Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Artikel » Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

Kalimantan Tengah Lahir dari Perlawanan Rakyat Dayak

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sab, 23 Mei 2026
  • visibility 105
  • comment 0 komentar

Kalimantan Tengah tidak lahir dari hadiah kekuasaan. Provinsi ini lahir dari tekanan, tuntutan, dan perjuangan panjang masyarakat Dayak yang merasa tanah mereka selama bertahun-tahun hanya menjadi halaman belakang pembangunan di Pulau Kalimantan.

Jauh sebelum resmi berdiri pada 23 Mei 1957, suara kemarahan rakyat pedalaman sudah menggema dari Barito, Kapuas, hingga Kotawaringin. Masyarakat Dayak saat itu menilai pemerintah terlalu jauh dari kehidupan rakyat di pedalaman. Jalan nyaris tidak ada, pendidikan tertinggal, layanan kesehatan sulit dijangkau, sementara hasil bumi Kalimantan terus mengalir keluar.

Rakyat Dayak kala itu sadar satu hal: tanpa provinsi sendiri, suara pedalaman akan terus tenggelam.

Ketika Pedalaman Mulai Melawan Ketertinggalan

Awal 1950-an menjadi titik penting kebangkitan politik masyarakat Dayak. Ketimpangan pembangunan mulai memunculkan kesadaran besar bahwa masyarakat pedalaman harus menentukan arah masa depannya sendiri.

Wilayah Kalimantan yang terlalu luas membuat pemerintahan tidak efektif menjangkau pedalaman. Aspirasi rakyat sulit didengar. Infrastruktur tertinggal. Sungai menjadi satu-satunya jalur kehidupan bagi banyak wilayah.

Di tengah kondisi itu, masyarakat Dayak mulai membangun kekuatan politik dan sosial. Berbagai tuntutan pembentukan provinsi terus disuarakan kepada pemerintah pusat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat, desakan pembentukan provinsi datang kuat dari masyarakat Dayak di Barito, Kapuas, dan Kotawaringin. Gerakan itu bukan gerakan elit semata, tetapi lahir dari keresahan rakyat pedalaman yang ingin keluar dari ketertinggalan.

IKAD dan Api Perjuangan Rakyat Dayak

Salah satu kekuatan penting dalam perjuangan itu ialah Ikatan Keluarga Dayak (IKAD) di Banjarmasin. Organisasi ini menjadi motor lahirnya Panitia Penyalur Hasrat Rakyat Kalimantan Tengah (PPHRKT), wadah perjuangan politik masyarakat Dayak untuk mendesak pemerintah pusat membentuk Provinsi Kalimantan Tengah.

Desakan itu akhirnya tidak bisa lagi diabaikan Jakarta.

Presiden Soekarno kemudian menyetujui pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah melalui Undang-Undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957. Sejarah baru dimulai. Untuk pertama kalinya, masyarakat Dayak memiliki provinsi sendiri di jantung Borneo.

RTA Milono kemudian ditunjuk menjadi gubernur pertama untuk membangun daerah baru yang lahir dari perjuangan rakyat pedalaman.

Isen Mulang, Bukan Sekadar Slogan

Kelahiran Kalimantan Tengah bukan sekadar pembentukan wilayah administratif. Ia menjadi simbol kebangkitan masyarakat Dayak dalam memperjuangkan harga diri, identitas, dan hak menentukan pembangunan daerahnya sendiri.

Dari sejarah itulah lahir semangat “Isen Mulang” — pantang mundur, pantang menyerah.

Semangat itu masih hidup hingga hari ini. Namun perjuangan belum selesai.

Kaya Sumber Daya, Tapi Ketimpangan Masih Nyata

Di usia yang kini hampir tujuh dekade, Kalimantan Tengah tumbuh menjadi salah satu provinsi terbesar di Indonesia dengan kekayaan alam luar biasa. Hutan tropis, perkebunan sawit, pertambangan, hingga sungai besar menjadi penopang ekonomi daerah.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekonomi Kalimantan Tengah tahun 2025 tumbuh 4,80 persen dengan nilai PDRB mencapai Rp241,1 triliun. Pertumbuhan itu didorong sektor perkebunan, pertambangan, perdagangan, dan pembangunan infrastruktur.

Namun di balik angka pertumbuhan itu, wajah pedalaman belum sepenuhnya berubah.

Masih banyak wilayah yang bergantung pada jalur sungai. Akses pendidikan dan layanan kesehatan di sejumlah daerah terpencil masih menjadi persoalan. Ketimpangan pembangunan antara perkotaan dan pedalaman belum sepenuhnya selesai.

Ironisnya, tanah Dayak yang kaya sumber daya justru terus menghadapi tekanan besar dari ekspansi industri dan modernisasi.

