16 Tahun GERDAYAK, Dari Menjaga Budaya hingga Menyiapkan Masa Depan Dayak
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Ming, 7 Jun 2026
- visibility 43
- comment 0 komentar

Ketua Umum DPP GERDAYAK Indonesia, Yansen A. Binti.
DAYABORNEO, Palangka Raya – Memasuki usia ke-16 tahun, GERDAYAK Indonesia berupaya mempertegas perannya sebagai organisasi yang tidak hanya menjaga identitas budaya Dayak, tetapi juga ikut menyiapkan masyarakat menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan dunia kerja yang terus berubah.
Ketua Umum DPP GERDAYAK Indonesia, Yansen A. Binti, mengatakan organisasi yang dipimpinnya kini fokus membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan karakter, pelatihan keterampilan, dan penguatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Yansen kepada wartawan usai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 GERDAYAK Indonesia di Hotel Bahalap Palangka Raya, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, pembinaan anggota menjadi langkah awal untuk menciptakan generasi Dayak yang mampu bersaing tanpa kehilangan jati diri budaya.
“Pertama kami bekali anggota dengan karakter, nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat Huma Betang. Setelah itu kami arahkan mengikuti berbagai pelatihan agar memiliki kemampuan dan kesempatan kerja,” kata Yansen.
Ia menjelaskan, GERDAYAK selama ini telah menyelenggarakan berbagai program pelatihan, mulai dari operator alat berat, pra-sekuriti, kader bela negara, pengembangan usaha kecil, hingga calon penyuluh pertanian.
Sejumlah peserta pelatihan tersebut, lanjutnya, telah berhasil memperoleh pekerjaan sesuai bidang yang mereka tekuni. Bahkan, program penyuluh pertanian yang pernah dijalankan turut membantu mendukung kegiatan pertanian masyarakat di berbagai wilayah.
Di bidang kebudayaan, GERDAYAK juga menggandeng sanggar seni dan komunitas budaya untuk menjaga keberlanjutan warisan leluhur Dayak. Organisasi tersebut mendorong generasi muda untuk terus berkarya sekaligus memahami nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Kalimantan Tengah.
“Kami ingin anak-anak muda kreatif dan maju, tetapi tetap memahami akar budayanya. Nilai-nilai luhur Dayak harus tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menghadapi ketidakpastian ekonomi global, GERDAYAK kini mengajak anggotanya memperkuat ketahanan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan, pertanian rumah tangga, dan pengembangan ekonomi kerakyatan.
Yansen menilai langkah tersebut penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada kondisi pasar dan lapangan kerja formal.
“Kalau keluarga kuat, pangan tersedia, dan masyarakat saling membantu, maka kita akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan,” pungkasnya. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar