Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Palangka Raya » Pemkot Palangka Raya Tutup Diskotik dan Bar Selama Ramadan, Sanksi Kurungan Bagi Pelanggar

Pemkot Palangka Raya Tutup Diskotik dan Bar Selama Ramadan, Sanksi Kurungan Bagi Pelanggar

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
  • visibility 114
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya mengambil langkah tegas menjelang Ramadan 1447 Hijriah dengan mengunci operasional diskotik, klub malam, dan bar hingga Idulfitri 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga ketertiban umum sekaligus menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, memimpin langsung pengetatan aturan melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor 500.13/0165/DPKKO-Par/II/2026. Pemkot mewajibkan seluruh tempat hiburan malam yang menyediakan minuman beralkohol menghentikan operasional penuh selama Ramadan. Aparat gabungan disiapkan untuk mengawasi kepatuhan pelaku usaha di lapangan.

“Kami menutup total diskotik, klub malam, bar, dan usaha sejenis selama Ramadan. Ini langkah konkret menjaga kondusivitas kota sekaligus menghormati nilai-nilai ibadah,” tegas Fairid, Jumat (13/2/2026).

Pemkot tidak memberi ruang toleransi bagi pelanggar. Fairid menegaskan, sanksi akan dijatuhkan sesuai Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024, mulai dari sanksi administratif hingga pidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda paling banyak Rp50 juta. Pemkot juga memerintahkan penutupan tempat hiburan sejak hari pertama Ramadan serta pemberlakuan masa henti operasional H-3 hingga H+2 Idulfitri.

Sementara itu, usaha karaoke, kafe, rumah makan, biliar, dan kedai kopi masih boleh beroperasi dengan batasan ketat. Pemkot melarang penjualan minuman beralkohol dan membatasi jam operasional hingga pukul 00.00 WIB. Untuk arena permainan ketangkasan, Pemkot menerapkan pengaturan khusus dan pengawasan intensif.

Pemkot juga melarang peredaran petasan, meriam bambu, dan kembang api karena berpotensi memicu gangguan keamanan serta membahayakan warga. Aparat Satpol PP, kepolisian, dan TNI akan menggelar patroli rutin sepanjang Ramadan.

“Kami ingin Ramadan berlangsung khidmat, aman, dan tertib. Pelaku usaha wajib patuh. Negara hadir untuk menjaga ketenangan publik,” tandas Fairid.

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Kalteng Desak Penanganan Karhutla Diperkuat

    Ketua DPRD Kalteng Desak Penanganan Karhutla Diperkuat

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • account_circle fe
    • visibility 41
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Tengah. Munculnya titik panas di sejumlah wilayah mendorong legislatif meminta pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat langkah penanganan di lapangan. Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong, menyampaikan penegasan tersebut dalam Rapat Paripurna ke-9 (penutupan) Masa Persidangan III Tahun Sidang […]

  • Merah Putih Turun dari Langit Palangka Raya

    Merah Putih Turun dari Langit Palangka Raya

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 58
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Ada pemandangan berbeda dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kalimantan Tengah. Langit di atas Kantor Gubernur Kalteng menjadi panggung bagi tujuh personel gabungan TNI dan Polri yang melakukan atraksi terjun payung, Senin (17/8/2026) pagi. Aksi tersebut sontak menarik perhatian peserta upacara dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Satu […]

  • Kalteng Masuk 4 Besar Inflasi Nasional, Wagub Bongkar Penyebab Utamanya

    Kalteng Masuk 4 Besar Inflasi Nasional, Wagub Bongkar Penyebab Utamanya

    • calendar_month Jum, 7 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 22
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Kalimantan Tengah menghadapi tantangan baru dalam pengendalian harga. Meski terus didorong menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional, provinsi ini justru mencatat inflasi tertinggi di Pulau Kalimantan dan menempati posisi keempat secara nasional pada Juli 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan (year-on-year) Kalimantan Tengah mencapai 4,32 persen dengan […]

  • Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

    • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Kalimantan Tengah tidak lahir dari hadiah kekuasaan. Provinsi ini lahir dari tekanan, tuntutan, dan perjuangan panjang masyarakat Dayak yang merasa tanah mereka selama bertahun-tahun hanya menjadi halaman belakang pembangunan di Pulau Kalimantan. Jauh sebelum resmi berdiri pada 23 Mei 1957, suara kemarahan rakyat pedalaman sudah menggema dari Barito, Kapuas, hingga Kotawaringin. Masyarakat Dayak saat itu […]

  • Ini Pesan Prabowo untuk Sudaryono: Bangun BGN yang Transparan dan Bebas Penyimpangan

    Ini Pesan Prabowo untuk Sudaryono: Bangun BGN yang Transparan dan Bebas Penyimpangan

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 29
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menitipkan pesan khusus kepada Sudaryono setelah resmi dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala Negara meminta agar seluruh persoalan yang masih membayangi lembaga tersebut tidak dihindari, melainkan diselesaikan secara cepat dengan mengedepankan profesionalisme dan akal sehat. Pesan itu diungkapkan Sudaryono usai menjalani hari pertamanya sebagai Kepala BGN di Jakarta, […]

  • Pengecer Naik Kelas: Saat Dagang BBM Berpindah ke Media Sosial

    Pengecer Naik Kelas: Saat Dagang BBM Berpindah ke Media Sosial

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah memunculkan fenomena baru yang menarik sekaligus memantik ironi. Ketika ruang jual-beli di pinggir jalan perlahan menghilang akibat tekanan kebijakan dan pengawasan, transaksi justru bermigrasi diam-diam ke ruang digital. Pengecer tak lagi menunggu pembeli di depan toko. Kini, mereka “naik kelas” — berdagang lewat pesan instan, media sosial, […]

expand_less