Ancaman Baru: Budaya Dayak Perlahan Tergeser

Jika dahulu masyarakat Dayak berjuang melawan ketertinggalan pembangunan, hari ini mereka menghadapi tantangan baru yang tidak kalah besar: mempertahankan identitas budaya di tengah arus globalisasi.

Modernisasi perlahan menggeser budaya lokal. Bahasa daerah mulai jarang digunakan di perkotaan. Generasi muda semakin akrab dengan budaya digital global dibanding tradisi leluhur mereka sendiri.

Karena itu, perjuangan masyarakat Dayak hari ini bukan lagi sekadar soal wilayah administratif. Perjuangan itu berubah menjadi upaya menjaga identitas agar masyarakat lokal tidak menjadi penonton di tanahnya sendiri.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kini mencoba menjaga api budaya melalui Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), penguatan filosofi Huma Betang, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya Dayak.

Kalimantan Tengah Tidak Boleh Kehilangan Akar

Sejarah telah membuktikan, Kalimantan Tengah lahir dari keberanian rakyat Dayak melawan ketertinggalan dan ketidakadilan pembangunan.

Kini, tantangan zaman memang berubah. Tetapi pesan sejarahnya tetap sama: masyarakat Dayak tidak boleh kehilangan hak, identitas, dan peran utama di tanahnya sendiri.

Sebab Kalimantan Tengah bukan sekadar wilayah di peta Indonesia. Provinsi ini lahir dari suara rakyat pedalaman yang memilih bangkit dan melawan untuk masa depan mereka sendiri. (red)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gas Melon Langka, Stok Aman: Siapa Bermain di Balik Distribusi Elpiji 3 Kg?

    Gas Melon Langka, Stok Aman: Siapa Bermain di Balik Distribusi Elpiji 3 Kg?

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram kembali memicu tanda tanya besar di Kalimantan Tengah. Di satu sisi, pemerintah memastikan stok dan kuota distribusi dalam kondisi aman. Namun di sisi lain, masyarakat tetap kesulitan mendapatkan gas subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi warga berpenghasilan rendah. Kondisi yang bertolak belakang itu kini menjadi sorotan Dinas […]

  • Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok 20 Persen

    Ekspor Batu Bara Indonesia Anjlok 20 Persen

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 216
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Kinerja ekspor batu bara Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025 mengalami penurunan tajam. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor komoditas batu bara terkoreksi hingga 20,27 persen secara kumulatif, menjadi US$22,17 miliar atau setara Rp371,3 triliun dengan asumsi kurs Rp16.748 per dolar AS. Angka tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan capaian periode yang […]

  • Sumber Air Terbatas, DPRD Kalteng Dorong Solusi Jangka Panjang Atasi Karhutla

    Sumber Air Terbatas, DPRD Kalteng Dorong Solusi Jangka Panjang Atasi Karhutla

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 76
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayabirneo – Persoalan minimnya sumber air di kawasan gambut kembali menjadi sorotan dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah, khususnya saat memasuki musim kemarau. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sutik, mengatakan keterbatasan pasokan air di lokasi kebakaran membuat proses pemadaman api menjadi tidak mudah. “Selama ini untuk […]

  • Perputaran Uang Judi Online Rp286,84 Triliun Sepanjang 2025

    Perputaran Uang Judi Online Rp286,84 Triliun Sepanjang 2025

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 98
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat perputaran dana judi online (judol) sepanjang tahun 2025 masih berada pada level yang mengkhawatirkan, meski menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Total nilai transaksi judol selama 2025 mencapai Rp286,84 triliun, yang terekam dalam ratusan juta transaksi keuangan. Kepala Biro Humas PPATK Natsir Kongah mengungkapkan, angka […]

  • Gubernur Kalteng Ikuti Rapur Pidato Prabowo di HUT ke-81 RI

    Gubernur Kalteng Ikuti Rapur Pidato Prabowo di HUT ke-81 RI

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 47
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai memasuki rangkaian agenda kenegaraan. Di Kalimantan Tengah, Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo hadir dalam Rapat Paripurna DPRD Kalteng untuk mengikuti penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden RI, Jumat (14/8/2026). Rapat berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Ketua DPRD Kalteng Arton […]

  • Wagub Kalteng Tegaskan Domino Bukan Lagi Permainan Biasa: ORADO Harus Cetak Prestasi Nasional

    Wagub Kalteng Tegaskan Domino Bukan Lagi Permainan Biasa: ORADO Harus Cetak Prestasi Nasional

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 47
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menegaskan bahwa domino tidak bisa lagi dipandang sebagai sekadar permainan santai. Melalui pelantikan pengurus Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kalteng, pemerintah mendorong transformasi serius menuju olahraga prestasi yang siap bersaing di level nasional. Pelantikan pengurus ORADO provinsi hingga kabupaten/kota ini menjadi titik awal penguatan organisasi […]

expand_less