Rabu, 29 Jul 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pendapatan Ngebut, Belanja APBD Kalteng Baru 53,29 Persen

Pendapatan Ngebut, Belanja APBD Kalteng Baru 53,29 Persen

  • account_circle fe
  • calendar_month Ming, 21 Des 2025
  • visibility 242
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 menunjukkan kinerja yang belum sepenuhnya seimbang antara pendapatan dan belanja.

Data terbaru Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan RI melalui Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 6 Desember 2025 mencatat realisasi pendapatan daerah telah mencapai 66,24 persen, sementara belanja daerah masih tertahan di angka 53,29 persen.

Total pendapatan daerah Kalteng tahun 2025 dipatok sebesar Rp9,32 triliun dengan realisasi Rp6,17 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan Rp4,68 triliun baru terealisasi Rp2,31 triliun atau 49,49 persen.

Meski demikian, komponen Retribusi Daerah justru melampaui target dengan capaian 112,45 persen, menunjukkan potensi sektor layanan publik yang cukup menjanjikan. Sementara itu, Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) menunjukkan kinerja kuat dengan realisasi 80 persen, menjadi penopang utama pendapatan daerah.

Di sisi lain, belanja daerah dari total pagu Rp10,22 triliun baru terserap Rp5,44 triliun. Belanja pegawai relatif stabil dengan realisasi 68,54 persen, namun belanja strategis seperti belanja modal (49,77 persen), hibah (40,52 persen), dan bantuan keuangan (24,46 persen) masih rendah. Bahkan, belanja bantuan sosial belum terealisasi sama sekali, dan Belanja Tidak Terduga (BTT) baru terserap 1,93 persen.

Kondisi ini sejalan dengan hasil Rapat Koordinasi Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) per 31 Oktober 2025 yang digelar di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (3/12/2025).

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Kalteng, Akhmad Husain, menjelaskan bahwa target serapan anggaran telah ditetapkan bertahap, yakni 20 persen pada Triwulan I, 50 persen Triwulan II, 85 persen Triwulan III, dan 100 persen pada Triwulan IV.

Namun, realisasi keuangan APBD Provinsi Kalteng per 31 Oktober 2025 baru mencapai 61,28 persen dari total pagu perubahan Rp8,95 triliun, atau mengalami deviasi minus 28,72 persen dari target 90 persen. Realisasi fisik tercatat 67,64 persen.

Sementara itu, pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng mencatat realisasi keuangan rata-rata 57,04 persen dari total pagu Rp26,2 triliun, dengan realisasi fisik 62,24 persen.

Dari sisi pendapatan, kinerja relatif lebih positif. Penerimaan pendapatan Pemprov Kalteng mencapai 75,43 persen dari target Rp7,9 triliun, sedangkan kabupaten/kota se-Kalteng bahkan mencapai 78,38 persen dari target Rp23,76 triliun.

Data ini menegaskan bahwa tantangan utama APBD Kalteng 2025 bukan pada kemampuan menghimpun pendapatan, melainkan pada percepatan dan efektivitas belanja.

Lambatnya serapan belanja tersebut salah satunya disebabkan oleh keterlambatan penetapan Peraturan Daerah (Perda) APBD 2025.

Dikutip dari Tribun Kalteng, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Tengah, Herry Hernawan, menyebutkan bahwa APBD 2025 baru ditetapkan pada Februari hingga Maret. Kondisi ini berdampak langsung pada molornya pelaksanaan sejumlah program dan kegiatan sejak awal tahun anggaran.

“Tahun anggaran 2025 sempat terhambat karena Perda APBD baru ditetapkan pada Februari–Maret. Akibatnya, banyak kegiatan baru bisa berjalan setelah itu,” ujar Herry Hernawan.

Selain faktor regulasi, hambatan administratif juga menjadi penyebab utama rendahnya serapan belanja. Herry menilai percepatan serapan anggaran pada triwulan pertama sebenarnya sangat mungkin dilakukan, asalkan pemerintah daerah menyiapkan administrasi sejak akhir tahun sebelumnya, terutama terkait penetapan Surat Keputusan (SK) pengelola keuangan.

“Mungkin, kalau SK para pengelola keuangan bisa siap di Desember,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Tanpa perbaikan pada tahap perencanaan awal dan percepatan eksekusi belanja, APBD berpotensi kehilangan daya dorongnya terhadap pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah. (red-fe)

  • Penulis: fe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Agustiar Kocok Ulang Eselon II, Delapan Jabatan Strategis Berganti Pimpinan

    Gubernur Agustiar Kocok Ulang Eselon II, Delapan Jabatan Strategis Berganti Pimpinan

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 90
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran kembali melakukan “kocok ulang” jajaran pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Sebanyak delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama resmi dilantik pada Kamis (25/6/2026) malam sebagai bagian dari lanjutan restrukturisasi birokrasi yang digulirkan sejak awal masa pemerintahannya. Pelantikan yang berlangsung di Istana Isen Mulang itu […]

  • Tambang Tanpa Izin Direbut Negara, 1.699 Hektare Lahan PT AKT Resmi Dikuasai Satgas PKH

    Tambang Tanpa Izin Direbut Negara, 1.699 Hektare Lahan PT AKT Resmi Dikuasai Satgas PKH

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 291
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Negara akhirnya memukul meja. Lahan tambang batu bara seluas 1.699 hektare di Kalimantan Tengah yang bertahun-tahun dikuasai PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) tanpa izin resmi kini direbut kembali. Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengeksekusi pengambilalihan kawasan tersebut pada Kamis (22/1/2026), sekaligus mengakhiri praktik tambang ilegal yang dinilai merugikan keuangan […]

  • Optimisme Ekonomi Kalteng 2026 Harus Dijaga dengan Kerja Nyata

    Optimisme Ekonomi Kalteng 2026 Harus Dijaga dengan Kerja Nyata

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, optimisme Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2026 patut diapresiasi. Saat banyak daerah mulai waspada terhadap ancaman perlambatan ekonomi dunia, Kalimantan Tengah justru melihat peluang untuk tetap tumbuh melalui kekuatan sektor pertanian, hilirisasi industri, dan investasi daerah. Optimisme itu bukan tanpa alasan. Kalimantan Tengah […]

  • Perputaran Uang Judi Online Rp286,84 Triliun Sepanjang 2025

    Perputaran Uang Judi Online Rp286,84 Triliun Sepanjang 2025

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 88
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat perputaran dana judi online (judol) sepanjang tahun 2025 masih berada pada level yang mengkhawatirkan, meski menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Total nilai transaksi judol selama 2025 mencapai Rp286,84 triliun, yang terekam dalam ratusan juta transaksi keuangan. Kepala Biro Humas PPATK Natsir Kongah mengungkapkan, angka […]

  • Hasupa Hasundau IKAPTK Kalteng Jadi Ruang Transfer Nilai Kepamongprajaan Antar Generasi

    Hasupa Hasundau IKAPTK Kalteng Jadi Ruang Transfer Nilai Kepamongprajaan Antar Generasi

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 206
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah dinamika birokrasi yang terus berkembang, penguatan nilai kebersamaan dan etika kepamongprajaan lintas generasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Berangkat dari semangat tersebut, Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Hasupa Hasundau dan Silaturahmi Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan bersama Praja IPDN Tahun 2025, Sabtu (27/12/2025) malam. Gubernur […]

  • Prabowo Klaim Pangkas Belanja Seremonial, Ratusan Triliun Rupiah Dialihkan ke Program MBG

    Prabowo Klaim Pangkas Belanja Seremonial, Ratusan Triliun Rupiah Dialihkan ke Program MBG

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 113
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah pusat mengubah arah belanja negara pada tahun pertama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dengan menekan pos anggaran yang dinilai minim dampak langsung bagi publik. Presiden menyebut, langkah efisiensi fiskal berhasil mengamankan ratusan triliun rupiah untuk dialihkan ke program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma […]

expand_less