Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Muhammadiyah Mantap Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026, Ini Dasar Ilmiah dan Fikihnya

Muhammadiyah Mantap Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026, Ini Dasar Ilmiah dan Fikihnya

  • account_circle D'Borneo
  • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
  • visibility 177
  • comment 0 komentar

DAYABORNEO, Palangka Raya – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini memicu diskusi publik karena berbeda dengan keputusan pemerintah yang menetapkan awal puasa pada 19 Februari 2026. Muhammadiyah menegaskan keputusan tersebut berdasar pendekatan astronomi global melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Mengutip dari laman resmi Muhammadiyah, pakar falak Muhammadiyah Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar menjelaskan bahwa organisasi menetapkan 1 Ramadhan 1447 H berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah dan penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid. Muhammadiyah kini menjadikan KHGT sebagai rujukan resmi, menggantikan metode wujudul hilal.

“KHGT mengharuskan terpenuhinya parameter posisi hilal pasca-ijtimak dengan ketinggian minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat di mana pun di permukaan bumi,” ujar Arwin.

Ia menyebutkan, parameter tersebut telah terpenuhi di wilayah Alaska, Amerika Serikat, dengan posisi hilal di atas batas minimal yang ditetapkan KHGT. Konjungsi awal Ramadhan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC atau 19.01 WIB. Setelah matahari terbenam di hari yang sama, posisi hilal memenuhi parameter KHGT di Alaska, sehingga Muhammadiyah menetapkan keesokan harinya sebagai 1 Ramadhan.

Arwin menegaskan, perbedaan penetapan dengan pemerintah muncul karena cakupan wilayah dan kriteria yang digunakan berbeda. “Pemerintah menggunakan kriteria MABIMS yang mensyaratkan visibilitas hilal di wilayah Indonesia, sementara KHGT menerapkan prinsip matlak global,” katanya.

Ia menambahkan, KHGT berpijak pada pandangan fikih ittihad al-mathali’ yang memandang ketetapan awal bulan hijriah berlaku global ketika hilal telah terbukti secara definitif di satu titik di bumi. Pendekatan ini, menurutnya, sejalan dengan gagasan kesatuan umat dan sistem waktu Islam yang bersifat universal.

Muhammadiyah memandang perbedaan ini sebagai perbedaan teknis metodologi, bukan perbedaan akidah. Arwin mengajak masyarakat menyikapi perbedaan dengan sikap ilmiah dan saling menghormati. “Masukan dan kritik terhadap KHGT kami terima sebagai bagian dari proses ijtihad dan penyempurnaan konsep kalender Islam yang lebih terpadu,” tegasnya.

  • Penulis: D'Borneo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Edy: Efisiensi Bukan Alasan, Pembangunan Katingan Harus Terus Bergerak

    Wagub Edy: Efisiensi Bukan Alasan, Pembangunan Katingan Harus Terus Bergerak

    • calendar_month Sen, 20 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 75
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Kasongan – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar tidak menjadikan keterbatasan fiskal sebagai alasan memperlambat pembangunan. Pesan itu disampaikan saat memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Katingan di Halaman Kantor Bupati Katingan, Senin (20/7/2026). Bagi Edy, tantangan anggaran justru […]

  • THR Harus Turun Lebih Cepat: DPR Dorong H-14 Demi Lindungi Pekerja dan Gairahkan Ekonomi Lebaran

    THR Harus Turun Lebih Cepat: DPR Dorong H-14 Demi Lindungi Pekerja

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 116
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Gelombang mudik belum bergerak, tetapi perdebatan soal Tunjangan Hari Raya sudah memanas. Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menekan pemerintah agar mengubah pola lama pembayaran THR. Ia mendorong agar perusahaan wajib menyalurkan THR minimal dua pekan sebelum Idulfitri, bukan lagi mepet H-7 seperti aturan sekarang. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar […]

  • Dari Mimbar Pengajian, Pemprov Kalteng Dorong Kebangkitan Moral Muslimah

    Dari Mimbar Pengajian, Pemprov Kalteng Dorong Kebangkitan Moral Muslimah

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 79
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan dengan pendekatan material semata. Melalui Pengajian Muslimah dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Pemprov Kalteng menguatkan pesan kebangkitan moral dan spiritual kaum perempuan sebagai pilar utama ketahanan sosial. Kegiatan ini berlangsung di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka […]

  • Bandar Narkoba di Katingan Dilabrak Polisi,  Satu Anggota Gugur

    Bandar Narkoba di Katingan Dilabrak Polisi,  Satu Anggota Gugur

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 103
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Katingan – Operasi penggerebekan jaringan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, berubah menjadi tragedi berdarah. Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas, dua personel lainnya dinyatakan hilang, sementara seorang warga tewas dalam insiden yang mewarnai operasi penindakan tersebut, Kamis (2/7/2026) dini hari. Peristiwa ini menjadi salah satu operasi pemberantasan narkoba paling […]

  • 35 Tahun Mengabdi, Leonard S. Ampung Pamit: ASN Jangan Nyaman, Harus Terus Berbenah

    35 Tahun Mengabdi, Leonard S. Ampung Pamit: ASN Jangan Nyaman, Harus Terus Berbenah

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 66
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Palangka Raya – Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, resmi menutup pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah 35 tahun bertugas. Dengan suasana penuh penghormatan namun sarat pesan tegas bagi birokrasi, pelepasan digelar di Aula Jayang Tingang Lantai II, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (1/04/2026). Dalam pidato perpisahannya, Leonard tidak sekadar […]

  • Bupati Fadia Arafiq Diduga Kendalikan Proyek dari Balik Perusahaan Keluarga

    Bupati Fadia Arafiq Diduga Kendalikan Proyek dari Balik Perusahaan Keluarga

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle D'Borneo
    • visibility 97
    • 0Komentar

    DAYABORNEO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (FAR) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan FAR diduga memiliki konflik kepentingan karena perusahaan yang memenangkan sejumlah proyek pemerintah merupakan milik keluarganya. “KPK menetapkan FAR selaku Bupati Pekalongan sebagai […]

expand_less