Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Fordayak Segel Kantor Mandiri Tunas Finance, Ada Apa? 

Fordayak Segel Kantor Mandiri Tunas Finance, Ada Apa? 

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
  • visibility 97
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Kesabaran Forum Pemuda Dayak (Fordayak) tampaknya telah mencapai batas. Setelah mengaku berulang kali menempuh jalur mediasi tanpa hasil yang jelas, organisasi tersebut akhirnya melakukan aksi penyegelan terhadap kantor PT Mandiri Tunas Finance (MTF) di Jalan G. Obos, Palangka Raya, Rabu (10/6/2026).

Aksi itu dipicu sengketa objek jaminan fidusia milik CV Cahaya Borneo yang disebut telah menggantung selama hampir empat tahun tanpa kepastian penyelesaian. Fordayak menilai persoalan tersebut bukan lagi sekadar hubungan antara debitur dan perusahaan pembiayaan, melainkan menyangkut transparansi, hak nasabah, dan kepastian hukum.

Koordinator aksi Fordayak, Zakaria Gasan, mengatakan pihaknya terpaksa mengambil langkah lebih keras setelah berbagai upaya komunikasi yang dilakukan tidak menghasilkan penyelesaian yang dianggap memadai.

“Kami sudah beberapa kali meminta penjelasan dan melakukan pertemuan, tetapi tidak ada titik terang. Karena itu hari ini kami melakukan penyegelan sampai ada solusi yang tidak memberatkan debitur,” tegas Zakaria.

Menurut Fordayak, persoalan bermula pada 2021 ketika satu unit truk milik CV Cahaya Borneo yang menjadi objek jaminan fidusia diserahkan kepada MTF akibat keterlambatan pembayaran selama 56 hari. Namun setelah aset tersebut diserahkan, debitur mengaku tidak pernah menerima informasi mengenai proses penjualan kendaraan, hasil pelelangan maupun rincian kewajiban yang tersisa.

“Kalau kendaraan sudah dijual, berapa nilainya, bagaimana perhitungannya, dan apakah masih ada kewajiban debitur? Itu yang menurut pengakuan nasabah tidak pernah dijelaskan secara terbuka,” kata Zakaria.

Persoalan tersebut kembali mencuat pada 2026 ketika CV Cahaya Borneo mengajukan pembiayaan ke perbankan dan mengetahui status kolektibilitasnya berada pada kategori lima dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Ketua Harian Fordayak, Ziburahman, menilai kondisi itu menunjukkan adanya persoalan yang belum terselesaikan secara tuntas.

“Empat tahun berlalu, tetapi dampaknya masih dirasakan debitur. Ketika ingin mengembangkan usaha dan mengakses modal, justru muncul kendala yang selama ini tidak pernah dijelaskan secara terbuka,” ujarnya.

Di tengah aksi penyegelan, pihak MTF akhirnya memberikan tanggapan singkat. Seorang karyawan yang memperkenalkan diri bernama Yadi mengatakan pihaknya belum dapat memberikan penjelasan rinci karena harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan kantor pusat dan tim yang menangani persoalan tersebut.

“Tetap harus koordinasi kantor. Kita masih belum ada arahan karena ini kan ujungnya, jadi kami harus koordinasi dulu,” ujar Yadi saat dimintai keterangan awak media.

Namun ketika diminta menjelaskan lebih lanjut mengenai langkah yang akan ditempuh perusahaan pasca penyegelan maupun keberadaan perwakilan manajemen dan tim legal, pihak MTF belum memberikan jawaban substantif.

Fordayak menegaskan penyegelan akan tetap berlangsung hingga ada kejelasan atas tuntutan mereka, mulai dari penghapusan denda, pemulihan nama baik debitur dalam sistem informasi keuangan, hingga penyelesaian sengketa yang dinilai telah berlarut-larut selama empat tahun.

