Jumat, 31 Jul 2026
light_mode
Beranda » Peristiwa » Dua Operator Excavator Tewas di Orong Onoi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Dua Operator Excavator Tewas di Orong Onoi, Siapa yang Bertanggung Jawab?

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sab, 13 Jun 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Gunung Mas – Dua nyawa melayang. Di tengah derasnya hujan yang mengguyur kawasan pedalaman Kabupaten Gunung Mas, dua operator excavator dilaporkan meninggal dunia setelah banjir bandang menerjang lokasi penambangan emas di Desa Orong Onoi, Kecamatan Napoi, Sabtu (13/6/2026).

Informasi yang diterima menyebutkan, peristiwa tragis itu terjadi saat para pekerja bersiap memulai aktivitas penambangan di sekitar aliran sungai. Tanpa peringatan, arus banjir datang dengan kekuatan besar. Waktu untuk menyelamatkan diri nyaris tidak ada.

“Ada dua operator excavator yang diduga meninggal dunia. Banjir datang sangat cepat ketika aktivitas akan dimulai,” ujar seorang warga yang melaporkan kejadian tersebut.

Namun di balik kabar duka itu, muncul pertanyaan yang lebih besar. Siapa yang bertanggung jawab atas keselamatan para pekerja di lokasi tersebut?

Dokumentasi foto dan video yang diterima, memperlihatkan sejumlah unit excavator berada di kawasan penambangan. Keberadaan alat-alat berat itu menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Siapa pemiliknya? Siapa yang mengoperasikan aktivitas tersebut? Dan yang paling penting, siapa yang akan bertanggung jawab terhadap keluarga korban?

“Jangan sampai setelah ada korban jiwa, semua pihak saling lempar tanggung jawab. Keluarga korban berhak mendapatkan kejelasan,” katanya.

Peristiwa ini kembali membuka persoalan lama yang kerap menghantui aktivitas pertambangan di daerah, yakni aspek keselamatan kerja yang sering kali luput dari perhatian hingga musibah terjadi.

Dua operator excavator yang dilaporkan meninggal dunia bukan sekadar angka statistik. Mereka adalah tulang punggung keluarga yang pagi itu berangkat bekerja untuk mencari nafkah, namun tak pernah kembali ke rumah.

Masyarakat kini menunggu langkah aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk mengungkap fakta di balik tragedi tersebut. Penyelidikan menyeluruh diperlukan, bukan hanya untuk mengetahui penyebab banjir bandang, tetapi juga memastikan siapa pihak yang bertanggung jawab terhadap aktivitas penambangan dan nasib keluarga korban.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai identitas korban, status kepemilikan alat berat, maupun kronologi lengkap kejadian tersebut. Namun satu pertanyaan terus bergema dari Orong Onoi: setelah dua nyawa hilang, siapa yang akan bertanggung jawab? (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seremoni Kartini atau Investasi Masa Depan? Pemprov Kalteng Dorong PAUD Tak Sekadar Ajang Lomba

    Seremoni Kartini atau Investasi Masa Depan? Pemprov Kalteng Dorong PAUD Tak Sekadar Ajang Lomba

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 173
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kalimantan Tengah diwarnai lomba fashion show dan mewarnai anak usia dini. Namun di balik panggung penuh warna itu, Pemerintah Provinsi Kalteng mengirim pesan tegas: pendidikan anak usia dini tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Kegiatan yang digelar di Aula Dinas Pendidikan, Senin (27/4/2026), menghadirkan Bunda PAUD […]

  • Dinas Kehutanan Kalteng Dihancurkan, Apa yang Ingin Dibangun?

    Dinas Kehutanan Kalteng Dihancurkan, Apa yang Ingin Dibangun?

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 63
    • 0Komentar

    DAYANORNEO, Palangka Raya – Alat berat mulai bekerja. Dinding yang selama puluhan tahun berdiri kokoh kini rata dengan tanah. Gedung Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, yang menjadi saksi lahirnya berbagai kebijakan pengelolaan hutan, kini hanya menyisakan kenangan. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya pembongkaran sebuah bangunan. Namun bagi Kalimantan Tengah, hilangnya gedung tersebut menyimpan pertanyaan […]

  • Dishut Tak Punya Alasan Cuci Tangan Lindungi Hutan

    Dishut Tak Punya Alasan Cuci Tangan Lindungi Hutan

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Pernyataan bahwa penindakan kejahatan kehutanan bukan kewenangan Dinas Kehutanan (Dishut) patut dikritisi secara serius. Dalam konteks kerusakan hutan yang kian masif, narasi semacam ini justru berisiko memperlemah kehadiran negara di sektor yang paling rentan terhadap kejahatan terorganisir. Negara tidak pernah merancang sistem perlindungan hutan sebagai mekanisme yang sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian. Dalam kerangka hukum kehutanan, […]

  • LBH Antang Damang Resmi Berdiri, Jangan Takut Bela Rakyat Kecil

    LBH Antang Damang Resmi Berdiri, Jangan Takut Bela Rakyat Kecil

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 32
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pelantikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Antang Damang di Palangka Raya, Rabu (22/04/2026), membawa pesan keras dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah: hukum harus hadir untuk semua, bukan hanya untuk mereka yang punya akses dan kekuatan. Melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Darliansjah, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa keberadaan LBH […]

  • Prabowo Ingin Kampus Jadi Problem Solver Daerah

    Prabowo Ingin Kampus Jadi Problem Solver Daerah

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 93
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai mengarahkan perguruan tinggi sebagai kekuatan strategis dalam pembangunan daerah. Kampus tidak lagi hanya diposisikan sebagai ruang akademik yang menghasilkan lulusan dan penelitian, tetapi didorong menjadi pusat solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah daerah—dari pengelolaan sampah, penataan kawasan, hingga inovasi teknologi lingkungan. Arah baru itu mengemuka setelah […]

  • Pemprov Kalteng dan Bawaslu Siapkan Benteng Informasi Pemilu, Perang Terbuka Lawan Hoaks

    Pemprov Kalteng dan Bawaslu Siapkan Benteng Informasi Pemilu, Perang Terbuka Lawan Hoaks

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 78
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai memasang kuda-kuda menghadapi dinamika Pemilu dengan menggandeng Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Tengah. Sinergi ini dibahas serius dalam audiensi dan rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di Aula Kanderang Tingang Diskominfosantik Kalteng, Selasa (27/1/2026). Langkah ini menegaskan sikap Pemprov Kalteng untuk tidak memberi ruang […]

expand_less