Rakerda APDESI Harus Lahirkan Solusi bagi Pembangunan Desa
- account_circle D'Borneo
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Katingan, Ponny Natalia
DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan pemerintah, Kabupaten Katingan menaruh harapan besar kepada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Dialog Interaktif DPD APDESI Kalimantan Tengah Tahun 2026 sebagai forum untuk mencari terobosan baru dalam pembangunan desa.
Pemerintah Kabupaten Katingan menilai tantangan yang dihadapi desa saat ini semakin kompleks. Selain dituntut menyukseskan program nasional, pemerintah desa juga harus mampu menjaga kualitas pelayanan publik dengan sumber daya yang lebih terbatas.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Katingan, Ponny Natalia, mengatakan pelaksanaan Rakerda APDESI menjadi momentum penting bagi para kepala desa untuk saling berbagi pengalaman dan strategi menghadapi perubahan kebijakan pembangunan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Harapannya Rakerda APDESI bisa menghasilkan masukan dan pemikiran positif bagi desa-desa, terutama bagaimana tetap bertahan, berkembang, dan maju dalam kondisi efisiensi anggaran seperti sekarang,” kata Ponny kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).
Menurut Ponny, penguatan organisasi pemerintah desa menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan pembangunan di tingkat akar rumput tetap berjalan efektif. Karena itu, Kabupaten Katingan sebelumnya juga telah mengukuhkan kepengurusan APDESI tingkat kecamatan sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi antardesa.
Ia menilai kepala desa saat ini tidak hanya berperan sebagai administrator pemerintahan, tetapi juga dituntut menjadi pemimpin yang mampu mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat, mulai dari ekonomi, ketahanan pangan hingga pemberdayaan sumber daya lokal.
“Desa harus mampu beradaptasi dengan situasi yang ada. Efisiensi bukan berarti berhenti membangun, tetapi bagaimana memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dengan jumlah desa yang tersebar di berbagai wilayah Katingan, forum seperti Rakerda APDESI dinilai penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.
Ponny berharap hasil pembahasan dalam Rakerda tidak berhenti pada rekomendasi semata, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang membantu desa meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
“Yang terpenting adalah desa tetap bergerak, tetap berinovasi, dan tetap menjadi ujung tombak pembangunan di daerah,” pungkasnya. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar