Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Reforma Agraria Kalteng Disorot, DPR RI Tekan Perlindungan Hak Rakyat

Reforma Agraria Kalteng Disorot, DPR RI Tekan Perlindungan Hak Rakyat

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
  • visibility 349
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Isu agraria kembali menjadi sorotan dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPR RI di Kalimantan Tengah. Pertemuan strategis yang berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur, Kamis (23/4/2026), mempertemukan Komisi II DPR RI, Kementerian ATR/BPN, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam satu forum koordinasi lintas level pemerintahan.

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menegaskan pentingnya pertemuan ini sebagai momentum memperkuat sinergi kebijakan agraria dan tata ruang. Ia menyoroti tantangan utama di daerahnya, yakni dominasi kawasan hutan yang telah lama dihuni masyarakat secara turun-temurun.

“Kami membutuhkan dukungan nyata pemerintah pusat untuk mempercepat penyelesaian status kawasan hutan secara adil dan berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.

Pemprov Kalteng, lanjutnya, terus mendorong optimalisasi Reforma Agraria melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA). Namun tanpa kejelasan status lahan, konflik agraria berpotensi terus berulang.

Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, menekankan pentingnya penguatan regulasi sebagai payung hukum perlindungan rakyat, khususnya masyarakat adat. Ia mendorong revisi sejumlah ketentuan agar GTRA benar-benar menjadi instrumen perlindungan hak.

“Negara harus hadir memberikan kepastian hukum. Masyarakat adat perlu proteksi yuridis yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan, menilai kepala daerah memiliki peran kunci dalam penyelesaian konflik agraria. Menurutnya, kolaborasi antara pusat dan daerah menjadi faktor penentu efektivitas kebijakan pertanahan.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo. Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan agraria tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Kita harus bergerak bersama. GTRA menjadi instrumen penting untuk percepatan penyelesaian masalah,” katanya.

Sebagai bagian dari komitmen nyata, kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan 42 sertipikat tanah berbagai kategori, mulai dari aset pemerintah hingga sertipikat untuk lembaga keagamaan dan masyarakat.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa percepatan reforma agraria di Kalteng tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi mulai bergerak ke tahap implementasi konkret. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Takbir Menggema di Bundaran Besar, Gubernur Agustiar Serukan Persatuan

    Takbir Menggema di Bundaran Besar, Gubernur Agustiar Serukan Persatuan

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 115
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Bundaran Besar Palangka Raya berubah menjadi lautan manusia saat ribuan warga memadati pusat kota untuk mengikuti Pawai Takbiran Idul Adha 1447 Hijriah, Selasa (26/5/2026) malam. Di tengah gemuruh takbir dan parade kendaraan hias, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengajak masyarakat menjaga persatuan dan semangat saling peduli di Bumi Tambun Bungai. Pawai yang […]

  • Inflasi Kalteng 4,56 Persen pada Mei 2026, Lampaui Target Nasional

    Inflasi Kalteng 4,56 Persen pada Mei 2026, Lampaui Target Nasional

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 96
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Tekanan kenaikan harga kebutuhan masyarakat di Kalimantan Tengah belum menunjukkan tanda mereda. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Provinsi Kalimantan Tengah pada Mei 2026 mencapai 4,56 persen, jauh di atas target inflasi nasional yang berada pada kisaran 2,5 persen ±1 persen. Kabupaten Kapuas menjadi wilayah dengan lonjakan harga tertinggi di […]

  • Anak Krakatau Mengamuk, Empat Bandara Ditutup!

    Anak Krakatau Mengamuk, Empat Bandara Ditutup!

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 44
    • 0Komentar

    JAKARTA, Dayaborneo – Erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mengusik aktivitas penerbangan. Sebaran abu vulkanik dari gunung api di Selat Sunda membuat empat bandara di Jawa dan Lampung menghentikan operasional sementara pada Minggu (6/9) pagi. Empat bandara yang terdampak yakni Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, dan Budiarto Curug. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap […]

  • Prabowo Perintahkan Investigasi Total Tragedi KA di Bekasi

    Prabowo Perintahkan Investigasi Total Tragedi KA di Bekasi

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 182
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Bekasi – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas menyusul kecelakaan kereta api di Bekasi dengan memerintahkan investigasi menyeluruh sekaligus menyetujui percepatan pembangunan flyover di kawasan rawan. Kebijakan tersebut ditegaskan Presiden usai menjenguk korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Selasa (28/4/2026). Dalam keterangannya, Presiden menilai persoalan utama terletak pada masih banyaknya perlintasan sebidang yang belum […]

  • Tata Ruang Republik Tersandera Ego Sektoral, DPD RI Dorong Badan Nasional di Bawah Presiden

    Tata Ruang Republik Tersandera Ego Sektoral, DPD RI Dorong Badan Nasional di Bawah Presiden

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Carut-marut penataan ruang di Indonesia kembali menjadi sorotan. Tumpang tindih kewenangan lintas kementerian dinilai membuat arah pembangunan nasional berjalan tanpa sinkronisasi yang jelas, bahkan memicu konflik agraria, sengketa tenurial, hingga bencana ekologis di berbagai daerah. Sorotan tersebut mengemuka dari hasil reses Komite I DPD RI yang menghimpun berbagai persoalan tata ruang dari […]

  • Dibalik Pesan Notifikasi, KPK Usut Dugaan Korupsi Rp2 Triliun di BRI-Telkom

    Dibalik Pesan Notifikasi, KPK Usut Dugaan Korupsi Rp2 Triliun di BRI-Telkom

    • calendar_month Ming, 7 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 152
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Di era perbankan digital, notifikasi transaksi melalui SMS dan WhatsApp telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas jutaan nasabah. Setiap transfer, penarikan, hingga pembayaran tercatat dan dikirim dalam hitungan detik. Namun di balik layanan yang tampak sederhana itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini mencium dugaan penyimpangan bernilai fantastis yang melibatkan dua perusahaan […]

expand_less