggaran akan berujung pada masalah hukum yang merugikan daerah.
“Jangan sampai hari ini kita merasa aman, besok justru tersandung masalah. Inovasi itu perlu, tapi jangan melanggar koridor,” katanya tajam.
Agustiar juga menuntut seluruh OPD fokus pada program prioritas. Ia menolak pola kerja yang menyebar anggaran ke banyak kegiatan tanpa dampak nyata bagi masyarakat.
“Kalau anggaran terbatas, maka pilih yang paling penting. Jangan semua mau dikerjakan, tapi hasilnya tidak jelas,” ujarnya.
Wakil Gubernur Edy Pratowo menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum perbaikan tata kelola. Ia meminta OPD mampu mengatur strategi pembiayaan tanpa mengorbankan kepatuhan hukum.
“Kita boleh bekerja sama dengan pihak ketiga, tapi jangan ugal-ugalan. Semua harus jelas, legal, dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Edy.
Ia juga meminta koordinasi lintas OPD diperkuat agar potensi masalah bisa diantisipasi sejak awal.
Sementara itu, Pelaksana Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung menegaskan bahwa arahan pimpinan bersifat mengikat.
“Koordinasikan setiap langkah. Jalankan apa yang sudah diatur. Jangan ambil keputusan sendiri,” tegas Leonard.
Pertemuan ini menandai kembalinya kepemimpinan Agustiar Sabran dengan nada keras: tidak ada toleransi untuk kelalaian, dan tidak ada ruang bagi birokrasi yang bekerja tanpa arah. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar