Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Polisi Aktif Isi Jabatan ASN, UU ASN Digugat ke MK

Polisi Aktif Isi Jabatan ASN, UU ASN Digugat ke MK

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
  • visibility 213
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta – Penempatan anggota Polri aktif di jabatan sipil kembali digugat. Tiga pemohon, yakni Dokter Ria Merryanti, Advokat Syamsul Jahidin, dan Dokter Hapsari Indrawati, resmi mengajukan uji materi Pasal 19 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menilai norma yang membuka ruang pengisian jabatan ASN oleh anggota Polri aktif bertentangan dengan UUD 1945.

Dalam sidang pendahuluan Perkara Nomor 56/PUU-XXIV/2026, Kamis (12/2/2026), Syamsul Jahidin menegaskan praktik tersebut tidak memiliki dasar konstitusional. Ia merujuk pada putusan MK sebelumnya yang dinilai telah menutup ruang tafsir penempatan anggota Polri aktif di luar struktur kepolisian.

“Setiap produk hukum yang bertentangan harus dibatalkan,” tegasnya di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Wakil Ketua MK Saldi Isra.

Para Pemohon secara spesifik menggugat Pasal 19 ayat (2) huruf a dan b, ayat (3), serta ayat (4) UU ASN. Pasal tersebut mengatur bahwa jabatan ASN tertentu dapat diisi prajurit TNI dan anggota Polri. Menurut Pemohon, ketentuan itu berpotensi mengaburkan batas antara jabatan sipil dan institusi berseragam yang secara konstitusional memiliki fungsi berbeda.

Mereka menegaskan Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 telah menempatkan Polri sebagai alat negara di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat. Konsekuensinya, anggota Polri aktif wajib menjaga netralitas dan tidak merangkap jabatan sipil kecuali telah mengundurkan diri atau pensiun.

Dalam sesi penasihatan, Hakim Konstitusi Ridwan Mansyur meminta Pemohon memperjelas kerugian konstitusional yang dialami serta memperbaiki konstruksi petitum yang dinilai belum lazim. MK memberikan kesempatan satu kali perbaikan hingga 25 Februari 2026.

Perkara ini dipandang strategis karena menyentuh batas tegas antara ranah sipil dan institusi keamanan. Putusan MK nantinya akan menjadi rujukan penting dalam menata relasi kewenangan antara jabatan ASN dan anggota Polri aktif di ruang birokrasi. (red-fe).

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabut Asap Kalteng Makin Pekat, Bantuan Pangan Tak Cukup Menjawab Krisis Karhutla

    Kabut Asap Kalteng Makin Pekat, Bantuan Pangan Tak Cukup Menjawab Krisis Karhutla

    • calendar_month Sel, 22 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Ada satu pertanyaan yang semakin sulit dihindari masyarakat Kalimantan Tengah hari ini: sampai kapan kabut asap harus menjadi bagian dari kehidupan warga setiap musim kemarau? Pertanyaan itu kembali mengemuka ketika karhutla belum juga menunjukkan tanda-tanda benar-benar terkendali, dan data pemerintah sendiri menunjukkan betapa seriusnya situasi ini. Hingga 21 September 2026, Kalteng tercatat memiliki ribuan titik […]

  • Hari Ini PLN Kembali Padamkan Listrik Massal di Palangka Raya

    Hari Ini PLN Kembali Padamkan Listrik Massal di Palangka Raya

    • calendar_month Ming, 2 Agu 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Warga Palangka Raya kembali harus bersiap menghadapi pemadaman listrik bergilir. PT PLN (Persero) menjadwalkan penghentian sementara pasokan listrik di puluhan kawasan pada Minggu, 2 Agustus 2026, mulai pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB. Pemadaman dilakukan dalam dua tahap dan mencakup wilayah kerja PLN ULP Palangka Raya Barat serta PLN ULP Palangka […]

  • Hakim Tipikor Turun ke Permukiman Warga, Universitas Pancasila Dorong Kesadaran Hukum dari Akar Rumput

    Hakim Tipikor Turun ke Permukiman Warga, Universitas Pancasila Dorong Kesadaran Hukum dari Akar Rumput

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 59
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta Utara – Upaya membangun masyarakat yang taat hukum tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum di ruang pengadilan. Edukasi langsung kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting agar warga memahami hak dan kewajibannya sebelum persoalan hukum berkembang menjadi konflik. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan Program Studi Magister Ilmu […]

  • Dinas Kehutanan Kalteng Dihancurkan, Apa yang Ingin Dibangun?

    Dinas Kehutanan Kalteng Dihancurkan, Apa yang Ingin Dibangun?

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 122
    • 0Komentar

    DAYANORNEO, Palangka Raya – Alat berat mulai bekerja. Dinding yang selama puluhan tahun berdiri kokoh kini rata dengan tanah. Gedung Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, yang menjadi saksi lahirnya berbagai kebijakan pengelolaan hutan, kini hanya menyisakan kenangan. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya pembongkaran sebuah bangunan. Namun bagi Kalimantan Tengah, hilangnya gedung tersebut menyimpan pertanyaan […]

  • HUT PAN ke-28 di Palangka Raya,  Santuni Ratusan Anak Yatim

    HUT PAN ke-28 di Palangka Raya,  Santuni Ratusan Anak Yatim

    • calendar_month Ming, 23 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 51
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Kota Palangka Raya diisi dengan kegiatan sosial. DPD PAN Kota Palangka Raya memberikan santunan dan bingkisan kepada anak yatim di sekretariat partai, Jalan Garuda, Minggu (23/8/2026) siang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rasa syukur PAN yang telah memasuki usia 28 tahun. Anak-anak dari […]

  • Ekspor Batubara Tak Lagi Bebas, Pemerintah Terapkan Aturan Baru

    Ekspor Batubara Tak Lagi Bebas, Pemerintah Terapkan Aturan Baru

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah resmi mengubah mekanisme ekspor batubara dengan menerapkan aturan baru yang memperkuat pengawasan terhadap komoditas sumber daya alam strategis. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menata perdagangan batubara agar berlangsung lebih tertib, transparan, dan sesuai regulasi. Aturan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 31/MK/BC/2026 yang mulai berlaku efektif sejak 1 Juni […]

expand_less