Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » DPRD Kalteng » Delapan Desa di Rungan Hulu Menjerit Butuh Air Bersih, Sengkon: Jadi Prioritas Saya

Delapan Desa di Rungan Hulu Menjerit Butuh Air Bersih, Sengkon: Jadi Prioritas Saya

  • account_circle fe
  • calendar_month Rab, 9 Sep 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Krisis air bersih ternyata masih membayangi warga di pelosok Gunung Mas. Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Sengkon, mengungkap temuan mengejutkan usai blusukan ke delapan desa di Kecamatan Rungan Hulu saat masa reses.

Politikus Partai Perindo dari Daerah Pemilihan Kalteng I—yang mencakup Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas—ini membeberkan hasil kunjungannya kepada media, saat ditemui di DPRD Kalteng, Rabu (9/9/2026) siang.

Menurut Sengkon, hampir semua desa yang ia sambangi punya keluhan serupa: air bersih makin sulit didapat. Kondisi ini bahkan dia sebut sudah masuk kategori mengkhawatirkan.

“Sekarang mereka itu berkaitan dengan air bersih sudah riskan keadaannya, sehingga mereka butuh sumur bor. Diminta kepada provinsi ada perhatian berkaitan dengan sumur bor air bersih,” tegas Sengkon.

Tak main-main, ia memastikan persoalan ini bakal jadi catatan teratas dalam laporan resesnya ke DPRD.

“Nanti di laporan hasil riset itu, poin yang pertama saya masukkan dari saya,” ujarnya.

Desa-desa yang menyuarakan keluhan tersebut di antaranya Antapang, Tumbang Tuwe, Tumbang Mujai, Sei Antai, Batu Puter, dan Sangmal. Sengkon menyebut, permintaan warga itu bukan sekadar keluhan lisan—camat setempat pun ikut mendukung dan menyerahkan proposal resmi kepadanya.

Selain krisis air, Sengkon juga menyoroti ancaman kebakaran dan kabut asap yang mengintai wilayah tersebut saat musim kemarau, kondisi yang menurutnya tak jauh berbeda dengan yang dihadapi Palangka Raya.

Bukan cuma soal air dan lingkungan, dunia pendidikan di Rungan Hulu pun butuh perhatian serius. Warga mengusulkan agar kecamatan yang berpenduduk lebih dari 7.000 jiwa itu segera memiliki SMA sendiri.

“Karena tidak ada SMA di kecamatan itu, anak-anak lulusan SMP lari ke Palangka Raya, ke Gunung Mas, atau ke kecamatan-kecamatan lain yang sudah memiliki SMA,” papar Sengkon.

Ia menilai, minimnya akses pendidikan tingkat atas ini berdampak langsung pada masa depan anak-anak di kecamatan tersebut. Karena itu, usulan pendirian SMA turut ia masukkan sebagai agenda prioritas.

“Itu juga menjadi perhatian serius, menjadi prioritas. Itu juga poin yang nanti akan saya sampaikan,” tutupnya. (fe) 

  • Penulis: fe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isen Mulang Akademi Siap Layani Rehabilitasi Gratis bagi Korban Napza

    Isen Mulang Akademi Siap Layani Rehabilitasi Gratis bagi Korban Napza

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 38
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengirim pesan tegas bahwa perang terhadap narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku. Korban penyalahgunaan narkotika juga harus diselamatkan melalui rehabilitasi yang layak, manusiawi, dan mudah diakses. Komitmen itu diwujudkan lewat peresmian Gedung Rehabilitasi Napza Isen Mulang Akademi di Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei, Rabu (15/7/2026). Fasilitas tersebut […]

  • FISIP UPR Tancap Gas di Usia 14 Tahun, Pemprov Kalteng Tantang Mahasiswa Turun ke Medan Sosial

    FISIP UPR Tancap Gas di Usia 14 Tahun, Pemprov Kalteng Tantang Mahasiswa Turun ke Medan Sosial

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 125
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) tidak ingin sekadar merayakan usia. Memasuki Dies Natalis ke-14, FISIP UPR menegaskan diri sebagai kawah candradimuka pemikir kritis dan calon pemimpin Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalteng pun ikut memberi sinyal tegas: kampus harus hadir langsung menjawab persoalan daerah. Asisten Perekonomian […]

  • Gubernur Agustiar: FBIM 2026 Tegaskan Budaya Dayak Bukan Pajangan

    Gubernur Agustiar: FBIM 2026 Tegaskan Budaya Dayak Bukan Pajangan

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 253
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 resmi dibuka dengan gegap gempita di Kota Palangka Raya, Minggu (17/5/2026). Dalam acara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran tampil langsung membuka pesta budaya terbesar masyarakat Dayak itu bersama Ketua TP-PKK Aisyah Thisia Agustiar Sabran. Ribuan warga memadati arena festival saat parade budaya dari […]

  • Program MBG Disorot, DPRD Kalteng: Jangan Sampai Gagal di Lapangan

    Program MBG Disorot, DPRD Kalteng: Jangan Sampai Gagal di Lapangan

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 114
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pelaksanaan program MBG di Kalimantan Tengah mulai menuai sorotan serius. Anggota DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, menegaskan pihak legislatif tidak akan tinggal diam melihat berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Ia mengungkapkan, DPRD telah menerima sejumlah laporan masyarakat yang mengindikasikan pelaksanaan program belum berjalan maksimal. Persoalan yang muncul tidak hanya bersifat […]

  • Apa itu Reforma Agraria?

    Apa itu Reforma Agraria?

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Reforma agraria bukan sekadar program bagi-bagi tanah. Ia adalah strategi besar negara untuk menata ulang struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah agar lebih adil dan produktif. Dalam konteks Indonesia, reforma agraria menjadi instrumen penting untuk mengurangi ketimpangan, menyelesaikan konflik lahan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat. Secara sederhana, reforma agraria mencakup dua pilar utama: […]

  • Pemprov Kalteng Buka Kartu Soal SiLPA Rp216 Miliar, Edy Pratowo Tegaskan Bukan Dana Mengendap

    Pemprov Kalteng Buka Kartu Soal SiLPA Rp216 Miliar, Edy Pratowo Tegaskan Bukan Dana Mengendap

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 96
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp216 miliar. Angka tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 DPRD Kalimantan Tengah yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Senin (6/7/2026). Mewakili Gubernur […]

expand_less