Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Sepanjang 2025, KPK Terima 5.020 Laporan Gratifikasi

Sepanjang 2025, KPK Terima 5.020 Laporan Gratifikasi

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Kam, 1 Jan 2026
  • visibility 132
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat telah menerima 5.020 laporan gratifikasi sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 4.220 laporan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan, hingga Rabu (31/12/2025), total objek gratifikasi yang dilaporkan mencapai 5.799 item.

“Penerimaan laporan gratifikasi tahun 2025 meningkat cukup tinggi. Tercatat sampai hari ini KPK menerima 5.020 laporan dengan jumlah objek gratifikasi sebanyak 5.799,” ujar Budi kepada wartawan.

Dari total laporan tersebut, 3.621 objek gratifikasi berupa barang dan jasa dengan nilai taksiran mencapai Rp3,23 miliar.

Sementara itu, 2.178 laporan gratifikasi dalam bentuk uang tercatat senilai Rp13,17 miliar. Secara keseluruhan, nilai gratifikasi yang dilaporkan sepanjang 2025 mencapai Rp16,40 miliar.

“Total laporan penerimaan gratifikasi tahun ini senilai Rp16,40 miliar,” tambahnya.

Budi menjelaskan, laporan gratifikasi tersebut disampaikan oleh 1.620 pelapor individu atau sekitar 32,3 persen, serta 3.400 laporan atau 67,7 persen berasal dari Unit Pelaporan Gratifikasi (UPG) yang tersebar di berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

KPK juga mencatat adanya peningkatan laporan gratifikasi yang berasal dari sektor perbankan, termasuk yang dikemas dalam bentuk program pemasaran, sponsor, dan kehumasan. Selain itu, ditemukan pula laporan gratifikasi yang diterima mentor magang dari peserta magang.

KPK mengingatkan bahwa sesuai Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dapat dianggap sebagai suap apabila berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Sepanjang 2025, laporan gratifikasi yang paling banyak diterima KPK antara lain berasal dari pemberian vendor dalam pengadaan barang dan jasa, pemberian terkait hari raya dan kegiatan pisah sambut, pemberian kepada aparat pengawasan internal, hingga pemberian dari pengguna layanan publik seperti layanan perpajakan, kesehatan, pendidikan, dan pencatatan nikah. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ombudsman RI Desak Pengawasan THR Diperketat, 652 Aduan Buruh Belum Tuntas

    Ombudsman RI Desak Pengawasan THR Diperketat, 652 Aduan Buruh Belum Tuntas

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 103
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Praktik pelanggaran pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi buruh kembali jadi borok tahunan. Ombudsman RI membuka fakta pahit: 652 aduan pekerja soal maladministrasi THR sepanjang 2023–2025 belum tuntas ditangani. Negara dinilai masih setengah hati melindungi hak normatif buruh, sementara perusahaan bandel terus mengulang pelanggaran menjelang THR 2026. Anggota Ombudsman RI Robert Na […]

  • UPR Cetak Guru Besar Baru, Riset Gambut Didorong Jadi Senjata Hadapi Krisis Pangan Kalteng

    UPR Cetak Guru Besar Baru, Riset Gambut Didorong Jadi Senjata Hadapi Krisis Pangan Kalteng

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 221
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Universitas Palangka Raya (UPR) kembali menegaskan perannya sebagai motor intelektual daerah dengan mengukuhkan Guru Besar di bidang agribisnis dan pertanian berkelanjutan. Di tengah ancaman krisis pangan dan tekanan terhadap ekosistem gambut, dunia kampus didorong tidak hanya melahirkan teori, tetapi solusi nyata. Rektor UPR Salampak secara resmi mengalungkan gordon kepada Evi Feronika […]

  • Pemprov Dorong Modernisasi Pertanian, PM-AAS Disiapkan Dongkrak Produksi Pangan di Kalteng

    Pemprov Dorong Modernisasi Pertanian, PM-AAS Disiapkan Dongkrak Produksi Pangan di Kalteng

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 55
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menggenjot percepatan transformasi sektor pertanian melalui Program Modern Agriculture System (PM-AAS). Langkah ini dinilai menjadi jawaban atas tantangan produktivitas yang selama ini masih bergantung pada pola budidaya konvensional dan keterbatasan mekanisasi di lapangan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Pertanian Modern PM-AAS yang mempertemukan […]

  • BNN Run 2026 Gaungkan Perang Melawan Narkoba

    BNN Run 2026 Gaungkan Perang Melawan Narkoba

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 42
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Ribuan warga memadati kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Minggu (28/6/2026), untuk mengikuti BNN Run 2026 dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Di balik semarak olahraga pagi itu, terselip pesan tegas: perang melawan narkoba tidak boleh berhenti. Sekitar 3.000 peserta dilepas langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Kepala […]

  • Kartu Huma Betang Sejahtera, Fondasi Baru Kebijakan Sosial Kalteng

    Kartu Huma Betang Sejahtera, Fondasi Baru Kebijakan Sosial Kalteng

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 213
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) disiapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebagai fondasi baru kebijakan sosial daerah yang berorientasi pada keadilan dan pemerataan kesejahteraan. Melalui program ini, komitmen Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo untuk menghadirkan negara hingga ke lapisan masyarakat paling bawah mulai dijalankan secara terstruktur. KHBS telah […]

  • Revitalisasi SMK Negeri 5 Palangka Raya Bukti Nyata Pemprov Kalteng Akhiri Ruang Belajar Bocor dan Tak Layak

    Revitalisasi SMK Negeri 5 Palangka Raya Bukti Nyata Pemprov Kalteng Akhiri Ruang Belajar Bocor dan Tak Layak

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 81
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya –  Program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan yang digulirkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai menunjukkan hasil konkret di lapangan. SMK Negeri 5 Palangka Raya menjadi salah satu bukti nyata bahwa intervensi pemerintah mampu mengakhiri persoalan ruang belajar rusak, bocor, dan membahayakan keselamatan siswa, Rabu (28/1/2026). Sebelum revitalisasi dilakukan, sejumlah ruang kelas dan […]

expand_less