Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Muhammadiyah Mantap Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026, Ini Dasar Ilmiah dan Fikihnya

Muhammadiyah Mantap Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026, Ini Dasar Ilmiah dan Fikihnya

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
  • visibility 142
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini memicu diskusi publik karena berbeda dengan keputusan pemerintah yang menetapkan awal puasa pada 19 Februari 2026. Muhammadiyah menegaskan keputusan tersebut berdasar pendekatan astronomi global melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Mengutip dari laman resmi Muhammadiyah, pakar falak Muhammadiyah Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar menjelaskan bahwa organisasi menetapkan 1 Ramadhan 1447 H berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah dan penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid. Muhammadiyah kini menjadikan KHGT sebagai rujukan resmi, menggantikan metode wujudul hilal.

“KHGT mengharuskan terpenuhinya parameter posisi hilal pasca-ijtimak dengan ketinggian minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat di mana pun di permukaan bumi,” ujar Arwin.

Ia menyebutkan, parameter tersebut telah terpenuhi di wilayah Alaska, Amerika Serikat, dengan posisi hilal di atas batas minimal yang ditetapkan KHGT. Konjungsi awal Ramadhan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC atau 19.01 WIB. Setelah matahari terbenam di hari yang sama, posisi hilal memenuhi parameter KHGT di Alaska, sehingga Muhammadiyah menetapkan keesokan harinya sebagai 1 Ramadhan.

Arwin menegaskan, perbedaan penetapan dengan pemerintah muncul karena cakupan wilayah dan kriteria yang digunakan berbeda. “Pemerintah menggunakan kriteria MABIMS yang mensyaratkan visibilitas hilal di wilayah Indonesia, sementara KHGT menerapkan prinsip matlak global,” katanya.

Ia menambahkan, KHGT berpijak pada pandangan fikih ittihad al-mathali’ yang memandang ketetapan awal bulan hijriah berlaku global ketika hilal telah terbukti secara definitif di satu titik di bumi. Pendekatan ini, menurutnya, sejalan dengan gagasan kesatuan umat dan sistem waktu Islam yang bersifat universal.

Muhammadiyah memandang perbedaan ini sebagai perbedaan teknis metodologi, bukan perbedaan akidah. Arwin mengajak masyarakat menyikapi perbedaan dengan sikap ilmiah dan saling menghormati. “Masukan dan kritik terhadap KHGT kami terima sebagai bagian dari proses ijtihad dan penyempurnaan konsep kalender Islam yang lebih terpadu,” tegasnya.

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ansyari Dukung Kereta Api Masuk PSN

    Ansyari Dukung Kereta Api Masuk PSN

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 90
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Harapan menghadirkan jaringan kereta api di Pulau Kalimantan kembali menemukan momentumnya. Setelah bertahun-tahun hanya menjadi wacana, proyek transportasi berbasis rel itu kini masuk dalam perhatian pemerintah pusat dan dinilai berpotensi mengubah wajah perekonomian Borneo, termasuk Kalimantan Tengah. Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah, Muhammad Ansyari, menilai pembangunan kereta api akan menjadi salah […]

  • Program CSR Ada, Pemprov Kalteng Desak Perusahaan Jangan Lepas Tangan dari Jalan Rusak

    Program CSR Ada, Pemprov Kalteng Desak Perusahaan Jangan Lepas Tangan dari Jalan Rusak

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 42
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Program Corporate Social Responsibility (CSR) diharapkan menjadi solusi cepat untuk perbaikan jalan rusak di Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalteng secara terbuka menyoroti minimnya komitmen perusahaan, khususnya di wilayah timur yang infrastrukturnya kian memprihatinkan. Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mengungkapkan, dari sekitar 39 perusahaan yang diundang dalam […]

  • Rp2 Miliar Dikembalikan, Pintu Tersangka Dugaan Korupsi KPU Kotim Mulai Terbuka

    Rp2 Miliar Dikembalikan, Pintu Tersangka Dugaan Korupsi KPU Kotim Mulai Terbuka

    • calendar_month Ming, 25 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 232
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Penyelidikan dugaan korupsi dana hibah Pemilihan Umum di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) senilai Rp40 miliar kian mengerucut. Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah tak lagi sekadar mengumpulkan petunjuk, tetapi mulai menekan aktor-aktor kunci dalam pusaran perkara anggaran 2023–2024 tersebut. Kamis (22/1/2026), penyidik memeriksa Ketua KPU Kotim Muhammad Rifqi dan […]

  • Utang AS Tembus Rp712 Kuadriliun: Pelajaran untuk Indonesia

    Utang AS Tembus Rp712 Kuadriliun: Pelajaran untuk Indonesia

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2026
    • account_circle fe
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Ada satu pertanyaan yang layak direnungkan ketika melihat utang Amerika Serikat yang mendekati US$40 triliun: seberapa lama sebuah negara bisa terus menambah utang sebelum bunga utangnya sendiri mulai menggerus ruang geraknya? Pertanyaan itu bukan sekadar persoalan Amerika Serikat. Ketika ekonomi terbesar dunia harus mengeluarkan lebih dari US$3 miliar setiap hari hanya untuk membayar bunga utang, […]

  • Ramai Disebut ODGJ, Benarkah Pelaku Mengalami Gangguan Jiwa?

    Ramai Disebut ODGJ, Benarkah Pelaku Mengalami Gangguan Jiwa?

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 70
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Di tengah derasnya spekulasi yang beredar di media sosial, kepolisian meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi kejiwaan RB (23), pria yang mengamuk menggunakan mandau dan melukai dua warga di kawasan Jalan G Obos, Palangka Raya, Minggu (7/6/2026). Pasca peristiwa yang menggegerkan warga tersebut, berbagai informasi bermunculan yang menyebut pelaku merupakan Orang Dengan […]

  • KPU Palangka Raya Digeledah, Jaksa Naikkan Kasus Hibah Pilkada ke Penyidikan

    KPU Palangka Raya Digeledah, Jaksa Naikkan Kasus Hibah Pilkada ke Penyidikan

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 172
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Kejaksaan Negeri Palangka Raya meningkatkan penanganan dugaan korupsi dana hibah Pilkada 2023–2024 ke tahap penyidikan dengan menggeledah kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Palangka Raya, Selasa (28/4/2026). Sejak pagi hingga sore, aktivitas di kantor KPU terlihat berbeda. Penyidik hilir mudik memeriksa ruangan dan mengumpulkan dokumen penting. Akses ke sejumlah area dibatasi, sementara […]

expand_less