Kasus ini kini menjadi sorotan karena menyentuh isu yang lebih luas: transparansi perusahaan pembiayaan dalam pengelolaan objek jaminan fidusia serta perlindungan hak-hak debitur setelah aset jaminan diserahkan. Sementara itu, publik masih menunggu penjelasan resmi manajemen PT Mandiri Tunas Finance terkait substansi tuntutan yang disampaikan Fordayak. (red-fe) 

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Ungkap Selama 10 Tahun Dana Desa Tidak Sampai ke Rakyat

    Presiden Prabowo Ungkap Selama 10 Tahun Dana Desa Tidak Sampai ke Rakyat

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 138
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti persoalan serius penyaluran Dana Desa yang dinilai tidak sepenuhnya sampai ke masyarakat. Prabowo mengakui masalah tersebut telah berlangsung selama satu dekade, saat berada dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). Prabowo menyatakan, selama bertahun-tahun pemerintah mengucurkan anggaran besar untuk desa, namun manfaatnya […]

  • Gubernur Agustiar Mulai Pembangunan Huma Betang, Ikon Budaya Dayak Disiapkan Mendunia

    Gubernur Agustiar Mulai Pembangunan Huma Betang, Ikon Budaya Dayak Disiapkan Mendunia

    • calendar_month Kam, 23 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 79
    • 0Komentar

    MAHARATINEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi memulai pembangunan Huma Betang yang diproyeksikan menjadi pusat pelestarian budaya Dayak sekaligus ikon baru Kalimantan Tengah. Dimulainya pembangunan ditandai dengan pemasangan tiang pertama oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di kawasan eks lahan Dinas Kehutanan, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (23/7/2026). Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan […]

  • Akademisi Trisakti Soroti Pengalihan Pluit Junction: Bisa Masuk Ranah Korupsi

    Akademisi Trisakti Soroti Pengalihan Pluit Junction: Bisa Masuk Ranah Korupsi

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 93
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pengalihan pengelolaan Mall Pluit Junction oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) kepada PT Grha Jaya Pradana (GJP) memicu sorotan dari kalangan akademisi. Selain memunculkan keluhan dari para tenant yang kehilangan akses ruang usaha, kebijakan tersebut juga dinilai perlu diuji dari sisi hukum, mengingat Pluit Junction merupakan aset daerah yang selama ini dikelola oleh […]

  • Kalteng Diselimuti Asap, DPR RI Syauqie Desak Pemerintah Jangan Tunggu Korban Berjatuhan

    Kalteng Diselimuti Asap, DPR RI Syauqie Desak Pemerintah Jangan Tunggu Korban Berjatuhan

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle fe
    • visibility 80
    • 0Komentar

    PALANGKA RAYA, Dayaborneo – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menekan Kalimantan Tengah. Asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan memunculkan kekhawatiran terhadap kesehatan. Situasi tersebut mendorong Anggota Fraksi PAN DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah, Muhammad Syauqie, meminta pemerintah bergerak lebih serius. Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada […]

  • Karhutla Bukan Cuma Urusan Api, Pemkab Kotawaringin Barat Harus Hadir untuk Warga

    Karhutla Bukan Cuma Urusan Api, Pemkab Kotawaringin Barat Harus Hadir untuk Warga

    • calendar_month Rab, 7 Okt 2026
    • account_circle fe
    • visibility 26
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Kotawaringin Barat – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat tidak hanya sibuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga yang terdampak, kata dia, juga harus dibantu. Pesan itu ia sampaikan saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Kotawaringin Barat di halaman Kantor Bupati, Selasa (6/10/2026). Menurut Agustiar, […]

  • SMAN 1 Palangka Raya Kembali Rayakan HUT Sekolah Ke-67 Tahun

    SMAN 1 Palangka Raya Kembali Rayakan HUT Sekolah Ke-67 Tahun

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 78
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Enam puluh tujuh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. SMAN 1 Palangka Raya kembali merayakan hari jadinya dengan semangat kebersamaan yang melibatkan siswa, guru, tenaga kependidikan, alumni, hingga masyarakat, Senin (3/8/2026) pagi. Sekolah yang beralamat di Jalan Ais Nasution No. 2, Palangka Raya ini telah menjadi saksi lahirnya ribuan lulusan yang kini […]

expand_less