Ramai Disebut ODGJ, Benarkah Pelaku Mengalami Gangguan Jiwa?
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sen, 8 Jun 2026
- visibility 25
- comment 0 komentar

Dok. Pelaku Pembacokan Ibu dan Anak di Jl. G. Obos Palangka Raya.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah derasnya spekulasi yang beredar di media sosial, kepolisian meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi kejiwaan RB (23), pria yang mengamuk menggunakan mandau dan melukai dua warga di kawasan Jalan G Obos, Palangka Raya, Minggu (7/6/2026).
Pasca peristiwa yang menggegerkan warga tersebut, berbagai informasi bermunculan yang menyebut pelaku merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Namun hingga saat ini, polisi menegaskan belum ada kesimpulan resmi terkait kondisi psikologis pelaku.
Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan dan fakta untuk memastikan latar belakang kejadian, termasuk kemungkinan adanya gangguan kejiwaan.
“Terkait ODGJ masih kita dalami,” tegas Iyudi.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa status kejiwaan seseorang tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan perilaku yang terlihat saat kejadian berlangsung.
Dalam insiden tersebut, RB diduga menyerang dua warga yang masih memiliki hubungan keluarga, yakni HA (45) dan AW (18). Keduanya mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dan hingga kini masih menjalani perawatan medis.
Peristiwa itu sontak memicu kepanikan di kawasan Jalan G Obos. Warga yang menyaksikan kejadian berusaha menyelamatkan diri, sementara sebagian lainnya melakukan pengejaran terhadap pelaku yang mencoba melarikan diri usai melakukan penyerangan.
Aksi pengejaran berlangsung hingga kawasan sekitar Hotel Luwansa. Pelarian RB akhirnya terhenti setelah puluhan warga berhasil mengepung dan mengamankannya sebelum diserahkan kepada aparat kepolisian.
Sejumlah saksi menyebut pelaku sempat berbicara tidak jelas dan mengeluarkan pernyataan bernada ancaman saat diamankan warga. Bahkan, ia disebut mengatakan bahwa orang-orang yang menangkapnya akan terkena kutukan.
Meski demikian, polisi menilai seluruh informasi tersebut masih perlu diverifikasi melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan yang lebih mendalam.
“Pelaku sudah diamankan, korban masih dalam perawatan,” kata Iyudi.
Saat ini, penyidik masih memeriksa pelaku secara intensif sambil mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti. Polisi berupaya mengungkap secara utuh motif di balik aksi yang membuat warga Palangka Raya geger sekaligus menjawab pertanyaan yang kini ramai diperbincangkan publik: apakah amukan itu murni tindak kriminal atau berkaitan dengan kondisi kejiwaan pelaku. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar