Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » DPRD Kalteng Angkat Bicara Usai Warga Barsel Lolos dari Jerat TPPO di Kamboja: Jangan Lagi Ada Korban!

DPRD Kalteng Angkat Bicara Usai Warga Barsel Lolos dari Jerat TPPO di Kamboja: Jangan Lagi Ada Korban!

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
  • visibility 113
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Kasus yang menimpa Supiat, warga Kabupaten Barito Selatan (Barsel), yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan dipaksa bekerja dalam jaringan online scam di Kamboja, memantik perhatian DPRD Kalimantan Tengah.

Legislator meminta pemerintah memperketat pengawasan perekrutan tenaga kerja agar tragedi serupa tidak kembali menimpa warga Kalteng.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Sudarsono, mengapresiasi gerak cepat Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) yang berhasil memfasilitasi proses repatriasi hingga korban akhirnya bisa kembali ke Indonesia dengan selamat.

“Langkah cepat pemerintah patut diapresiasi. Alhamdulillah saudara kita sudah berhasil dipulangkan dan kembali berkumpul bersama keluarganya. Ini menunjukkan negara hadir melindungi warganya,” ujar Sudarsono, Senin (6/7/2026).

Namun, ia menegaskan keberhasilan memulangkan korban tidak boleh menutupi persoalan utama, yakni masih maraknya praktik perekrutan tenaga kerja ilegal yang menjanjikan gaji besar, tetapi berujung pada eksploitasi hingga dugaan perdagangan orang.

Menurutnya, sindikat perekrut ilegal terus mencari korban baru dengan memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat. Karena itu, ia meminta masyarakat lebih waspada terhadap setiap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui jalur resmi.

“Jangan mudah percaya dengan iming-iming penghasilan tinggi. Pastikan seluruh proses penempatan dilakukan secara legal. Jangan sampai masyarakat kita menjadi korban TPPO hanya karena tergiur janji yang ternyata jebakan,” tegasnya.

Sudarsono juga mendorong pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga pemerintah desa untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai prosedur bekerja ke luar negeri yang aman dan sesuai aturan.

Ia menilai pencegahan harus menjadi prioritas, sebab menyelamatkan korban setelah berada di luar negeri jauh lebih sulit dibanding mencegah mereka berangkat melalui jalur ilegal.

“Kasus ini harus menjadi alarm bagi semua pihak. Jangan sampai ada lagi warga Kalimantan Tengah yang terjebak sindikat perdagangan orang berkedok lowongan kerja. Negara harus hadir sejak proses perekrutan, bukan hanya ketika korban sudah berada di luar negeri,” pungkasnya. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Hadiri Akad Massal KPR FLPP 2025

    Presiden Prabowo Hadiri Akad Massal KPR FLPP 2025

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 207
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Bandar Serang – Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas akses hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui pelaksanaan Akad Massal 50.030 unit KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Tahun 2025 yang dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan yang digelar secara hybrid dari Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu (20/12/2025), […]

  • Belanja Daerah Lamban, Mendagri Ultimatum Pemda

    Belanja Daerah Lamban, Mendagri Ultimatum Pemda

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 174
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekan pemerintah daerah agar tidak lengah mengejar realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 menjelang tutup tahun anggaran. Ia menegaskan, rendahnya realisasi belanja daerah berpotensi menghambat perputaran ekonomi dan melemahkan daya beli masyarakat. Arahan itu disampaikan Tito saat memimpin Rapat Evaluasi Realisasi APBD Tahun […]

  • Prabowo Bahas Skema Pendanaan Koperasi Merah Putih, Target Ratusan Unit Baru

    Prabowo Bahas Skema Pendanaan Koperasi Merah Putih, Target Ratusan Unit Baru

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 78
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan arah pendanaan Koperasi Merah Putih (KMP) dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Pemerintah mengarahkan pembiayaan agar koperasi desa berfungsi sebagai simpul ekonomi rakyat yang efektif, dekat, dan terjangkau. Prabowo menyebut pengembangan KMP memasuki tahap percepatan. Dalam waktu dekat, pemerintah menargetkan penambahan […]

  • Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok 20 Persen

    Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok 20 Persen

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 233
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Kinerja ekspor batu bara Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025 mengalami penurunan tajam. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor komoditas batu bara terkoreksi hingga 20,27 persen secara kumulatif, menjadi US$22,17 miliar atau setara Rp371,3 triliun dengan asumsi kurs Rp16.748 per dolar AS. Angka tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan capaian periode yang […]

  • Ketika CCTV Lebih Mahal dari Pengendalian Banjir di APBD DKI 2026

    Ketika CCTV Lebih Mahal dari Pengendalian Banjir di APBD DKI 2026

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 151
    • 0Komentar

    APBD DKI Jakarta Tahun 2026 kembali menegaskan arah kebijakan yang layak diperdebatkan secara terbuka. Di tengah keterbatasan fiskal akibat turunnya total anggaran menjadi Rp81,32 triliun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta justru mengalokasikan Rp185,29 miliar untuk layanan managed service CCTV, sementara pengendalian banjir hanya memperoleh Rp18,25 miliar. Secara konsep, penguatan sistem CCTV bukan kebijakan yang keliru. Kota […]

  • KPK Sulap Barang Rampasan Korupsi Senilai Rp3,6 Miliar Jadi Aset Produktif

    KPK Sulap Barang Rampasan Korupsi Senilai Rp3,6 Miliar Jadi Aset Produktif

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 120
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong pendekatan baru dalam pemberantasan korupsi: tidak hanya menindak pelaku, tetapi memastikan hasil sitaan negara kembali memberi manfaat langsung bagi rakyat. Melalui skema hibah, KPK menyerahkan aset rampasan senilai Rp3,6 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk memperkuat pembangunan sektor strategis daerah. Aset berupa 13 bidang tanah itu akan […]

expand_less