Presiden Prabowo Tekankan Polri Harus Setia kepada Rakyat
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Kam, 2 Jul 2026
- visibility 57
- comment 0 komentar

Dok. BPMI Setpres
DAYABORNEO, Bogor – Presiden Prabowo Subianto menghadiri sekaligus memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Satuan Latihan Korps Brigade Mobil (Korbrimob), Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
Kehadiran Kepala Negara menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap penguatan institusi Kepolisian Republik Indonesia di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Dalam upacara tersebut, Presiden menerima Medali Keamanan dan Keselamatan Publik (Loka Praja Samrakshana) yang disematkan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Presiden dalam mendukung pengembangan Polri, mulai dari peningkatan kapasitas kelembagaan hingga penguatan pelayanan kepada masyarakat.
Namun sorotan utama Presiden bukanlah penghargaan yang diterimanya. Dalam amanatnya, Prabowo justru mengingatkan seluruh anggota Polri agar tidak pernah melupakan tugas utama sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Menurut Presiden, kepercayaan publik merupakan modal terbesar yang harus dijaga oleh setiap insan Bhayangkara. Karena itu, Polri dituntut terus meningkatkan profesionalisme, disiplin, integritas, dan keberanian dalam menegakkan hukum secara adil.
“Teruslah mengabdi dengan tulus. Polri harus selalu hadir memberikan rasa aman, melindungi masyarakat, dan menjaga kehormatan bangsa,” ujar Presiden.
Peringatan Hari Bhayangkara tahun ini berlangsung di tengah tuntutan publik agar institusi kepolisian semakin transparan, modern, dan akuntabel. Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi Polri agar mampu menjawab tantangan kejahatan yang semakin berkembang, termasuk kejahatan siber dan transnasional.
Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para pimpinan lembaga negara, jajaran Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, pejabat utama Polri, serta ribuan personel dari berbagai kesatuan.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa kekuatan Polri tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga keamanan, tetapi juga dari kemampuannya membangun kepercayaan rakyat melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan berkeadilan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar