Dari Desa untuk Masa Depan: BBK 7 Unair Asah Literasi dan Numerasi Anak Sekolah
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 27 Jan 2026
- visibility 66
- comment 0 komentar

Pendidikan 1 - Tim BBK 7 Unair mengajar materi Matematika untuk kelas 3 dan 4 SDN 1 Bakalrejo (Januari 2026)
DAYABORNEO, Lamongan – Upaya memperkuat fondasi pendidikan dasar terus digerakkan dari tingkat desa. Tim BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) hadir di Desa Bakalrejo dengan program bimbingan belajar (bimbel) yang menyasar peningkatan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar sepanjang Januari 2026. Program ini menjadi respons atas masih terbatasnya pendampingan belajar di luar jam sekolah, yang berdampak pada pemahaman Matematika dan Bahasa Inggris siswa.
Sebanyak 38 siswa dari berbagai jenjang kelas di SDN 1 Bakalrejo terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa BBK 7 UNAIR menilai usia sekolah dasar merupakan fase krusial untuk membangun kemampuan akademik dasar sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dalam belajar. Sebelum bimbel dilaksanakan, masih ditemukan siswa yang pasif di kelas dan belum menguasai konsep dasar berhitung maupun kosakata sederhana Bahasa Inggris.
Untuk menjawab tantangan itu, mahasiswa merancang metode pembelajaran interaktif dan komunikatif. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana, dipadukan dengan latihan soal, permainan edukatif, serta sesi tanya jawab. Suasana belajar dibuat cair dan menyenangkan agar siswa berani mencoba, bertanya, dan berpendapat.
Hasilnya mulai terlihat. Siswa menunjukkan peningkatan fokus, keberanian menjawab pertanyaan, serta kemampuan menyelesaikan soal Matematika dasar dan memahami kosakata Bahasa Inggris. Respons siswa pun semakin cepat dan tepat selama sesi latihan.
“Belajarnya sambil main, jadi nggak bosen,” ujar Abie, siswa kelas 2. “Sekarang matematika jadi lebih suka.”
“Kakak-kakaknya ngajarnya seru dan gampang dimengerti,” tambah Aiden, siswa kelas 5. “Jadi lebih pede kalau disuruh ngerjain soal. Saya sangat berterima kasih kakak-kakak Unair mau mengajar kami.”
Melalui kegiatan ini, BBK 7 UNAIR menunjukkan bahwa penguatan literasi dan numerasi bisa dimulai dari desa. Program bimbel tersebut sekaligus mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan memperluas akses pendampingan belajar yang inklusif dan berkelanjutan bagi anak-anak sekolah dasar. Dari Bakalrejo, langkah kecil ini diarahkan untuk masa depan pendidikan yang lebih kuat.
(red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar