Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Opini Redaksi » Dishut Tak Punya Alasan Cuci Tangan Lindungi Hutan

Dishut Tak Punya Alasan Cuci Tangan Lindungi Hutan

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Ming, 28 Des 2025
  • visibility 251
  • comment 0 komentar

Pernyataan bahwa penindakan kejahatan kehutanan bukan kewenangan Dinas Kehutanan (Dishut) patut dikritisi secara serius. Dalam konteks kerusakan hutan yang kian masif, narasi semacam ini justru berisiko memperlemah kehadiran negara di sektor yang paling rentan terhadap kejahatan terorganisir.

Negara tidak pernah merancang sistem perlindungan hutan sebagai mekanisme yang sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian. Dalam kerangka hukum kehutanan, Dishut—melalui Polisi Kehutanan (Polhut) dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)—ditempatkan sebagai bagian integral dari sistem pengawasan dan perlindungan kawasan hutan.

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan secara tegas menyebutkan bahwa perlindungan hutan mencakup upaya pencegahan, pengamanan, dan penindakan terhadap perusakan hutan. Amanat ini bukan norma kosong, melainkan mandat operasional yang harus dijalankan oleh institusi kehutanan di semua level pemerintahan.

Ketentuan tersebut dipertegas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2004 junto PP Nomor 60 Tahun 2009, yang memberi kewenangan kepada Polhut untuk melakukan patroli, pemeriksaan, pengawasan, bahkan penghentian aktivitas ilegal di kawasan hutan. Artinya, negara secara sadar menempatkan Polhut sebagai instrumen aktif, bukan penonton pasif.

Karena itu, membingkai peran Dishut semata-mata sebagai “dinas teknis” yang hanya menunggu laporan tertulis dan koordinasi lintas instansi adalah penyederhanaan yang berbahaya. Kejahatan kehutanan tidak tumbuh dalam ruang administrasi, tetapi di lapangan—di jalan-jalan logging, di areal tambang ilegal, dan di kawasan hutan yang jauh dari pusat kekuasaan.

Benar bahwa Polhut bukan aparat penegak hukum seperti polisi atau jaksa. Namun justru karena itulah Polhut dirancang sebagai garda depan. Ia hadir untuk mendeteksi lebih awal, mencegah kerusakan lebih luas, dan memastikan hukum tidak selalu datang terlambat setelah hutan terlanjur rusak.

Pendekatan yang terlalu defensif—berlindung di balik prosedur, kewenangan pusat, atau alasan koordinasi—tidak sejalan dengan semangat perlindungan hutan. Hutan tidak bisa menunggu birokrasi selesai berdebat. Setiap hari keterlambatan berarti kehilangan tutupan hutan yang tidak tergantikan.

Masalah tumpang tindih kewenangan memang nyata. Namun di tengah kompleksitas tersebut, yang dibutuhkan adalah kepemimpinan institusional, keberanian mengambil peran, dan kemauan menjalankan mandat secara maksimal, bukan saling menghindar dari tanggung jawab.

Redaksi menegaskan: selama Polhut dan PPNS masih berada dalam struktur kehutanan daerah, Dishut tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab perlindungan hutan. Negara tidak hadir melalui klarifikasi, tetapi melalui patroli, pengawasan, dan tindakan nyata.

Jika kejahatan kehutanan terus terjadi sementara instrumen perlindungan hutan tetap ada, maka persoalannya bukan kekosongan hukum. Persoalannya adalah keberanian untuk menjalankan hukum itu sendiri.

— Redaksi DAYA BORNEO

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Huma Betang Night Bikin Palangka Raya Bergemuruh, Ada Pesan Kuat dari Gubernur

    Huma Betang Night Bikin Palangka Raya Bergemuruh, Ada Pesan Kuat dari Gubernur

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 35
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Bundaran Besar Talawang Palangka Raya berubah menjadi lautan manusia, Sabtu (15/8/2026) malam. Ribuan warga memadati kawasan tersebut untuk menikmati Huma Betang Night (HBN) yang digelar dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus HUT ke-1 Kodam XXII/Tambun Bungai. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo hadir bersama Pangdam XXII/Tambun […]

  • Cuaca Panas Meningkat, Dishut Kalteng Pasang Mode Siaga

    Cuaca Panas Meningkat, Dishut Kalteng Pasang Mode Siaga

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 107
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Cuaca panas yang melanda Kalimantan Tengah dalam beberapa pekan terakhir kembali menyalakan alarm kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di tengah kondisi atmosfer yang cenderung kering dan suhu udara yang meningkat, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah memastikan seluruh perangkat pencegahan berada dalam status siaga. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan […]

  • Realisasi Pajak Daerah Kalteng 2025 Capai 96,34 Persen

    Realisasi Pajak Daerah Kalteng 2025 Capai 96,34 Persen

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 123
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak daerah tahun 2025 mencapai 96,34 persen dari target. Capaian tersebut didorong oleh kinerja sejumlah jenis pajak yang berhasil melampaui target, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Kepala Badan […]

  • Kartini Masa Kini Harus Berani Ambil Peran Strategis

    Kartini Masa Kini Harus Berani Ambil Peran Strategis

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 78
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Peringatan Hari Kartini tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan tanpa makna. Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, menegaskan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini harus dimanifestasikan dalam tindakan nyata perempuan masa kini. Ia menyatakan, perjuangan Kartini di era modern tidak lagi sekadar soal akses pendidikan, tetapi sudah bergeser pada bagaimana […]

  • DPRD Kalteng “Sentil” Pemprov, Sengketa Tapal Batas dan DOB Dinilai Belum Serius Ditangani

    DPRD Kalteng “Sentil” Pemprov, Sengketa Tapal Batas dan DOB Dinilai Belum Serius Ditangani

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 62
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah kembali melontarkan kritik terhadap Pemerintah Provinsi Kalteng terkait lambannya penyelesaian sengketa tapal batas wilayah dan minimnya progres pengusulan Daerah Otonomi Baru (DOB). Persoalan itu menjadi salah satu catatan tajam DPRD dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan pada Rapat Paripurna […]

  • Lahan Bekas Terbakar di Sabaru Kembali Dilalap Api

    Lahan Bekas Terbakar di Sabaru Kembali Dilalap Api

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 98
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menunjukkan taringnya di Kota Palangka Raya. Kali ini, api membakar lahan kosong di kawasan Jalan Pasendeng Ujung, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sabangau, Minggu (16/8/2026) malam. Kebakaran dilaporkan warga melalui Call Center 112 sekitar pukul 18.24 WIB. Laporan tersebut langsung direspons Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan […]

expand_less