Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Opini Redaksi » Pengecer Naik Kelas: Saat Dagang BBM Berpindah ke Media Sosial

Pengecer Naik Kelas: Saat Dagang BBM Berpindah ke Media Sosial

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
  • visibility 57
  • comment 0 komentar

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah memunculkan fenomena baru yang menarik sekaligus memantik ironi. Ketika ruang jual-beli di pinggir jalan perlahan menghilang akibat tekanan kebijakan dan pengawasan, transaksi justru bermigrasi diam-diam ke ruang digital. Pengecer tak lagi menunggu pembeli di depan toko. Kini, mereka “naik kelas” — berdagang lewat pesan instan, media sosial, dan jaringan komunikasi tertutup.

Awalnya, polemik bermula dari antrean panjang BBM di sejumlah SPBU yang memicu kepanikan publik. Pemerintah Kota Palangka Raya sempat menerbitkan surat edaran pembatasan pembelian BBM, meski kemudian dikoreksi dan dinyatakan tidak berlaku.

Apalagi sebelumnya, pernyataan Gubernur Kalimantan Tengah yang menjanjikan hadiah bagi pelapor dugaan penimbunan BBM memperkuat efek psikologis di lapangan. Para pengecer mendadak tiarap.

Jeriken yang biasanya berjajar di depan warung mendadak lenyap. Lapak eceran tampak kosong. Namun, apakah perdagangan berhenti? Ternyata tidak. Ia hanya berubah wajah.

Kini, transaksi berlangsung lebih senyap dan eksklusif. Penjual menawarkan BBM melalui platform media sosial FB, Messenger, hingga ke percakapan Whatsapp. Polanya mirip perdagangan daring: ada katalog stok, negosiasi harga, lokasi pengambilan, bahkan layanan antar. Harga pun melonjak liar — mulai Rp18 ribu hingga mendekati Rp30 ribu per liter, jauh di atas harga resmi.

Fenomena ini menunjukkan satu hal: ketika pasar formal terganggu, pasar informal akan selalu mencari celah. Bedanya, kali ini ia bertransformasi menjadi “pasar digital bawah tanah”.

Di satu sisi, kondisi ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap BBM. Di sisi lain, ia menjadi alarm bagi pemerintah bahwa pengawasan konvensional tak lagi cukup. Penjualan tak lagi berlangsung di etalase toko, melainkan di ruang obrolan privat yang sulit terdeteksi.

Pengecer memang tak lagi berjualan di pinggir jalan. Mereka kini bermain di layar ponsel. Dalam diam, mereka menemukan pasar baru — lebih rapi, lebih tertutup, namun jauh lebih mahal bagi rakyat kecil.

Di era digital, bahkan kelangkaan pun ikut bertransformasi. (red)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Kalteng Berangkatkan 323 Penumpang Bus Gratis Nataru

    Gubernur Kalteng Berangkatkan 323 Penumpang Bus Gratis Nataru

    • calendar_month Sen, 22 Des 2025
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 153
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menghadirkan layanan transportasi publik bagi masyarakat melalui program Angkutan Bus Gratis dalam rangka menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Program tersebut ditandai dengan pelepasan sembilan unit bus oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di Pos Terpadu Polisi Kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Senin (22/12/2025). Kepala […]

  • Gubernur Agustiar Sabran Panggil Kepala Dinas: Jangan Main-Main dengan Anggaran

    Gubernur Agustiar Sabran Panggil Kepala Dinas: Jangan Main-Main dengan Anggaran

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 151
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Baru selesai menjalani pemulihan pascasakit, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran langsung mengambil alih kendali. Tanpa basa-basi, ia memanggil seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan memasang garis tegas: pembangunan harus jalan, tapi pengelolaan anggaran tidak boleh sembrono. Pertemuan yang digelar di Istana Isen Mulang, Selasa (20/1/2026), menjadi ruang evaluasi sekaligus peringatan […]

  • Pansus Raperda Konflik Mandek: Pemprov Datang Tanpa DIM

    Pansus Raperda Konflik Mandek: Pemprov Datang Tanpa DIM

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 109
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kalimantan Tengah yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sengketa dan Penyelesaian Konflik pada Selasa (24/2/2026) berjalan pincang dan berujung ditunda. Penyebabnya terang-benderang: perwakilan Pemerintah Provinsi Kalteng datang tanpa membawa Daftar Inventaris Masalah (DIM) yang sejak awal diminta sebagai bahan utama pengayaan substansi regulasi. Anggota DPRD […]

  • NTP Tembus 136,33! Sinyal Kuat Daya Beli Petani Kalteng Mulai Bangkit

    NTP Tembus 136,33! Sinyal Kuat Daya Beli Petani Kalteng Mulai Bangkit

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 231
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya — Kabar baik datang dari sektor pertanian Kalimantan Tengah. Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2026 menembus angka 136,33 atau naik 1,23 persen dibanding Januari yang berada di posisi 134,67. Angka ini menjadi sinyal tegas bahwa daya beli petani Kalteng mulai menguat. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Agnes Widiastuti, menyampaikan lonjakan tersebut […]

  • Lahan Bekas Terbakar di Sabaru Kembali Dilalap Api

    Lahan Bekas Terbakar di Sabaru Kembali Dilalap Api

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 98
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menunjukkan taringnya di Kota Palangka Raya. Kali ini, api membakar lahan kosong di kawasan Jalan Pasendeng Ujung, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sabangau, Minggu (16/8/2026) malam. Kebakaran dilaporkan warga melalui Call Center 112 sekitar pukul 18.24 WIB. Laporan tersebut langsung direspons Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan […]

  • Gibran Pastikan Proyek MRT Fase 2A Dikebut

    Gibran Pastikan Proyek MRT Fase 2A Dikebut

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 171
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah mempercepat pembangunan transportasi publik modern dengan meninjau langsung progres proyek MRT Jakarta Fase 2A lintas Utara–Selatan, Selasa (12/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat. Mereka meninjau perkembangan konstruksi jalur lanjutan […]

expand_less