Kartu Huma Betang Sejahtera Diluncurkan, Pemprov Kalteng Klaim Tepat Sasaran
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Jum, 20 Feb 2026
- visibility 310
- comment 0 komentar

Penyerahan secara simbolis KHBS kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah secara resmi menggeber peluncuran Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) sebagai program bantuan sosial terintegrasi yang diklaim menjadi tulang punggung perlindungan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman.
Peluncuran digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur di Palangka Raya, dipimpin langsung oleh Gubernur Agustiar Sabran bersama jajaran pimpinan daerah, Jumat (20/2/2026).
Pemerintah daerah menegaskan KHBS dirancang bukan sekadar kartu bantuan biasa, melainkan instrumen strategis untuk mengonsolidasikan berbagai layanan sosial dalam satu sistem yang lebih terukur. Program ini menyasar akses pendidikan, kesehatan, bantuan pangan, hingga penguatan ekonomi keluarga rentan yang selama ini dinilai masih terfragmentasi.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan pemerintah tidak ingin bantuan sosial lagi berjalan parsial dan tumpang tindih. “KHBS kami siapkan sebagai solusi terintegrasi agar bantuan benar-benar menyentuh warga yang berhak, bukan sekadar program seremonial,” tegasnya.
Ia juga mengakui peluncuran program dilakukan di tengah kondisi fiskal daerah yang tidak longgar. Dengan APBD 2026 yang mengalami penurunan, pemerintah justru mengarahkan fokus anggaran pada program berdampak langsung.
“Kami memilih memperkuat program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, meski ruang fiskal terbatas,” ujarnya.
Plt. Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung menyebut distribusi kartu dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional yang diperbarui secara berkala. Ia menegaskan digitalisasi sistem KHBS menjadi kunci untuk mencegah data ganda serta meningkatkan transparansi penyaluran bantuan.
“Setiap transaksi bantuan tercatat secara elektronik sehingga bisa diawasi dan dipertanggungjawabkan,” katanya.
Hingga akhir Februari 2026, sebanyak 279.434 keluarga ditargetkan menerima KHBS. Pemerintah juga menggandeng pemerintah kabupaten/kota hingga tingkat desa untuk memastikan validasi data penerima berjalan ketat.
Peluncuran KHBS turut disertai pelepasan bantuan pangan ke 14 kabupaten/kota sebagai langkah taktis menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemprov Kalteng menilai kombinasi bantuan sosial dan pengendalian inflasi menjadi strategi ganda agar daya beli masyarakat tidak tergerus di tengah tekanan ekonomi. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar