SMAN 1 Palangka Raya, dari SMA Bandar Veteran hingga Menjadi Sekolah Unggulan
- account_circle fe
- calendar_month Sel, 4 Agu 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar

Dok. SMAN 1 Palangka Raya
PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Di balik status sebagai salah satu sekolah tertua di Kalimantan Tengah, SMA Negeri 1 Palangka Raya menyimpan sejarah panjang yang jarang diketahui publik. Sekolah ini awalnya berdiri atas swadaya masyarakat pada 1959 dengan nama SMA Bandar Veteran, sebelum akhirnya resmi menyandang nama SMA Negeri 1 Palangka Raya.
Kepala SMA Negeri 1 Palangka Raya, Drs. H. Arbusin, menjelaskan bahwa status negeri sekolah ini disahkan pada 1 Agustus 1959 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 25/SK/B/III/1959. Sejak saat itu, tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahir sekolah yang kini genap berusia 67 tahun.
Perjalanan sekolah ini juga diwarnai perpindahan lokasi. Pada 1960, SMA Negeri 1 Palangka Raya berpindah dari Jalan Darmo Sugondo ke Jalan Ahmad Yani, tepatnya di lokasi yang dulu dikenal sebagai SD Batu Palangka Raya dan kini menjadi SDN 1 Langkai. Setahun berselang, pada 1961, sekolah kembali berpindah ke Jalan AIS Nasution No. 2 Palangka Raya, lokasi yang ditempati hingga saat ini.
“Sejak berdiri tahun 1959, SMA Negeri 1 Palangka Raya telah dipimpin oleh 16 kepala sekolah, dan saat ini saya menjadi kepala sekolah ke-16,” ujar Arbusin, yang mengabdi sebagai guru sejak 1999 sebelum menjabat kepala sekolah pada 2019.
Sejarah panjang tersebut berjalan beriringan dengan deretan prestasi. Sejak 2019 hingga 2025, siswa sekolah ini rutin lolos program pertukaran pelajar Indonesia-Amerika Serikat, bahkan meloloskan dua siswa sekaligus pada 2022. Ketua OSIS sekolah, Cantika, turut mengharumkan nama sekolah dengan masuk 10 besar Ketua OSIS terbaik se-Indonesia.
Nama besar alumni turut memperkuat reputasi sekolah, di antaranya Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin dan mantan Wakil Wali Kota Mofit Saptono.
“Banyak alumni kami yang menduduki posisi penting, ini menjadi bukti kualitas pendidikan di SMAN 1 Palangka Raya,” katanya.
Dari akar sederhana sebagai SMA Bandar Veteran hingga kini dikenal sebagai sekolah unggulan, SMA Negeri 1 Palangka Raya membuktikan bahwa sejarah panjang dapat berjalan seiring dengan prestasi yang terus tumbuh.
Meski demikian, Arbusin mengungkapkan bahwa sekolah ini masih menghadapi tantangan dari sisi fasilitas. Sejumlah sarana, termasuk gedung utama dan alat laboratorium, dinilai memerlukan pembaruan agar tetap sejalan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
“Kami sangat berharap perhatian pemerintah provinsi, sehingga SMA Negeri 1 Palangka Raya tetap menjadi salah satu institusi pendidikan tertua yang terus dijaga eksistensinya di Kalimantan Tengah. (red-fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar