Prabowo Bahas Skema Pendanaan Koperasi Merah Putih, Target Ratusan Unit Baru
- account_circle D'Borneo
- calendar_month Sab, 14 Feb 2026
- visibility 65
- comment 0 komentar

Dok. Istimewa
DAYABORNEO, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan arah pendanaan Koperasi Merah Putih (KMP) dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Pemerintah mengarahkan pembiayaan agar koperasi desa berfungsi sebagai simpul ekonomi rakyat yang efektif, dekat, dan terjangkau.
Prabowo menyebut pengembangan KMP memasuki tahap percepatan. Dalam waktu dekat, pemerintah menargetkan penambahan ratusan koperasi di berbagai wilayah. Ia menjelaskan, pendanaan program tidak mengandalkan skema baru, melainkan memanfaatkan alokasi yang selama ini sudah mengalir ke desa dan kini difokuskan untuk memperkuat ekosistem koperasi.
“Anggarannya sudah ada. Selama bertahun-tahun negara menyalurkan dana ke desa, sekarang kita arahkan agar lebih produktif,” kata Prabowo di hadapan peserta forum.
Pemerintah merancang KMP sebagai pusat layanan ekonomi terintegrasi. Setiap koperasi akan dilengkkapi gudang dan fasilitas penyimpanan dingin untuk menjaga mutu komoditas. Pemerintah juga menyiapkan gerai kebutuhan pokok agar barang bersubsidi dapat diakses langsung oleh warga tanpa rantai distribusi panjang.
Di sektor layanan dasar, KMP akan memfasilitasi farmasi desa dengan obat generik terjangkau serta klinik desa untuk pelayanan kesehatan primer. Pemerintah mendorong kehadiran pembiayaan ultra mikro di lingkungan koperasi guna memperluas akses modal usaha kecil. Skema kredit akan menerapkan bunga ringan dan subsidi terarah agar pelaku usaha mikro tidak terjerat praktik pinjaman tidak resmi.
Prabowo menekankan pentingnya tata kelola yang ketat dan transparan. Pemerintah akan mengawal pendanaan KMP bersama pemerintah daerah dan pengurus koperasi untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan meminimalkan kebocoran.
“Koperasi harus menjadi alat negara untuk memotong perantara, menekan biaya, dan memastikan rakyat memperoleh manfaat langsung,” tegasnya.
Melalui penguatan pendanaan KMP, pemerintah menargetkan koperasi desa naik kelas menjadi penggerak distribusi pangan, pembiayaan mikro, dan layanan dasar yang memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat. (red-fe)
- Penulis: D'Borneo

Saat ini belum ada komentar