ASN Laki-Laki Dikerahkan Hadapi Karhutla Kalteng
- account_circle fe
- calendar_month Sel, 1 Sep 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar

Dok. Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran melepas Tim Pasukan Isen Mulang
PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah lebih tegas menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) laki-laki di lingkungan Pemprov Kalteng dikerahkan untuk memperkuat penanganan karhutla yang masih menjadi perhatian serius.
Penguatan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Penguatan Penanganan Karhutla Tahun 2026 di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Senin (31/8/2026).
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, pengerahan ASN bukan sekadar mobilisasi personel. Langkah itu merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperkuat kerja bersama dengan TNI, Polri dan masyarakat dalam menghadapi karhutla.
“Yang kita perlukan adalah semangat kerja sama, gotong royong, kolaborasi semua elemen bergerak bersama memperkuat upaya penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah,” tegas Agustiar.
Para ASN yang ditugaskan ke lapangan diminta menyiapkan perlengkapan pendukung, mulai dari sarung tangan, masker, sepatu bot, kapak, pemukul api, sekop atau cangkul hingga parang atau sabit.
Namun, Agustiar mengingatkan pengerahan personel tidak boleh mengabaikan keselamatan. Setiap petugas wajib mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP), menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), serta tidak bertindak sendiri tanpa arahan koordinator di lapangan.
“Keberhasilan penanganan Karhutla bukan hanya ketika api bisa dipadamkan, tetapi juga bagaimana masyarakat terlindungi, lingkungan terjaga, dan seluruh personel kembali dengan selamat,” ujarnya.
Tak berhenti pada pengerahan pasukan, Pemprov Kalteng juga menyiapkan Posko Induk Karhutla di Istana Isen Mulang. Posko tersebut akan menjadi pusat komando dan koordinasi berbagai unsur dalam penanganan karhutla.
Fasilitas pendukung seperti Media Center, dapur umum, pelayanan oksigen dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat juga disiapkan.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat respons terhadap kebakaran, sekaligus menekan dampak asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas warga.
Pemprov Kalteng menargetkan penguatan penanganan ini dapat membantu mengendalikan karhutla dan menjaga masyarakat serta lingkungan dari dampak kebakaran. (fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar