647 PNS Disumpah, Sekda Linae Tekankan Pelayanan Publik Berkualitas
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Rab, 17 Jun 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar

Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden
DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil sumpah dan janji 647 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (17/6/2026).
Namun di balik prosesi yang berlangsung khidmat itu, terselip pesan tegas kepada aparatur negara: jangan menjadikan status ASN sekadar simbol jabatan, sementara kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap jalan di tempat.
Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Linae Victoria Aden, menegaskan bahwa sumpah PNS bukan sekadar formalitas birokrasi atau syarat administratif, melainkan janji moral yang harus dibuktikan melalui kerja nyata dan pelayanan yang dirasakan masyarakat.
“Jabatan Aparatur Sipil Negara adalah kehormatan sekaligus amanah mulia yang harus dijaga dan dilaksanakan sebaik-baiknya untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” tegas Linae.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah tuntutan masyarakat terhadap birokrasi yang lebih cepat, transparan, dan responsif. Di era digital, publik tidak lagi hanya menilai pemerintah dari program yang diumumkan, tetapi dari kualitas layanan yang mereka terima setiap hari.
Karena itu, Linae meminta seluruh ASN terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, disiplin, dan etos kerja. Menurutnya, efisiensi anggaran yang saat ini dijalankan pemerintah tidak boleh menjadi alasan menurunkan kualitas pelayanan publik.
“Efisiensi bukan berarti penurunan kualitas layanan. Anggaran harus dikelola secara tepat guna dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Linae juga menyoroti pentingnya integritas aparatur. Ia mengingatkan ASN agar menjauhi penyalahgunaan wewenang, pelanggaran disiplin, hingga budaya pamer kekayaan atau flexing yang kerap menjadi sorotan publik.
Bagi Linae, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dibangun bukan dari pencitraan, melainkan dari perilaku dan kinerja aparatur yang melayani secara profesional.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalteng, Lisda Arriyana, melaporkan bahwa pengambilan sumpah diikuti 647 peserta dari total 8.646 PNS di lingkungan Pemprov Kalteng. Sebanyak 361 peserta hadir langsung, sedangkan 286 lainnya mengikuti secara daring.
Di tengah tuntutan reformasi birokrasi yang terus digaungkan pemerintah, sumpah yang diucapkan ratusan PNS tersebut kini akan diuji oleh satu hal yang paling sederhana: apakah masyarakat benar-benar merasakan perubahan kualitas pelayanan yang dijanjikan. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar