Wagub Edy: Efisiensi Bukan Alasan, Pembangunan Katingan Harus Terus Bergerak
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sen, 20 Jul 2026
- visibility 63
- comment 0 komentar

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo saat memimpin upacara HUT ke-24 Kabupaten Katingan
DAYABORNEO, Kasongan – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar tidak menjadikan keterbatasan fiskal sebagai alasan memperlambat pembangunan.
Pesan itu disampaikan saat memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Katingan di Halaman Kantor Bupati Katingan, Senin (20/7/2026).
Bagi Edy, tantangan anggaran justru menjadi ujian bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa pelayanan publik tetap bisa berjalan optimal dengan belanja yang lebih tepat sasaran.
“Efisiensi bukan berarti pembangunan berhenti atau pelayanan kepada masyarakat dikurangi. Justru kita dituntut lebih cerdas menentukan prioritas sehingga setiap rupiah benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk program yang nyata,” tegas Edy.
Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa kualitas pembangunan tidak semata ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan oleh kemampuan pemerintah mengelola setiap program secara efektif.
Dalam amanatnya, Edy mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan peringatan hari jadi Kabupaten Katingan sebagai momentum mengevaluasi sekaligus mempercepat pembangunan daerah. Ia menilai usia 24 tahun bukan lagi fase membangun fondasi, melainkan saatnya memperkuat daya saing dan mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
“Pembangunan harus dirasakan seluruh masyarakat, bukan hanya yang berada di pusat kabupaten. Desa-desa, kawasan pedalaman, hingga wilayah terpencil juga harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.
Menurut Edy, Kalimantan Tengah memiliki kekayaan sumber daya alam dan potensi ekonomi yang besar. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak dibarengi kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dunia usaha, dan masyarakat.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tetap membuka ruang kerja sama dengan seluruh daerah untuk mempercepat pembangunan yang berkeadilan tanpa meninggalkan nilai-nilai Huma Betang sebagai identitas masyarakat Dayak.
“Daerah yang maju bukan daerah yang bergantung terus kepada pihak lain, tetapi daerah yang mampu mengembangkan potensi sendiri tanpa kehilangan jati dirinya,” kata Edy.
Momentum HUT ke-24 Katingan juga menjadi pengingat bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks. Selain meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan dasar, pemerintah daerah dituntut mampu memperkuat ekonomi masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak bagi warga.
Perayaan hari jadi tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi panggung evaluasi terhadap arah pembangunan daerah. Di tengah tekanan efisiensi anggaran, masyarakat kini menaruh harapan agar pemerintah mampu membuktikan bahwa pembangunan tetap berjalan, pelayanan publik tetap hadir, dan kesejahteraan masyarakat terus menjadi prioritas utama, bukan sekadar slogan dalam setiap peringatan hari jadi daerah. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar