Optimisme Ekonomi Kalteng 2026 Harus Dijaga dengan Kerja Nyata
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Rab, 13 Mei 2026
- visibility 103
- comment 0 komentar

Dok. Ilustrasi.
Di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, optimisme Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2026 patut diapresiasi. Saat banyak daerah mulai waspada terhadap ancaman perlambatan ekonomi dunia, Kalimantan Tengah justru melihat peluang untuk tetap tumbuh melalui kekuatan sektor pertanian, hilirisasi industri, dan investasi daerah.
Optimisme itu bukan tanpa alasan. Kalimantan Tengah memiliki modal sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga pertambangan. Dalam beberapa tahun terakhir, daerah ini juga mulai bergerak menuju penguatan industri pengolahan agar tidak terus bergantung pada penjualan bahan mentah.
Namun pertanyaannya, apakah optimisme itu cukup?
Jawabannya tentu tidak. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti hanya pada angka statistik dan laporan pemerintah. Masyarakat membutuhkan dampak nyata: harga kebutuhan pokok stabil, lapangan kerja tersedia, daya beli terjaga, dan peluang usaha semakin terbuka.
Di sinilah tantangan terbesar pemerintah daerah sebenarnya dimulai.
Kalimantan Tengah masih menghadapi sejumlah persoalan klasik, mulai dari ketimpangan infrastruktur antarwilayah, tingginya biaya distribusi barang, keterbatasan akses ekonomi desa, hingga ketergantungan pada sektor ekstraktif. Jika tidak diantisipasi serius, pertumbuhan ekonomi berisiko hanya dinikmati kelompok tertentu tanpa menyentuh masyarakat bawah.
Karena itu, penguatan sektor pangan menjadi langkah penting. Ketahanan pangan bukan lagi sekadar program pertanian, melainkan benteng menghadapi ancaman krisis global. Kalteng memiliki potensi besar menjadi lumbung pangan nasional, tetapi membutuhkan keberanian mempercepat modernisasi pertanian, hilirisasi hasil panen, serta perlindungan terhadap petani lokal.
Selain itu, pengembangan UMKM dan ekonomi digital juga harus menjadi prioritas nyata, bukan sekadar slogan. Pemerintah perlu memastikan pelaku usaha kecil mendapat akses pembiayaan, pelatihan, hingga pasar yang jelas agar mampu bertahan di tengah persaingan ekonomi yang semakin keras.
Optimisme ekonomi 2026 harus diterjemahkan dalam kerja konkret dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Sebab ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.
Kalimantan Tengah punya peluang besar. Tinggal bagaimana pemerintah mampu mengubah potensi itu menjadi kesejahteraan yang nyata dan merata.
— Opini Redaksi DAYA BORNEO
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar