Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Artikel » RKAB Tambang Dibatasi, Apa Dampaknya bagi Pekerja?

RKAB Tambang Dibatasi, Apa Dampaknya bagi Pekerja?

  • account_circle fe
  • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar

Ketika aktivitas tambang berubah, dampaknya tidak berhenti di kawasan pertambangan. Ada pekerja yang menggantungkan penghasilan dari operasional perusahaan, ada keluarga yang bergantung pada gaji bulanan, dan ada ekonomi daerah yang ikut bergerak dari aktivitas sektor tersebut.

Karena itu, pembatasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan menjadi isu yang tidak hanya menyangkut perusahaan dan produksi. Di balik kebijakan tersebut terdapat persoalan ketenagakerjaan yang perlu diperhatikan.

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah Junaidi menyoroti kondisi tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Barito Timur.

Menurut Junaidi, penyesuaian aktivitas perusahaan tambang akibat kebijakan pemerintah pusat perlu diikuti dengan pengawasan terhadap kondisi pekerja.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa negara dan pemerintah daerah benar-benar mengawal nasib para pekerja,” tegas Junaidi.

Saat Produksi Berkurang

Secara sederhana, RKAB berkaitan dengan rencana kegiatan dan anggaran perusahaan pertambangan dalam menjalankan aktivitas usahanya.

Ketika rencana kegiatan atau produksi mengalami perubahan, perusahaan dapat melakukan penyesuaian terhadap kegiatan operasional. Dalam kondisi tertentu, kebutuhan terhadap tenaga kerja juga dapat ikut berubah.

Di sinilah persoalan mulai muncul.

Efisiensi perusahaan dapat menyentuh berbagai aspek, termasuk pola kerja dan kebutuhan tenaga kerja. Jika tidak dikelola dengan baik, pekerja dapat menghadapi ketidakpastian mengenai keberlangsungan pekerjaannya.

Namun, berkurangnya kegiatan produksi tidak serta-merta berarti pekerja harus kehilangan pekerjaan. Setiap keputusan terkait hubungan kerja tetap harus memperhatikan aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Hak Pekerja Tetap Menjadi Perhatian

Junaidi menegaskan, pembatasan RKAB merupakan kebijakan nasional yang harus dihormati. Namun, pelaksanaannya di daerah tidak boleh mengabaikan dampak sosial yang muncul.

“Pembatasan RKAB memang kebijakan efisiensi dan regulasi nasional, tetapi hak-hak dasar karyawan seperti gaji, pesangon, BPJS Ketenagakerjaan, dan hak lainnya sesuai ketentuan undang-undang harus tetap dijamin dan dibayarkan secara adil,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menempatkan pekerja sebagai salah satu pihak yang harus mendapat perhatian ketika perusahaan melakukan penyesuaian.

Sebab, bagi perusahaan, pengurangan produksi mungkin merupakan bagian dari strategi operasional. Tetapi bagi pekerja, perubahan tersebut dapat menyangkut penghasilan dan keberlangsungan kehidupan keluarga.

Jangan Tunggu Konflik Terjadi

Salah satu hal yang dinilai penting adalah komunikasi.

Perusahaan, pemerintah daerah dan pekerja perlu memiliki ruang komunikasi sebelum keputusan yang berkaitan dengan tenaga kerja diberlakukan.

Keterbukaan menjadi penting agar pekerja mengetahui kondisi perusahaan dan alasan di balik setiap kebijakan. Sebaliknya, perusahaan juga memiliki kesempatan menjelaskan kondisi operasional serta langkah yang akan ditempuh.

Persoalan ketenagakerjaan yang diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme sesuai aturan tentu lebih baik dibandingkan membiarkannya berkembang menjadi konflik.

Pemerintah Daerah Punya Peran

Ketika kebijakan pertambangan berdampak pada tenaga kerja di daerah, pemerintah tidak cukup hanya melihat angka produksi dan penerimaan sektor pertambangan.

Ada indikator lain yang tidak kalah penting, yakni bagaimana kondisi pekerja setelah perusahaan melakukan penyesuaian.

Disnakertrans memiliki peran dalam pengawasan ketenagakerjaan dan membantu memastikan persoalan hubungan industrial ditangani sesuai ketentuan.

DPRD Kalteng pun menyatakan akan memantau perkembangan kondisi tenaga kerja di wilayah yang terdampak pembatasan RKAB.

Pada akhirnya, penataan pertambangan dan perlindungan pekerja tidak semestinya ditempatkan sebagai dua kepentingan yang saling bertentangan.

Produksi boleh disesuaikan. Kebijakan boleh berubah. Tetapi kepastian terhadap hak pekerja tetap harus menjadi bagian dari setiap kebijakan yang menyentuh sektor pertambangan.

  • Penulis: fe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NTP Naik Tipis: Petani Kalteng Belum Sepenuhnya Menikmati Kenaikan Harga Hasil Panen

    NTP Naik Tipis: Petani Kalteng Belum Sepenuhnya Menikmati Kenaikan Harga Hasil Panen

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 62
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah klaim membaiknya daya tukar petani di Kalimantan Tengah, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) justru mengungkap fakta lain yang patut menjadi perhatian. Meski Nilai Tukar Petani (NTP) naik pada Mei 2026, keuntungan usaha petani belum tentu ikut meningkat. BPS mencatat NTP Kalimantan Tengah naik tipis 0,21 persen, dari 139,43 […]

  • Puluhan Tenant Kehilangan Akses Pluit Junction, PT Jakpro Digugat ke Pengadilan

    Puluhan Tenant Kehilangan Akses Pluit Junction, PT Jakpro Digugat ke Pengadilan

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 52
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Puluhan penyewa ruang usaha di Mall Pluit Junction menghadapi pemutusan akses secara sepihak setelah pengelolaan kawasan dialihkan dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro) kepada PT Grha Jaya Pradana (GJP). Para tenant menegaskan kontrak sewa mereka masih berlaku hingga 2026, namun akses ke unit ditutup total sejak Oktober 2025. Akibatnya, aktivitas usaha terhenti dan […]

  • Prabowo Dorong Miangas Masuk Peta Digital Nasional

    Prabowo Dorong Miangas Masuk Peta Digital Nasional

    • calendar_month Ming, 10 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 107
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Kepulauan Talaud — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperkuat wilayah perbatasan bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga lewat penguatan konektivitas digital. Dalam kunjungan kerja ke Pulau Miangas, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026), Presiden meluncurkan langkah strategis untuk membuka akses komunikasi yang lebih luas bagi masyarakat di pulau terluar Indonesia tersebut. Sebagai bagian dari […]

  • BGN Bantah Isu Untung Rp1,8 Miliar dari MBG

    BGN Bantah Isu Untung Rp1,8 Miliar dari MBG

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 124
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meraup keuntungan hingga Rp1,8 miliar per tahun dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sesuai dengan fakta operasional di lapangan. Klarifikasi ini disampaikan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya untuk meredam spekulasi yang berkembang di […]

  • Kunker ke Tanah Laut, Komisi IV DPRD Kalteng Gali Referensi Penanganan RTLH

    Kunker ke Tanah Laut, Komisi IV DPRD Kalteng Gali Referensi Penanganan RTLH

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 48
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Kunjungan ini bertujuan menggali referensi terkait penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dinilai berjalan efektif di daerah tersebut. Anggota Komisi IV DPRD Kalteng dari Fraksi PKS, Sirajul […]

  • PKB Gandeng ITSNU, Rahmanto Tancap Gas Bangun Kader Intelektual di Kalteng

    PKB Gandeng ITSNU, Rahmanto Tancap Gas Bangun Kader Intelektual di Kalteng

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 324
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Kalimantan Tengah mulai memetakan langkah politik yang tak biasa. Bukan hanya fokus pada konsolidasi organisasi, partai berlambang bola dunia itu kini serius membangun fondasi intelektual kader melalui kerja sama strategis dengan Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Kalimantan. Keseriusan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman […]

expand_less