Minggu, 13 Sep 2026
light_mode
Beranda » Artikel » Algoritma Media Sosial Jadi “Guru Liar”: Ancaman Sunyi yang Membentuk Pola Pikir Anak

Algoritma Media Sosial Jadi “Guru Liar”: Ancaman Sunyi yang Membentuk Pola Pikir Anak

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

Di balik layar ponsel yang tampak sederhana, ada kekuatan besar yang diam-diam membentuk cara berpikir anak-anak: algoritma media sosial. Tanpa disadari, sistem ini bekerja seperti “guru liar”—mengajarkan nilai, preferensi, bahkan cara pandang hidup, tanpa kurikulum yang jelas dan tanpa pengawasan langsung.

Fenomena ini bukan isapan jempol. Seiring meningkatnya penetrasi internet di kalangan anak dan remaja, durasi konsumsi konten digital juga melonjak signifikan. Anak-anak kini menghabiskan berjam-jam setiap hari di platform media sosial, dari menonton video pendek hingga berinteraksi dalam ruang digital yang nyaris tanpa batas. Dalam kondisi ini, algoritma berperan sebagai “penentu arah”—menyodorkan konten yang terus disesuaikan dengan kebiasaan dan minat pengguna.

Masalahnya, algoritma tidak dirancang untuk mendidik, melainkan untuk mempertahankan perhatian. Artinya, konten yang muncul bukan selalu yang terbaik, tetapi yang paling menarik dan memicu interaksi. Ini membuka ruang besar bagi paparan konten dangkal, sensasional, bahkan berpotensi merusak nilai-nilai dasar anak.

Analisis sederhana menunjukkan bahwa anak yang terpapar konten berulang dari algoritma cenderung mengalami penguatan pola pikir tertentu—baik itu positif maupun negatif. Dalam banyak kasus, konten viral yang berulang dapat membentuk persepsi realitas yang bias. Anak bisa menganggap sesuatu yang populer sebagai sesuatu yang benar, tanpa proses berpikir kritis.

Lebih jauh, efek “echo chamber” atau ruang gema memperparah situasi. Algoritma cenderung menampilkan konten serupa secara terus-menerus, sehingga anak terjebak dalam sudut pandang yang sempit. Ini berisiko menghambat perkembangan empati, toleransi, dan kemampuan memahami perbedaan.

Di sinilah letak ancaman sesungguhnya. Ketika algoritma mengambil alih peran edukatif, maka fungsi keluarga—khususnya orang tua—mulai tergeser. Tanpa pendampingan, anak akan lebih percaya pada apa yang mereka lihat di layar dibandingkan nilai yang diajarkan di rumah.

Namun, kondisi ini bukan tanpa solusi. Kunci utama tetap pada penguatan peran orang tua dalam mendampingi anak di ruang digital. Literasi digital menjadi kebutuhan mendesak, bukan hanya bagi anak, tetapi juga bagi orang tua. Pengawasan aktif, pembatasan waktu layar, serta dialog terbuka tentang konten yang dikonsumsi menjadi langkah penting untuk menyeimbangkan pengaruh algoritma.

Selain itu, peran pemerintah dan platform digital juga tidak bisa diabaikan. Regulasi yang lebih ketat terhadap konten anak serta transparansi algoritma menjadi bagian dari upaya perlindungan generasi muda.

Pada akhirnya, algoritma hanyalah alat. Namun tanpa kendali, ia bisa menjadi “guru liar” yang membentuk generasi tanpa arah. Pertanyaannya kini, siapa yang lebih dominan dalam mendidik anak—orang tua atau algoritma? Jawabannya akan menentukan wajah masa depan Indonesia. (red)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program CSR Ada, Pemprov Kalteng Desak Perusahaan Jangan Lepas Tangan dari Jalan Rusak

    Program CSR Ada, Pemprov Kalteng Desak Perusahaan Jangan Lepas Tangan dari Jalan Rusak

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 43
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Program Corporate Social Responsibility (CSR) diharapkan menjadi solusi cepat untuk perbaikan jalan rusak di Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalteng secara terbuka menyoroti minimnya komitmen perusahaan, khususnya di wilayah timur yang infrastrukturnya kian memprihatinkan. Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mengungkapkan, dari sekitar 39 perusahaan yang diundang dalam […]

  • Prabowo Salat Iduladha di Paris, Penuh Nuansa Hangat Tanah Air

    Prabowo Salat Iduladha di Paris, Penuh Nuansa Hangat Tanah Air

    • calendar_month Jum, 29 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 56
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Paris — Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Iduladha 1447 Hijriah bersama warga negara Indonesia dan diaspora di Wisma Indonesia, Paris, Prancis, Rabu (27/05/2026). Di tengah kunjungan kenegaraan ke Eropa, momen tersebut menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan bagi masyarakat Indonesia yang merayakan hari raya jauh dari tanah air. Sejak pagi, para jemaah telah memadati […]

  • Presiden Prabowo Bangun Sentra Nelayan Modern dari Pesisir Gorontalo

    Presiden Prabowo Bangun Sentra Nelayan Modern dari Pesisir Gorontalo

    • calendar_month Ming, 10 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 165
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Gorontalo — Presiden Prabowo Subianto mulai menggerakkan agenda besar transformasi sektor kelautan nasional dari pesisir, saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). Presiden menegaskan pembangunan ekonomi maritim tidak boleh lagi berhenti pada penangkapan ikan, tetapi harus masuk ke tahap industrialisasi dan penguatan rantai distribusi hasil laut. Di kawasan pesisir itu, […]

  • NTP Petani Kalteng Naik Jadi 139,53, Hortikultura Tumbuh Paling Tinggi

    NTP Petani Kalteng Naik Jadi 139,53, Hortikultura Tumbuh Paling Tinggi

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 25
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kondisi ekonomi petani di Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan positif pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Gabungan Kalteng mencapai 139,53, naik 1,88 persen dibandingkan Juli yang berada di angka 136,95. Kenaikan tersebut menjadi salah satu indikator membaiknya daya tukar petani terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan […]

  • RKAB Tambang Dibatasi, Apa Dampaknya bagi Pekerja?

    RKAB Tambang Dibatasi, Apa Dampaknya bagi Pekerja?

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Ketika aktivitas tambang berubah, dampaknya tidak berhenti di kawasan pertambangan. Ada pekerja yang menggantungkan penghasilan dari operasional perusahaan, ada keluarga yang bergantung pada gaji bulanan, dan ada ekonomi daerah yang ikut bergerak dari aktivitas sektor tersebut. Karena itu, pembatasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan menjadi isu yang tidak hanya menyangkut perusahaan dan produksi. […]

  • Kecelakaan KA Bekasi, Presiden Setujui Pembangunan Flyover

    Kecelakaan KA Bekasi, Presiden Setujui Pembangunan Flyover

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 123
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Bekasi – Pemerintah bergerak cepat merespons kecelakaan kereta api di Bekasi dengan menyiapkan solusi konkret. Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan flyover di sejumlah titik rawan sebagai langkah strategis menekan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang. Keputusan ini diambil setelah Presiden meninjau langsung kondisi korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Selasa (28/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Presiden […]

expand_less