Rabu, 29 Jul 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » KPK OTT Bupati Pekalongan, Ini Dugaan Korupsi di Baliknya

KPK OTT Bupati Pekalongan, Ini Dugaan Korupsi di Baliknya

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pekalongan, FAR, dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. KPK langsung menetapkan  Fadia Arafiq (FAR) sebagai tersangka dan menahannya selama 20 hari pertama di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK, terhitung sejak 4 hingga 23 Maret 2026.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan, penangkapan ini berkaitan dengan dugaan konflik kepentingan serius dalam pengadaan proyek pemerintah daerah.

“KPK menetapkan FAR selaku Bupati Pekalongan sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” kata Budi Prasetyo dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

KPK mengungkap, perkara ini bermula dari aktivitas perusahaan keluarga FAR, yakni PT RNB, yang selama periode 2023–2026 menjadi vendor penyedia jasa outsourcing di sejumlah dinas, rumah sakit daerah, hingga kantor kecamatan di Pekalongan.

Perusahaan tersebut tidak berdiri jauh dari lingkar kekuasaan. Suami FAR, ASH, tercatat sebagai komisaris, sementara anaknya, MSA, menjabat direktur. KPK menduga FAR sendiri bertindak sebagai beneficial owner atau penerima manfaat utama dari perusahaan itu.

Tak hanya itu, sebagian besar pegawai PT RNB disebut berasal dari tim sukses FAR saat pemilihan kepala daerah. Mereka kemudian ditempatkan di berbagai perangkat daerah.

KPK menduga FAR tidak tinggal diam. Ia diduga mengerahkan anaknya MSA dan orang kepercayaannya, RUL, untuk menekan kepala dinas agar memenangkan PT RNB dalam berbagai proyek pengadaan.

“Para kepala dinas diduga diintervensi agar memenangkan PT RNB atau yang disebut sebagai ‘Perusahaan Ibu’, meskipun terdapat penawaran lain yang lebih rendah,” ungkap Budi.

Sepanjang 2023 hingga 2026, nilai kontrak yang mengalir dari perangkat daerah kepada PT RNB mencapai sekitar Rp46 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp22 miliar digunakan untuk membayar gaji pegawai outsourcing.

Namun, KPK menduga sekitar Rp19 miliar atau 41 persen dari total transaksi justru mengalir dan dinikmati keluarga bupati.

Dalam operasi tersebut, penyidik turut menyita satu unit kendaraan serta sejumlah barang bukti elektronik milik pihak-pihak terkait.

Atas perbuatannya, FAR dijerat dengan Pasal 12 huruf i dan Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang mengatur larangan bagi pejabat negara terlibat dalam proyek yang berada dalam pengawasan atau kewenangannya. Jika terbukti bersalah, FAR terancam hukuman berat sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Kalteng Perkuat Peta Risiko Bencana, Daerah Jangan Bergerak Saat Musibah Terjadi

    Pemprov Kalteng Perkuat Peta Risiko Bencana, Daerah Jangan Bergerak Saat Musibah Terjadi

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 95
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendorong perubahan pola penanggulangan bencana dari yang selama ini lebih banyak bersifat responsif menjadi berbasis mitigasi dan pemetaan risiko. Seluruh pemerintah kabupaten dan kota diminta tidak lagi menunggu bencana datang, tetapi mulai memperkuat langkah pencegahan melalui kajian yang terukur. Komitmen tersebut mengemuka dalam Sosialisasi Kajian Risiko Bencana dan […]

  • Dishut Kalteng Bawa Pesan Alam dan Budaya di Karnaval FBIM 2026

    Dishut Kalteng Bawa Pesan Alam dan Budaya di Karnaval FBIM 2026

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 89
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah ikut memanaskan atmosfer Karnaval Budaya Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 dengan parade bertema budaya Dayak dan pelestarian hutan, Minggu (17/5/2026). Penampilan Dishut Kalteng menjadi simbol bahwa identitas Kalimantan tidak hanya berdiri pada adat, tetapi juga kekayaan alam yang masih terjaga. Rombongan parade Dishut tampil dengan […]

  • Pemkot Palangka Raya Tutup Diskotik dan Bar Selama Ramadan, Sanksi Kurungan Bagi Pelanggar

    Pemkot Palangka Raya Tutup Diskotik dan Bar Selama Ramadan, Sanksi Kurungan Bagi Pelanggar

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 92
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya mengambil langkah tegas menjelang Ramadan 1447 Hijriah dengan mengunci operasional diskotik, klub malam, dan bar hingga Idulfitri 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga ketertiban umum sekaligus menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, memimpin langsung […]

  • Kalteng Dilanda Tekanan Harga, Inflasi April Tercatat 3,66 Persen

    Kalteng Dilanda Tekanan Harga, Inflasi April Tercatat 3,66 Persen

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Tekanan harga di Kalimantan Tengah kian terasa. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) April 2026 mencapai 3,66 persen, angka yang menegaskan tren kenaikan harga belum mereda. Kabupaten Kapuas bahkan mencatat lonjakan tertinggi hingga 3,97 persen, menjadi wilayah dengan tekanan inflasi paling kuat. Kenaikan ini mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) […]

  • DPRD Kalteng “Sentil” Pemprov, Sengketa Tapal Batas dan DOB Dinilai Belum Serius Ditangani

    DPRD Kalteng “Sentil” Pemprov, Sengketa Tapal Batas dan DOB Dinilai Belum Serius Ditangani

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 39
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah kembali melontarkan kritik terhadap Pemerintah Provinsi Kalteng terkait lambannya penyelesaian sengketa tapal batas wilayah dan minimnya progres pengusulan Daerah Otonomi Baru (DOB). Persoalan itu menjadi salah satu catatan tajam DPRD dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Kalimantan Tengah Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan pada Rapat Paripurna […]

  • Rehabilitasi Hutan Kalteng Baru 18 Persen, DPRD Soroti Lemahnya Pengawasan dan Kinerja Kehutanan

    Rehabilitasi Hutan Kalteng Baru 18 Persen, DPRD Soroti Lemahnya Pengawasan dan Kinerja Kehutanan

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 173
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — DPRD Provinsi Kalimantan Tengah kembali melontarkan kritik keras terhadap kinerja sektor kehutanan dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2025. Sorotan tajam itu muncul setelah capaian rehabilitasi hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dinilai masih jauh dari target yang ditetapkan. Dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan II Tahun Sidang […]

expand_less