Kamis, 11 Jun 2026
light_mode
Beranda » Kriminal » Ramai Disebut ODGJ, Benarkah Pelaku Mengalami Gangguan Jiwa?

Ramai Disebut ODGJ, Benarkah Pelaku Mengalami Gangguan Jiwa?

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah derasnya spekulasi yang beredar di media sosial, kepolisian meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi kejiwaan RB (23), pria yang mengamuk menggunakan mandau dan melukai dua warga di kawasan Jalan G Obos, Palangka Raya, Minggu (7/6/2026).

Pasca peristiwa yang menggegerkan warga tersebut, berbagai informasi bermunculan yang menyebut pelaku merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Namun hingga saat ini, polisi menegaskan belum ada kesimpulan resmi terkait kondisi psikologis pelaku.

Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan dan fakta untuk memastikan latar belakang kejadian, termasuk kemungkinan adanya gangguan kejiwaan.

“Terkait ODGJ masih kita dalami,” tegas Iyudi.

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa status kejiwaan seseorang tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan perilaku yang terlihat saat kejadian berlangsung.

Dalam insiden tersebut, RB diduga menyerang dua warga yang masih memiliki hubungan keluarga, yakni HA (45) dan AW (18). Keduanya mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dan hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Peristiwa itu sontak memicu kepanikan di kawasan Jalan G Obos. Warga yang menyaksikan kejadian berusaha menyelamatkan diri, sementara sebagian lainnya melakukan pengejaran terhadap pelaku yang mencoba melarikan diri usai melakukan penyerangan.

Aksi pengejaran berlangsung hingga kawasan sekitar Hotel Luwansa. Pelarian RB akhirnya terhenti setelah puluhan warga berhasil mengepung dan mengamankannya sebelum diserahkan kepada aparat kepolisian.

Sejumlah saksi menyebut pelaku sempat berbicara tidak jelas dan mengeluarkan pernyataan bernada ancaman saat diamankan warga. Bahkan, ia disebut mengatakan bahwa orang-orang yang menangkapnya akan terkena kutukan.

Meski demikian, polisi menilai seluruh informasi tersebut masih perlu diverifikasi melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan yang lebih mendalam.

“Pelaku sudah diamankan, korban masih dalam perawatan,” kata Iyudi.

Saat ini, penyidik masih memeriksa pelaku secara intensif sambil mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti. Polisi berupaya mengungkap secara utuh motif di balik aksi yang membuat warga Palangka Raya geger sekaligus menjawab pertanyaan yang kini ramai diperbincangkan publik: apakah amukan itu murni tindak kriminal atau berkaitan dengan kondisi kejiwaan pelaku. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apa itu Reforma Agraria?

    Apa itu Reforma Agraria?

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Reforma agraria bukan sekadar program bagi-bagi tanah. Ia adalah strategi besar negara untuk menata ulang struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah agar lebih adil dan produktif. Dalam konteks Indonesia, reforma agraria menjadi instrumen penting untuk mengurangi ketimpangan, menyelesaikan konflik lahan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat. Secara sederhana, reforma agraria mencakup dua pilar utama: […]

  • NTP Naik Tipis: Petani Kalteng Belum Sepenuhnya Menikmati Kenaikan Harga Hasil Panen

    NTP Naik Tipis: Petani Kalteng Belum Sepenuhnya Menikmati Kenaikan Harga Hasil Panen

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 32
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah klaim membaiknya daya tukar petani di Kalimantan Tengah, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) justru mengungkap fakta lain yang patut menjadi perhatian. Meski Nilai Tukar Petani (NTP) naik pada Mei 2026, keuntungan usaha petani belum tentu ikut meningkat. BPS mencatat NTP Kalimantan Tengah naik tipis 0,21 persen, dari 139,43 […]

  • Presiden Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Desa Didorong Jadi Basis Baru Ekonomi Nasional

    Presiden Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Desa Didorong Jadi Basis Baru Ekonomi Nasional

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 50
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jawa Tengah – Pemerintah mulai mempercepat transformasi ekonomi desa melalui pengoperasian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Desa Nglawak, Sabtu (16/5/2026). Peresmian tersebut menandai dimulainya aktivitas koperasi secara serentak di dua provinsi, yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dari total jumlah yang dioperasikan, sebanyak 530 koperasi berada […]

  • Evisiensi Tidak Menghentikan Pemrov Kalteng Menjalankan Program Prioritas

    Evisiensi Tidak Menghentikan Pemrov Kalteng Menjalankan Program Prioritas

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 50
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Evisiensi anggaran tidak menghentikan langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) dalam menjalankan program prioritas bagi masyarakat. Gubernur menegaskan bahwa efisiensi dilakukan tanpa mengorbankan kepentingan rakyat kecil. Hal itu disampaikan Gubernur berdialog bersama Ketua Organisasi Wartawan dan Media Mitra Pemprov Kalteng di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Sabtu (31/1/2026). Gubernur […]

  • Dishut Tak Punya Alasan Cuci Tangan Lindungi Hutan

    Dishut Tak Punya Alasan Cuci Tangan Lindungi Hutan

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Pernyataan bahwa penindakan kejahatan kehutanan bukan kewenangan Dinas Kehutanan (Dishut) patut dikritisi secara serius. Dalam konteks kerusakan hutan yang kian masif, narasi semacam ini justru berisiko memperlemah kehadiran negara di sektor yang paling rentan terhadap kejahatan terorganisir. Negara tidak pernah merancang sistem perlindungan hutan sebagai mekanisme yang sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian. Dalam kerangka hukum kehutanan, […]

  • Ansyari Dukung Kereta Api Masuk PSN

    Ansyari Dukung Kereta Api Masuk PSN

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 44
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Harapan menghadirkan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan kembali menemukan momentumnya. Setelah bertahun-tahun hanya menjadi wacana, proyek transportasi berbasis rel itu kini masuk dalam perhatian pemerintah pusat dan dinilai berpotensi mengubah wajah perekonomian Borneo, termasuk Kalimantan Tengah. Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, menilai pembangunan kereta api akan menjadi salah […]

expand_less