Waduh! Inflasi Kalteng Tertinggi Nomor 4 se-Indonesia
- account_circle fe
- calendar_month Kam, 6 Agu 2026
- visibility 77
- comment 0 komentar

PALANGKA RAYA, Dayaborneo — Kabar kurang sedap datang dari sektor ekonomi Bumi Tambun Bungai. Kalimantan Tengah kini menyandang predikat provinsi dengan inflasi tertinggi di seluruh Kalimantan, sekaligus bertengger di peringkat keempat nasional per Juli 2026.
Angka tersebut bukan isapan jempol — data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year-on-year Kalteng melesat ke 4,32 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,87.
Fakta ini terungkap saat Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, saat mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (4/8/2026).
“Kalteng mencatat inflasi year-on-year sebesar 4,32 persen. Sementara inflasi bulanan sebesar 0,23 persen dan inflasi tahun kalender mencapai 2,63 persen,” tegasnya.
Tak cuma inflasi tahunan yang mengkhawatirkan, inflasi bulanan (month-to-month) turut tercatat 0,23 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date) sudah menembus 2,63 persen. Yuas tak menampik, ini jadi lampu kuning bagi pemerintah daerah.
Tapi jangan panik dulu, Pemprov Kalteng klaim sudah punya jurus jitu. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) disiapkan tancap gas memetakan biang kerok kenaikan harga.
“Pemerintah Provinsi melalui TPID akan memperkuat sinergi lintas sektor untuk memetakan komoditas penyumbang inflasi utama serta memastikan intervensi pasar berjalan lebih efektif,” ujar Yuas.
Senjata andalan lainnya: Gerakan Pasar Murah (GPM) bakal digelar habis-habisan di seluruh kabupaten/kota, terutama di daerah yang harga-harga sedang meroket.
“GPM akan terus dimasifkan di seluruh kabupaten/kota, khususnya di wilayah yang mengalami lonjakan harga komoditas strategis sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (red-fe)
- Penulis: fe

Saat ini belum ada komentar