Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » Pemprov Kalteng Buka Kartu Soal SiLPA Rp216 Miliar, Edy Pratowo Tegaskan Bukan Dana Mengendap

Pemprov Kalteng Buka Kartu Soal SiLPA Rp216 Miliar, Edy Pratowo Tegaskan Bukan Dana Mengendap

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
  • visibility 97
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp216 miliar. Angka tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 DPRD Kalimantan Tengah yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Senin (6/7/2026).

Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Wakil Gubernur Edy Pratowo menegaskan bahwa SiLPA bukan berarti anggaran pemerintah tidak digunakan atau dibiarkan mengendap. Menurutnya, sebagian besar dana tersebut telah memiliki peruntukan yang jelas dan akan ditindaklanjuti pada tahun anggaran berikutnya sesuai ketentuan.

“SiLPA Tahun Anggaran 2025 merupakan selisih antara realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah. Sebagian besar anggaran tersebut sudah memiliki peruntukan dan akan diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Edy di hadapan anggota dewan.

Penjelasan itu disampaikan dalam agenda jawaban gubernur atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Selain mengurai persoalan SiLPA, Pemprov Kalteng juga merespons berbagai catatan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD terkait efektivitas pengelolaan anggaran, peningkatan pendapatan daerah, hingga optimalisasi program pembangunan.

Edy menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai masukan yang disampaikan legislatif. Menurutnya, kritik dan rekomendasi DPRD menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas tata kelola keuangan daerah.

“Kami mengapresiasi seluruh pandangan, saran, dan kritik yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD. Semua itu menjadi masukan penting dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga menyinggung keberhasilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama 12 tahun berturut-turut. Menurut Edy, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan keuangan daerah terus berada pada jalur yang akuntabel.

Namun demikian, ia menegaskan opini WTP bukan tujuan akhir. Pemerintah, kata dia, tetap fokus memastikan setiap anggaran mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Target kami bukan hanya mempertahankan WTP, tetapi memastikan setiap rupiah APBD benar-benar berdampak terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Kalteng juga memaparkan langkah memperkuat ketahanan fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), digitalisasi sistem perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta pengendalian belanja agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Rapat paripurna yang dihadiri unsur Forkopimda, anggota DPRD, dan jajaran perangkat daerah tersebut kemudian menyepakati pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 dilanjutkan ke tahapan berikutnya sesuai mekanisme yang berlaku. Bagi Pemprov Kalteng, forum tersebut bukan sekadar memenuhi prosedur konstitusional, tetapi juga menjadi ruang untuk menjawab berbagai sorotan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Universitas Republik Indonesia, Kampus Khusus Cetak Calon Pemimpin Bangsa

    Universitas Republik Indonesia, Kampus Khusus Cetak Calon Pemimpin Bangsa

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 44
    • 0Komentar

    DAYABORENO, Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto resmi menghadirkan Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki misi berbeda dari perguruan tinggi pada umumnya. Kampus ini disiapkan sebagai pusat pembinaan calon pemimpin nasional yang akan mengisi berbagai posisi strategis di pemerintahan maupun badan usaha milik negara (BUMN). Keberadaan URI ditandai dengan pelantikan Donny Ermawan […]

  • Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus CPO–POME

    Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus CPO–POME

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 245
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Penegakan hukum di sektor komoditas strategis nasional kembali menguat. Kejaksaan Agung membuka tabir dugaan praktik manipulasi ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya yang diduga berlangsung secara sistematis selama periode 2022 hingga 2024. Melalui penyidikan yang berjalan intensif, Tim Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menetapkan 11 […]

  • Sengketa Lahan Belum Tuntas, DPRD Kalteng Tagih Tanggung Jawab PT Asmin

    Sengketa Lahan Belum Tuntas, DPRD Kalteng Tagih Tanggung Jawab PT Asmin

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 48
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Sengketa lahan yang menyeret nama PT Asmin Bara Baronang kembali menjadi sorotan. Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, dewan secara terbuka mempertanyakan keseriusan perusahaan dalam menyelesaikan konflik dengan masyarakat yang hingga kini belum sepenuhnya menemukan titik akhir. Tak hanya persoalan lahan, DPRD juga mengangkat sejumlah […]

  • Hakim Tipikor Turun ke Permukiman Warga, Universitas Pancasila Dorong Kesadaran Hukum dari Akar Rumput

    Hakim Tipikor Turun ke Permukiman Warga, Universitas Pancasila Dorong Kesadaran Hukum dari Akar Rumput

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 60
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta Utara – Upaya membangun masyarakat yang taat hukum tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum di ruang pengadilan. Edukasi langsung kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting agar warga memahami hak dan kewajibannya sebelum persoalan hukum berkembang menjadi konflik. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan Program Studi Magister Ilmu […]

  • Masa Jabatan Komisaris Jamkrida Kalteng Dipangkas Jadi Empat Tahun, Ada Aturan yang Harus Dipatuhi

    Masa Jabatan Komisaris Jamkrida Kalteng Dipangkas Jadi Empat Tahun, Ada Aturan yang Harus Dipatuhi

    • calendar_month Jum, 30 Okt 2026
    • account_circle neha
    • visibility 8
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Masa jabatan Dewan Komisaris PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kalimantan Tengah dipangkas dari sebelumnya lima tahun menjadi empat tahun. Perubahan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jumat (30/10/2026). Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, yang memimpin […]

  • Masa Sidang Berganti, Pekerjaan Besar DPRD Kalteng Sudah Menanti

    Masa Sidang Berganti, Pekerjaan Besar DPRD Kalteng Sudah Menanti

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 38
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayanorneo – Pergantian masa persidangan DPRD Kalimantan Tengah bukan sekadar agenda rutin. Sejumlah pekerjaan besar sudah menunggu DPRD bersama Pemerintah Provinsi Kalteng, mulai dari regulasi daerah hingga pembahasan anggaran pembangunan. Hal itu menjadi salah satu pesan yang disampaikan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo saat menghadiri Rapat Paripurna ke-9 DPRD Kalteng, Selasa (1/9/2026). Rapat […]

expand_less