Senin, 15 Jun 2026
light_mode
Beranda » Peristiwa » Dua Operator Excavator Tewas di Orong Onoi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Dua Operator Excavator Tewas di Orong Onoi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sab, 13 Jun 2026
  • visibility 2
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Gunung Mas – Dua nyawa melayang. Di tengah derasnya hujan yang mengguyur kawasan pedalaman Kabupaten Gunung Mas, dua operator excavator dilaporkan meninggal dunia setelah banjir bandang menerjang lokasi penambangan emas di Desa Orong Onoi, Kecamatan Napoi, Sabtu (13/6/2026).

Informasi yang diterima menyebutkan, peristiwa tragis itu terjadi saat para pekerja bersiap memulai aktivitas penambangan di sekitar aliran sungai. Tanpa peringatan, arus banjir datang dengan kekuatan besar. Waktu untuk menyelamatkan diri nyaris tidak ada.

“Ada dua operator excavator yang diduga meninggal dunia. Banjir datang sangat cepat ketika aktivitas akan dimulai,” ujar seorang warga yang melaporkan kejadian tersebut.

Namun di balik kabar duka itu, muncul pertanyaan yang lebih besar. Siapa yang bertanggung jawab atas keselamatan para pekerja di lokasi tersebut?

Dokumentasi foto dan video yang diterima, memperlihatkan sejumlah unit excavator berada di kawasan penambangan. Keberadaan alat-alat berat itu menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Siapa pemiliknya? Siapa yang mengoperasikan aktivitas tersebut? Dan yang paling penting, siapa yang akan bertanggung jawab terhadap keluarga korban?

“Jangan sampai setelah ada korban jiwa, semua pihak saling lempar tanggung jawab. Keluarga korban berhak mendapatkan kejelasan,” katanya.

Peristiwa ini kembali membuka persoalan lama yang kerap menghantui aktivitas pertambangan di daerah, yakni aspek keselamatan kerja yang sering kali luput dari perhatian hingga musibah terjadi.

Dua operator excavator yang dilaporkan meninggal dunia bukan sekadar angka statistik. Mereka adalah tulang punggung keluarga yang pagi itu berangkat bekerja untuk mencari nafkah, namun tak pernah kembali ke rumah.

Masyarakat kini menunggu langkah aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk mengungkap fakta di balik tragedi tersebut. Penyelidikan menyeluruh diperlukan, bukan hanya untuk mengetahui penyebab banjir bandang, tetapi juga memastikan siapa pihak yang bertanggung jawab terhadap aktivitas penambangan dan nasib keluarga korban.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai identitas korban, status kepemilikan alat berat, maupun kronologi lengkap kejadian tersebut. Namun satu pertanyaan terus bergema dari Orong Onoi: setelah dua nyawa hilang, siapa yang akan bertanggung jawab? (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ombudsman RI Desak Pengawasan THR Diperketat, 652 Aduan Buruh Belum Tuntas

    Ombudsman RI Desak Pengawasan THR Diperketat, 652 Aduan Buruh Belum Tuntas

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Praktik pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi buruh kembali jadi borok tahunan. Ombudsman RI membuka fakta pahit: 652 aduan pekerja soal maladministrasi THR sepanjang 2023–2025 belum tuntas ditangani. Negara dinilai masih setengah hati melindungi hak normatif buruh, sementara perusahaan bandel terus mengulang pelanggaran menjelang THR 2026. Anggota Ombudsman RI Robert Na […]

  • Hardiknas 2026: Saat Dunia Pendidikan Berubah Cepat, Kalteng Menjawab dengan Mimpi Satu Rumah Satu Sarjana

    Hardiknas 2026: Saat Dunia Pendidikan Berubah Cepat, Kalteng Menjawab dengan Mimpi Satu Rumah Satu Sarjana

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 hadir di tengah perubahan besar dunia pendidikan. Revolusi digital, perkembangan kecerdasan buatan, hingga perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut sistem pendidikan bergerak lebih cepat, adaptif, dan merata. Sekolah hari ini tidak lagi cukup hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Pendidikan kini dituntut melahirkan generasi yang kritis, kreatif, melek teknologi, sekaligus memiliki […]

  • Kalteng Tumbuh Lebih Cepat, Sinyal Ekonomi Daerah Makin Kuat

    Kalteng Tumbuh Lebih Cepat, Sinyal Ekonomi Daerah Makin Kuat

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 167
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada tahun 2025 menunjukkan performa yang menjanjikan di tengah dinamika ekonomi regional. Dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan, Kalteng berhasil membukukan pertumbuhan yang relatif kuat, menjadi indikator penting keberlanjutan pembangunan lokal. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa ekonomi Kalteng tumbuh sebesar 5,36 persen secara tahunan […]

  • Tambang Tanpa Izin Direbut Negara, 1.699 Hektare Lahan PT AKT Resmi Dikuasai Satgas PKH

    Tambang Tanpa Izin Direbut Negara, 1.699 Hektare Lahan PT AKT Resmi Dikuasai Satgas PKH

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 273
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Negara akhirnya memukul meja. Lahan tambang batu bara seluas 1.699 hektare di Kalimantan Tengah yang bertahun-tahun dikuasai PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) tanpa izin resmi kini direbut kembali. Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengeksekusi pengambilalihan kawasan tersebut pada Kamis (22/1/2026), sekaligus mengakhiri praktik tambang ilegal yang dinilai merugikan keuangan […]

  • Wagub Tantang IKA PMII Kalteng Berkontribusi Nyata Untuk Masayrakat

    Wagub Tantang IKA PMII Kalteng Berkontribusi Nyata Untuk Masayrakat

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 83
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah secara terbuka menantang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) untuk tidak sekadar menjadi organisasi alumni, tetapi tampil sebagai kekuatan intelektual yang berani, kritis, dan berdampak langsung bagi pembangunan daerah. \Pesan tegas ini mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi dan Ramah Tamah serta Pelantikan Pengurus Wilayah dan Pengurus […]

  • Ini Sederet Kado May Day 2026 dari Presiden Prabowo

    Ini Sederet Kado May Day 2026 dari Presiden Prabowo

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 116
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Peringatan Hari Buruh Nasional 2026 menjadi momentum bersejarah bagi kaum pekerja Indonesia. Di hadapan ratusan ribu buruh yang memadati kawasan Monumen Nasional, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan serangkaian kebijakan strategis yang disebut sebagai “Kado May Day 2026”, sebuah paket kebijakan yang menyasar perlindungan dan peningkatan kesejahteraan buruh, nelayan, pekerja rumah tangga, hingga […]

expand_less