Rabu, 29 Jul 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » NTP Naik Tipis: Petani Kalteng Belum Sepenuhnya Menikmati Kenaikan Harga Hasil Panen

NTP Naik Tipis: Petani Kalteng Belum Sepenuhnya Menikmati Kenaikan Harga Hasil Panen

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
  • visibility 52
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya Di tengah klaim membaiknya daya tukar petani di Kalimantan Tengah, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) justru mengungkap fakta lain yang patut menjadi perhatian. Meski Nilai Tukar Petani (NTP) naik pada Mei 2026, keuntungan usaha petani belum tentu ikut meningkat.

BPS mencatat NTP Kalimantan Tengah naik tipis 0,21 persen, dari 139,43 pada April menjadi 139,72 pada Mei 2026. Namun pada saat yang sama, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP)—indikator yang menggambarkan kemampuan usaha tani setelah memperhitungkan biaya produksi—justru turun 0,95 persen, dari 145,94 menjadi 144,55.

Artinya, kenaikan harga hasil pertanian yang diterima petani masih dibayangi lonjakan biaya usaha yang terus menggerus keuntungan di tingkat lapangan.

Plt Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, menjelaskan bahwa kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani meningkat 1,66 persen, sedikit lebih tinggi dibanding kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 1,45 persen.

“Secara umum NTP meningkat, tetapi NTUP mengalami penurunan. Ini menunjukkan adanya tekanan pada biaya produksi dan operasional usaha pertanian,” ujarnya saat memimpin rilis statistik di Kantor BPS Kalteng, Selasa (2/6/2026).

Data BPS menunjukkan kenaikan NTP terutama ditopang subsektor tanaman pangan yang melonjak 2,99 persen dan tanaman perkebunan rakyat yang naik 0,08 persen. Namun peningkatan tersebut belum cukup kuat untuk mengimbangi beban biaya usaha tani yang terus naik.

Di saat yang sama, masyarakat perdesaan juga menghadapi kenaikan biaya hidup. Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) naik 1,14 persen pada Mei 2026. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok transportasi sebesar 3,14 persen, disusul perumahan, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,05 persen serta makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,02 persen.

Kondisi ini menggambarkan bahwa petani memang menerima harga jual yang lebih baik, tetapi pengeluaran mereka juga semakin besar. Kenaikan ongkos produksi, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga berpotensi menggerus tambahan pendapatan yang diperoleh dari hasil panen.

Dengan kata lain, angka NTP yang naik belum otomatis mencerminkan peningkatan kesejahteraan petani. Penurunan NTUP menjadi sinyal bahwa keuntungan usaha tani masih berada di bawah tekanan, sehingga perhatian pemerintah tidak cukup hanya menjaga harga komoditas, tetapi juga harus menekan biaya produksi yang terus membebani petani di pedesaan.

“Jika hasil panen naik tetapi biaya usaha naik lebih cepat, maka petani tetap sulit merasakan peningkatan kesejahteraan secara nyata.” (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Refleksi Hari Ibu: Menggagas Peran Generasi Z di Tengah Arus Globalisasi

    Refleksi Hari Ibu: Menggagas Peran Generasi Z di Tengah Arus Globalisasi

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 145
    • 0Komentar

    DAYABORNEO – Setiap tanggal 22 Desember, Indonesia memperingati Hari Ibu, momen untuk menghormati jasa dan pengorbanan para ibu dalam keluarga maupun masyarakat. Lebih dari sekadar simbol penghormatan, Hari Ibu menjadi refleksi bagi setiap generasi, terutama Generasi Z, tentang nilai-nilai ketahanan, kreativitas, dan tanggung jawab sosial di era globalisasi yang cepat berubah. Hari Ibu: Lebih dari Sekadar […]

  • 16 Tahun GERDAYAK, Dari Menjaga Budaya hingga Menyiapkan Masa Depan Dayak

    16 Tahun GERDAYAK, Dari Menjaga Budaya hingga Menyiapkan Masa Depan Dayak

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 27
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Memasuki usia ke-16 tahun, GERDAYAK Indonesia berupaya mempertegas perannya sebagai organisasi yang tidak hanya menjaga identitas budaya Dayak, tetapi juga ikut menyiapkan masyarakat menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan dunia kerja yang terus berubah. Ketua Umum DPP GERDAYAK Indonesia, Yansen A. Binti, mengatakan organisasi yang dipimpinnya kini fokus membangun kualitas sumber daya […]

  • Ramai Disebut ODGJ, Benarkah Pelaku Mengalami Gangguan Jiwa?

    Ramai Disebut ODGJ, Benarkah Pelaku Mengalami Gangguan Jiwa?

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 55
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah derasnya spekulasi yang beredar di media sosial, kepolisian meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi kejiwaan RB (23), pria yang mengamuk menggunakan mandau dan melukai dua warga di kawasan Jalan G Obos, Palangka Raya, Minggu (7/6/2026). Pasca peristiwa yang menggegerkan warga tersebut, berbagai informasi bermunculan yang menyebut pelaku merupakan Orang Dengan […]

  • Indonesia Pimpin Pertumbuhan Ekonomi G20, Capai 5,61 Persen

    Indonesia Pimpin Pertumbuhan Ekonomi G20, Capai 5,61 Persen

    • calendar_month Rab, 6 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 69
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Di tengah perlambatan ekonomi global yang masih membayangi banyak negara besar, Indonesia justru mencatat lompatan pertumbuhan yang impresif. Pemerintah mengumumkan ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen, menjadikannya salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G20—mengungguli sejumlah kekuatan ekonomi dunia seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Korea Selatan, hingga Arab Saudi. Capaian tersebut menjadi sorotan dalam rapat […]

  • Korupsi Program MBG Terbongkar, Eks Kepala BGN Jadi Tersangka

    Korupsi Program MBG Terbongkar, Eks Kepala BGN Jadi Tersangka

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 74
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi salah satu proyek strategis pemerintahan untuk meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia kini terseret pusaran dugaan korupsi. Kejaksaan Agung menetapkan tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam perkara tata kelola program MBG periode 2025–2026. Ketiga tersangka adalah mantan Kepala BGN berinisial DH, mantan […]

  • Prabowo Lantik Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso Pimpin Universitas Republik Indonesia

    Prabowo Lantik Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso Pimpin Universitas Republik Indonesia

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 6
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan kepemimpinan pertama Universitas Republik Indonesia (URI) dengan melantik Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur URI dan Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI. Prosesi pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026), sebagai bagian dari penguatan sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia nasional. Pelantikan kedua pimpinan URI tersebut […]

expand_less