Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Opini Redaksi » Ketika Pertanyaan Publik Dianggap Provokasi

Ketika Pertanyaan Publik Dianggap Provokasi

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
  • visibility 105
  • comment 0 komentar

Polemik marka jalan biru di Kota Palangka Raya sejatinya bukan lagi sekadar soal cat yang memudar. Persoalan itu telah berkembang menjadi isu tentang transparansi, kualitas pekerjaan publik, dan cara pejabat merespons pertanyaan masyarakat.

Karena itu, publik tentu terkejut ketika Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong, justru melontarkan kalimat bernada sinis kepada wartawan yang mempertanyakan polemik tersebut. “Sampean ini mau jadi provokator aja,” ucapnya sambil meninggalkan sesi wawancara. Potongan video itu kemudian menyebar luas dan memicu reaksi masyarakat.

Padahal, pertanyaan wartawan mengenai proyek pemerintah bukanlah provokasi. Itu adalah bagian dari fungsi kontrol publik dalam negara demokrasi. Apalagi proyek marka jalan tersebut menggunakan anggaran negara dan berada di ruang publik yang bisa dilihat, dinilai, dan dipertanyakan masyarakat kapan saja.

Yang menjadi persoalan bukan hanya soal ucapan itu sendiri, tetapi pesan yang ditangkap publik. Ketika pejabat publik mulai menganggap pertanyaan kritis sebagai provokasi, maka ruang demokrasi sedang bergerak ke arah yang berbahaya. Kritik dipandang sebagai gangguan, bukan sebagai pengingat.

DPRD memiliki fungsi pengawasan. Bahkan fungsi itu melekat kuat pada posisi Ketua DPRD sebagai representasi lembaga legislatif daerah. Maka, ketika muncul polemik terkait proyek pemerintah, publik justru berharap DPRD berdiri paling depan meminta penjelasan, mengevaluasi pekerjaan, dan memastikan anggaran digunakan secara benar.

Sebab masyarakat tidak sedang memperdebatkan warna biru semata. Publik mempertanyakan kualitas pekerjaan, efektivitas penggunaan anggaran, hingga alasan marka bisa cepat memudar. Pertanyaan-pertanyaan itu wajar dan sah dalam sistem pemerintahan yang terbuka.

Respons defensif justru berpotensi memperbesar ketidakpercayaan publik. Terlebih di era media sosial, satu kalimat pejabat dapat dengan cepat membentuk persepsi masyarakat terhadap cara kekuasaan menghadapi kritik.

Pejabat publik tentu boleh tidak nyaman dengan pertanyaan yang tajam. Namun jabatan publik memang menuntut kesiapan menghadapi kritik dan pengawasan. Sebab demokrasi tidak dibangun oleh pujian, melainkan oleh keberanian membuka ruang tanya.

Pada akhirnya, publik tidak membutuhkan pejabat yang alergi kritik. Publik membutuhkan pemimpin yang siap menjelaskan, mendengar, dan bertanggung jawab. Karena transparansi tidak lahir dari kemarahan terhadap pertanyaan, tetapi dari keberanian menjawabnya.

OPINI REDAKSI

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Ini PLN Kembali Padamkan Listrik Massal di Palangka Raya

    Hari Ini PLN Kembali Padamkan Listrik Massal di Palangka Raya

    • calendar_month Ming, 2 Agu 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Warga Palangka Raya kembali harus bersiap menghadapi pemadaman listrik bergilir. PT PLN (Persero) menjadwalkan penghentian sementara pasokan listrik di puluhan kawasan pada Minggu, 2 Agustus 2026, mulai pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB. Pemadaman dilakukan dalam dua tahap dan mencakup wilayah kerja PLN ULP Palangka Raya Barat serta PLN ULP Palangka […]

  • Agustiar Sabran Dorong Sinergi Pemprov dan Polri Jaga Kondusivitas Kalteng

    Agustiar Sabran Dorong Sinergi Pemprov dan Polri Jaga Kondusivitas Kalteng

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 184
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangkaraya – Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menekankan pentingnya peran Kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan daerah sebagai prasyarat utama percepatan pembangunan. Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan Polri tingkat Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Tahun 2026, Rabu (18/2/2026). Dalam arahannya, Agustiar menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas kontribusi nyata mereka menjaga […]

  • Presiden Prabowo Bangun Sentra Nelayan Modern dari Pesisir Gorontalo

    Presiden Prabowo Bangun Sentra Nelayan Modern dari Pesisir Gorontalo

    • calendar_month Ming, 10 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 165
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Gorontalo — Presiden Prabowo Subianto mulai menggerakkan agenda besar transformasi sektor kelautan nasional dari pesisir, saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026). Presiden menegaskan pembangunan ekonomi maritim tidak boleh lagi berhenti pada penangkapan ikan, tetapi harus masuk ke tahap industrialisasi dan penguatan rantai distribusi hasil laut. Di kawasan pesisir itu, […]

  • Prabowo Disambut Haru Diaspora di Paris, Serasa Pulang Kampung

    Prabowo Disambut Haru Diaspora di Paris, Serasa Pulang Kampung

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 54
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Paris — Di tengah megahnya Kota Paris dan padatnya agenda kenegaraan, ada suasana berbeda yang menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto, Selasa (26/05/2026). Ratusan warga negara Indonesia (WNI) sejak pagi telah memadati hotel tempat Presiden menginap. Mereka datang membawa Merah Putih, membawa rindu, dan membawa sepotong Indonesia di negeri orang. Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis […]

  • Gubernur Agustiar Kocok Ulang Eselon II, Delapan Jabatan Strategis Berganti Pimpinan

    Gubernur Agustiar Kocok Ulang Eselon II, Delapan Jabatan Strategis Berganti Pimpinan

    • calendar_month Jum, 26 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 104
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran kembali melakukan “kocok ulang” jajaran pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Sebanyak delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama resmi dilantik pada Kamis (25/6/2026) malam sebagai bagian dari lanjutan restrukturisasi birokrasi yang digulirkan sejak awal masa pemerintahannya. Pelantikan yang berlangsung di Istana Isen Mulang itu […]

  • Misi Dagang Kalteng–Jatim Perkuat Peluang Investasi Baru

    Misi Dagang Kalteng–Jatim Perkuat Peluang Investasi Baru

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 50
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangkaraya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan kerja sama antardaerah melalui misi dagang dan investasi bersama Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jaringan konektivitas, memperkuat kolaborasi ekonomi, serta membuka peluang usaha baru yang saling menguntungkan bagi kedua provinsi. Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan […]

expand_less