Video Viral Sekda Sintang, Berani-beraninya “Todong” Menteri Raja Juli Antoni Begini!
- account_circle fe
- calendar_month Sel, 1 Sep 2026
- visibility 39
- comment 0 komentar

Sekretaris Daerah (Sekda) Sintang, Kartiyus
SINTANG, Dayaborneo — Media sosial tengah dibanjiri satu video pendek yang menampilkan momen tak biasa: seorang Sekretaris Daerah (Sekda) blak-blakan menyoal kinerja seorang menteri. Adalah Kartiyus, Sekda Kabupaten Sintang, yang dalam video tersebut tampak melayangkan kritik tajam kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah melanda daerahnya.
Video berdurasi singkat itu memperlihatkan Kartiyus berbicara dengan nada meninggi, seolah tak sabar lagi menahan kekesalannya. Menurutnya, selama ini persoalan karhutla kerap dipandang sebagai tanggung jawab tunggal Bupati Sintang, padahal peran Kementerian Kehutanan sebagai pemegang otoritas kawasan hutan seharusnya jauh lebih besar.
“Menteri, turun tangan, bantu anak mu di lapangan ya. Jangan urusan penyakitnya aja diserahkan ke Bupati, jaga hutan. Karena sudah terbakar gini, menteri mana? Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan kita, jaga tuh hutanmu, jangan dibiarkan terbakar,” tutur Kartiyus dalam rekaman yang diambil Senin (31/8/2026) itu.
Tak cukup sampai di situ, Kartiyus melanjutkan kritiknya dengan menyoroti nasib para petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang berjuang di garis depan pemadaman api, namun menurutnya minim perhatian dari kementerian yang menaungi mereka.
“Anakmu yang memadam api, itu tidak makan. Masa Bupati ngasih dia makan? Kasih makan anakmu, yang ada di lapangan itu, KPH kita, itu kan anak mu Juli Antoni itu, Raja Juli itu Menteri. Turun tangan, bantu anak mu di lapangan ya,” ucapnya lagi dengan nada yang tak kalah keras.
Begitu beredar, video ini langsung banjir respons. Ada yang menyebut Kartiyus sebagai representasi suara pejabat daerah yang selama ini jarang berani bicara terbuka ke pusat. Namun tak sedikit pula yang mempertanyakan kepantasan gaya bicaranya terhadap seorang pejabat setingkat menteri.
Hingga kini, baik Kementerian Kehutanan maupun Menteri Raja Juli Antoni belum memberikan tanggapan apa pun terkait video yang terus menjadi bahan perbincangan publik ini. (fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar