Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » Pemprov Kalteng » MBG Merupakan Mesin Ekonomi Rakyat di Kalteng

MBG Merupakan Mesin Ekonomi Rakyat di Kalteng

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh direduksi sekadar urusan dapur dan distribusi makanan. Program ini disebut sebagai instrumen strategis negara untuk menggerakkan ekonomi rakyat hingga ke desa-desa, termasuk di Kalimantan Tengah.

Penegasan itu disampaikan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayuda, saat bertemu Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo dalam agenda evaluasi MBG, Rabu (21/1/2026).

“MBG ini adalah mesin ekonomi. Uangnya berputar di daerah, menghidupkan petani, peternak, UMKM, katering, hingga logistik. Dampaknya berlapis dan jauh melampaui nilai anggarannya,” tegas Dadang.

Ia menekankan, BGN tidak ingin MBG dijalankan setengah-setengah. Tata kelola, kualitas gizi, hingga pengawasan harus berjalan ketat dan terkoordinasi. Dadang bahkan secara terbuka meminta keterlibatan penuh TNI, Polri, dan Forkopimda untuk mengawal program ini di lapangan.

“Kalau mau serius, semua harus turun tangan. TNI, Polri, Pemda, dan swasta harus satu barisan. Pemerintah daerah wajib memastikan bahan pangan tersedia dan berkualitas,” ujarnya lugas.

Wakil Gubernur Edy Pratowo merespons tegas arahan tersebut. Ia menyatakan Pemprov Kalteng siap mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai tulang punggung MBG di daerah.

“Kami sepakat, percepatan SPPG adalah kunci. Ini tidak bisa ditunda kalau ingin MBG berjalan merata,” kata Edy.

Ia membeberkan bahwa Pemprov Kalteng telah menyiapkan fondasi kemandirian pangan, mulai dari Rice Milling Plant di Kotawaringin Timur, proyek RMU dan Rice to Rice di Pulang Pisau, hingga pabrik pakan ternak dan sentra hortikultura.

Namun, Edy juga mengingatkan tantangan besar yang tidak boleh diabaikan.

“Geografi Kalteng tidak mudah. Ada daerah terpencil yang sulit dijangkau. Ini harus kita pecahkan bersama, jangan sampai anak-anak di pedalaman tertinggal,” tegasnya.

Menurut Edy, kehadiran BGN menjadi sinyal kuat bahwa MBG bukan program seremonial. “Ini dorongan moral dan politik bagi kami untuk bergerak lebih cepat, lebih berani, dan lebih disiplin mendukung program Presiden,” pungkasnya. (red-fe)

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kalimantan Tengah Tancap Gas Menuju Lumbung Pangan Nasional

    Kalimantan Tengah Tancap Gas Menuju Lumbung Pangan Nasional

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 291
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Pulang Pisau – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan ambisinya menjadikan daerah ini sebagai lumbung pangan nasional melalui percepatan Program Optimalisasi Lahan. Komitmen itu ditunjukkan dalam Panen Raya Demplot Padi PT Pupuk Indonesia di Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Selasa (10/2/2026). Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo hadir mewakili Gubernur Agustiar Sabran bersama […]

  • Musrenbang RKPD 2027, Gubernur Kalteng Tegaskan Program Harus Tepat Sasaran

    Musrenbang RKPD 2027, Gubernur Kalteng Tegaskan Program Harus Tepat Sasaran

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 32
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mulai mengunci arah pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang digelar di Aula Jayang Tingang, Selasa (17/3/2026). Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran membuka langsung forum tersebut dan menegaskan pentingnya perencanaan yang tegas, terukur, dan berpihak pada rakyat. Musrenbang ini menjadi panggung sinkronisasi antara pemerintah […]

  • AMPI Kalteng Cari Nahkoda Baru, Wagub Titip Pesan: Generasi Muda Jangan Jadi Penonton

    AMPI Kalteng Cari Nahkoda Baru, Wagub Titip Pesan: Generasi Muda Jangan Jadi Penonton

    • calendar_month Ming, 14 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 52
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Musyawarah Daerah (Musda) VIII Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kalimantan Tengah menjadi momentum penting bagi organisasi kepemudaan itu untuk menentukan arah kepemimpinan baru sekaligus menjawab tantangan regenerasi di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. Musda yang digelar di Ballroom Aquarius Boutique Hotel, Palangka Raya, Minggu (14/6/2026), dibuka langsung oleh Wakil Gubernur […]

  • Musda XI Golkar Dibuka, Edy Pratowo: Mesin Partai Harus Dipanaskan dari Sekarang

    Musda XI Golkar Dibuka, Edy Pratowo: Mesin Partai Harus Dipanaskan dari Sekarang

    • calendar_month Sab, 25 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 5
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Partai Golkar Kalimantan Tengah mulai memanaskan mesin politiknya. Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kota Palangka Raya yang digelar di Aquarius Boutique Hotel, Sabtu (25/7/2026), bukan sekadar agenda memilih ketua baru, tetapi menjadi panggung konsolidasi untuk menentukan arah pergerakan partai menghadapi dinamika politik ke depan. Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Tengah, […]

  • Pancasila Sudah Hidup di Tanah Dayak Sebelum Menjadi Dasar Negara

    Pancasila Sudah Hidup di Tanah Dayak Sebelum Menjadi Dasar Negara

    • calendar_month Sen, 1 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Huma Betang, Warisan Kalimantan Tengah untuk Indonesia Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum mengenang lahirnya dasar negara yang digagas oleh Presiden Soekarno pada 1945. Namun jauh sebelum Pancasila resmi menjadi fondasi kehidupan berbangsa, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sejatinya telah hidup dan dipraktikkan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. […]

  • Gubernur Jadi Penentu Utama Upah Minimum 2026

    Gubernur Jadi Penentu Utama Upah Minimum 2026

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle fe
    • visibility 222
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Pemerintah pusat mengingatkan pentingnya peran kepala daerah dalam menjaga stabilitas hubungan industrial menjelang penetapan upah minimum tahun 2026. Melalui arahan langsung Menteri Dalam Negeri, proses penetapan upah diminta berjalan tepat waktu, transparan, dan kondusif demi melindungi kepentingan pekerja serta dunia usaha. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa gubernur menjadi aktor […]

expand_less