Eleazar Josiah Alumni SMAN 2 Palangka Raya Sukses Tuntaskan KKN Unair Berbasis SDGs di Lamongan
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sel, 3 Feb 2026
- visibility 83
- comment 0 komentar

leazar Josiah Tirtakusuma, mahasiswa Universitas Airlangga dan merupakan Alumni SMAN 2 Palangka Raya.
DAYABORNEO, Lamongan – Kiprah alumni SMAN 2 Palangka Raya kembali mencuri perhatian melalui kegiatan pengabdian masyarakat di tingkat nasional. Eleazar Josiah Tirtakusuma, mahasiswa Universitas Airlangga yang tergabung dalam Tim BBK 7, menuntaskan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bakalrejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, selama periode 6 Januari hingga 2 Februari 2025.
Jojo, sapaan akrabnya, merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNMBT). Bersama tim lintas fakultas, ia menginisiasi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dirancang berlandaskan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).
“Sejak awal, kampus menekankan agar seluruh kegiatan KKN tidak lepas dari kerangka SDGs. Itu sebabnya kami menyusun program yang menyentuh aspek lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” kata Jojo.
Selama satu bulan pelaksanaan, Tim BBK 7 menjalankan sejumlah kegiatan konkret, mulai dari Lokakarya BriPadi berupa pemanfaatan limbah sekam padi menjadi briket ramah lingkungan, penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi siswa sekolah dasar, hingga pelatihan pembuatan eco enzyme. Selain itu, program bimbingan belajar juga digelar secara rutin guna meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak sekolah dasar.
Menurut Jojo, KKN seharusnya tidak berhenti pada laporan akademik semata, melainkan meninggalkan dampak yang bisa dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. “Kami ingin masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat terus digunakan setelah kami selesai bertugas,” ujarnya.
Respons warga Desa Bakalrejo terhadap berbagai program tersebut dinilai sangat positif. Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan aktif dalam setiap kegiatan, khususnya program yang berkaitan dengan pengolahan limbah dan peningkatan kualitas pendidikan anak.
Pengalaman mengabdi di desa selama sebulan penuh menjadi pelajaran berharga bagi Jojo dan tim. Ia juga menyampaikan harapan pribadi untuk tetap berkontribusi bagi daerah asalnya di masa depan. “Jika Tuhan mengizinkan, saya siap kembali dan mengabdikan diri untuk Kalimantan Tengah,” tuturnya.
Apa yang dilakukan Jojo menunjukkan peran nyata generasi muda dalam membawa nilai pengabdian dan semangat pembangunan dari daerah ke tingkat nasional.
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar